Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) sukses menggelar program kerja bertajuk “Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik melalui Pembuatan Ecoprint dan Celengan Kreatif , pada Selasa (21/7/2026). Program yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini menyasar siswa-siswi kelas 9 dan berhasil menarik antusiasme tinggi dari para siswa, yang terlihat aktif dan bersemangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.
Dalam kegiatan ini, para siswa diajak mengenal dua inovasi ramah lingkungan yang mengubah barang bekas dan bahan alami menjadi karya bernilai estetika dan fungsi. Pertama, mereka belajar membuat taplak meja menggunakan teknik ecoprint, yaitu metode pewarnaan kain alami dengan memanfaatkan daun dan bunga lokal. Mahasiswa KKN memperkenalkan teknik pounding, yaitu memukul daun atau bunga di atas kain menggunakan palu agar pigmen warna dan pola daun berpindah ke media kain. Proses ini dimulai dengan menata daun di atas kain, menutupnya dengan plastik bening, lalu memukulnya secara merata hingga warna dan pola daun tercetak jelas. Hasilnya, kain tersebut kemudian diolah menjadi taplak meja yang estetik dan ramah lingkungan, yang dapat digunakan langsung di ruang kelas.
Tak hanya ecoprint, siswa juga diajak berkreasi membuat celengan kreatif dari botol plastik bekas. Botol-botol yang biasanya berakhir sebagai sampah ini dihias menggunakan bungkus snack berwarna-warni, sehingga menghasilkan celengan yang unik dan menarik. Melalui aktivitas ini, siswa belajar bahwa sampah pun bisa memiliki nilai ekonomi dan estetika jika diolah dengan kreativitas dan ketekunan. Program ini secara langsung mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena meningkatkan kreativitas dan keterampilan praktis siswa melalui pembelajaran berbasis proyek, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan mengajarkan pemanfaatan kembali sampah menjadi barang bernilai, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, melalui penggunaan bahan alami dan pengurangan limbah .
Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan. Beberapa siswa mengaku belum pernah mencoba ecoprint sebelumnya dan merasa sangat terkesan dengan hasilnya. Mahasiswa KKN FBIPK UB berharap program ini dapat menginspirasi siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan terus berkreasi dengan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka. “Kami ingin siswa sadar bahwa sampah bukan sesuatu yang harus dibuang, tapi bisa diubah jadi sesuatu yang keren dan berguna,” tutur Moh Bagus, koordinator program. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMP 2 Bareng tidak hanya mahir dalam memilah sampah, tetapi juga mampu menciptakan produk bernilai seni dan guna dari limbah yang awalnya tidak berharga menjadi barang yang keren dan bermanfaat.

























