BAUBAU, 4 Agustus 2026 – PT PLN (Persero) terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan melalui peningkatan kompetensi dan koordinasi antarpersonel operasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengoperasian Sistem Kelistrikan yang diselenggarakan oleh Tim Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sistem Makassar bersama Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Baubau.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam memastikan setiap proses pengoperasian sistem tenaga listrik berjalan sesuai standar, aman, dan terkoordinasi. Dengan semakin berkembangnya sistem interkoneksi serta meningkatnya kebutuhan listrik di wilayah Pulau Buton, penyamaan persepsi terhadap prosedur operasional menjadi faktor penting dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada masyarakat.
Selama sosialisasi berlangsung, peserta mendiskusikan berbagai aspek teknis yang berkaitan dengan pengoperasian sistem kelistrikan. Pembahasan meliputi pembaruan dokumen SOP sesuai kondisi aktual jaringan, penyempurnaan prosedur manuver sistem, evaluasi skema proteksi, hingga penguatan mekanisme penanganan gangguan melalui prosedur Black Start sebagai langkah pemulihan sistem setelah terjadi pemadaman total.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menitikberatkan pada efektivitas komunikasi operasional antara Dispatcher UP2B Sistem Makassar dengan operator Gardu Induk ULTG Baubau. Koordinasi yang cepat, akurat, dan terstruktur dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam mempercepat pengambilan keputusan ketika terjadi gangguan maupun saat pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan.
Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) turut menjadi perhatian utama dalam sosialisasi. Seluruh personel diingatkan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan kerja, baik dalam pelaksanaan manuver operasi maupun saat melakukan pemeliharaan peralatan, sehingga setiap pekerjaan dapat dilaksanakan tanpa mengabaikan aspek keamanan personel dan keandalan instalasi.
Perwakilan Tim UP2B Sistem Makassar menegaskan bahwa penerapan SOP secara konsisten merupakan fondasi penting dalam menjaga keandalan sistem tenaga listrik. Kesamaan pemahaman antarpetugas di lapangan diharapkan mampu meminimalkan risiko kesalahan operasional (human error) sekaligus meningkatkan kecepatan pemulihan apabila terjadi gangguan.
“Keandalan sistem tenaga listrik dibangun melalui kolaborasi yang kuat, komunikasi yang efektif, dan kepatuhan terhadap setiap prosedur operasional yang telah ditetapkan.”
Sementara itu, Manager ULTG Baubau, Ricky Andreas, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini tidak hanya memperbarui pemahaman terhadap prosedur kerja, tetapi juga mempererat sinergi antara UP2B Sistem Makassar dan ULTG Baubau dalam mendukung operasi sistem kelistrikan yang semakin andal.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap koordinasi antarfungsi operasional semakin solid sehingga keandalan sistem kelistrikan di wilayah Baubau dan Pulau Buton dapat terus terjaga. Dengan kolaborasi yang kuat serta penerapan SOP yang konsisten, PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang aman, andal, dan berkualitas bagi seluruh pelanggan.






















