Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Satu Rumah
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Bijak Bermedia Sosial Membangun Toleransi di Era Digital, Langkah Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Tanamkan Nilai Toleransi di SMPN 23 Surabaya

Redaksi Suara Muda by Redaksi Suara Muda
18 December 2025
in Pendidikan
A A
0
IMG 20251215 WA0013
858
SHARES
1.2k
VIEWS

Pelataran, Surabaya, (18/15/2025) – Di era digital yang bergerak dengan kecepatan nyaris tanpa jeda, arus informasi mengalir begitu deras melintasi batas ruang dan waktu. Media sosial, yang pada awal kemunculannya digadang-gadang sebagai medium demokratis untuk bertukar gagasan dan memperluas dialog publik, dalam praktiknya kerap menghadirkan paradoks. Alih-alih menjadi ruang perjumpaan yang inklusif, platform digital justru tidak jarang berubah menjadi medan pertarungan identitas, polarisasi opini, serta penyebaran ujaran kebencian yang sulit dibendung. Dalam lanskap inilah Indonesia menghadapi tantangan serius dalam merawat harmoni sosial, terutama di kalangan generasi muda yang tumbuh dan berinteraksi di tengah banjir informasi yang belum tentu sehat.

Pelajar sekolah menengah menjadi kelompok yang paling rentan dalam situasi tersebut. Di usia yang masih berada dalam fase pencarian jati diri, mereka berhadapan dengan beragam narasi digital—mulai dari informasi faktual hingga hoaks, dari dakwah yang menyejukkan hingga konten provokatif yang mengandung bias dan intoleransi. Tanpa bekal literasi digital dan sikap keberagamaan yang moderat, ruang digital berpotensi membentuk cara pandang yang sempit, reaktif, bahkan eksklusif. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada perilaku di dunia maya, tetapi juga kerap merembet ke relasi sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Leaderboard Satu Rumah

Kenyataan tersebut mendorong sekelompok mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur untuk mengambil peran aktif. Berangkat dari kesadaran bahwa persoalan intoleransi dan konflik digital tidak dapat diselesaikan hanya melalui diskursus akademik, mereka memilih untuk turun langsung ke lapangan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, para mahasiswa ini berupaya menghadirkan ruang dialog yang edukatif dan membumi bagi para pelajar sekolah menengah, dengan fokus pada penguatan moderasi beragama dan etika bermedia sosial.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 23 Surabaya pada Kamis, 11 Desember 2025. Program ini merupakan bagian dari project-based learning mata kuliah Pendidikan Agama Islam kelas G746 yang berada di bawah bimbingan dosen pengampu, Rohmatul Faizah, S.Pd.I., M.Pd.I. Dalam kerangka pembelajaran ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep moderasi beragama secara teoritis, tetapi juga mengimplementasikannya dalam konteks sosial yang nyata dan relevan dengan tantangan zaman.

Baca Juga

gambar terkait

Mahasiswa Manajemen UBSI Gelar Pengenalan Nilai Pancasila bagi Anak-Anak di Desa Jatipulo

15 December 2025
Workshop TEFA menjadi bagian dari komitmen SMKN 3 Soppeng sebagai SMK Pusat Keunggulan yang adaptif terhadap kebutuhan industri.

Workshop TEFA Jadi Motor Budaya Kerja Industri di SMKN 3 Soppeng

13 December 2025
Yuletide San Agustin Volleyball Cup 2025

Yuletide San Agustin Volleyball Cup 2025: Representasi Semangat Natal dalam Kompetisi Pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Landak

11 December 2025
pendidikan

Pendidikan Diera 5.0, Siapkah Indonesia Menghadapinya?

4 December 2025

Kelompok mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Abed Ahmad, Fadhil Valen Raihan, Agus Ali Wahyudi, Yuannita Az-zahra, Qorina Aleya, Muhammad Rifky Abdillah, serta Mohammad Daffa Muzaki Akbar. Mereka menyusun dan merancang program penyuluhan berdasarkan keprihatinan yang sama, yakni meningkatnya paparan konten provokatif, hoaks, dan ujaran kebencian yang dengan mudah diakses oleh pelajar melalui gawai pribadi. Tanpa pendampingan yang memadai, ruang digital dikhawatirkan tidak hanya menjadi sarana hiburan dan komunikasi, tetapi juga alat pembentukan opini yang bias dan berpotensi memecah belah.

Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa memulai dengan pemaparan mengenai konsep moderasi beragama sebagai sikap adil, seimbang, dan menjauhi segala bentuk ekstremitas dalam beragama. Penjelasan tidak disampaikan secara dogmatis, melainkan melalui pendekatan dialogis yang melibatkan pengalaman keseharian siswa. Para pelajar diajak memahami bahwa beragama secara moderat bukanlah bentuk kompromi terhadap keyakinan, melainkan upaya untuk meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan yang telah menjadi bagian dari realitas sosial Indonesia.

Pembahasan kemudian diarahkan pada praktik bermedia sosial. Mahasiswa menjelaskan bagaimana algoritma platform digital bekerja dengan menyajikan konten sejenis secara berulang, sehingga tanpa disadari dapat membentuk ruang gema (echo chamber) yang memperkuat polarisasi. Dalam kondisi tersebut, narasi intoleran dan ujaran kebencian berpotensi diterima sebagai kebenaran tunggal. Melalui diskusi interaktif, siswa diajak untuk berpikir kritis, memverifikasi informasi sebelum membagikannya, serta menyadari bahwa setiap unggahan dan komentar memiliki konsekuensi etis dan sosial.

Dialog semakin berkembang ketika isu perundungan daring dan penyebaran hoaks diangkat ke permukaan. Sejumlah siswa mengungkapkan pengalaman mereka, baik sebagai korban maupun sebagai saksi pasif yang memilih diam ketika melihat ketidakadilan di ruang digital. Ada pula siswa yang mengakui bahwa opini mayoritas di media sosial sering kali memengaruhi sikap dan pandangan mereka, meskipun bertentangan dengan nurani pribadi. Temuan-temuan ini memperlihatkan bahwa literasi digital tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga keberanian moral untuk bersikap.

IMG 20251215 WA0015

Untuk menghindari suasana yang terlalu formal dan teoretis, panitia menyelipkan sesi ice breaking edukatif bertajuk Siapa Aku. Melalui permainan sederhana namun reflektif, siswa diajak mengenali identitas diri, nilai-nilai personal, serta keunikan masing-masing individu. Sesi ini menjadi titik penting dalam kegiatan, karena siswa mulai menyadari bahwa perbedaan bukanlah ancaman, melainkan kenyataan yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial mereka—baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini. Para guru menilai bahwa konflik antarsiswa di lingkungan sekolah sering kali berakar dari interaksi di media sosial yang kemudian terbawa ke ruang kelas. Oleh karena itu, penyuluhan mengenai moderasi beragama dan etika digital dipandang sebagai langkah preventif yang relevan dalam menciptakan iklim sekolah yang aman, inklusif, dan kondusif bagi proses belajar.

Bagi mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur, kegiatan ini juga menjadi pengalaman pembelajaran sosial yang berharga. Interaksi langsung dengan para pelajar membuka kesadaran bahwa membangun toleransi bukanlah proses instan. Diperlukan kesabaran, empati, serta kemampuan mendengarkan. Dalam konteks ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator dialog yang memberi ruang bagi suara dan pengalaman pelajar. Lebih jauh, kegiatan ini mencerminkan peran strategis perguruan tinggi dalam merespons persoalan kebangsaan. Di tengah menguatnya wacana intoleransi dan ekstremisme, kehadiran mahasiswa di ruang-ruang pendidikan dasar dan menengah menjadi bagian dari upaya pencegahan dini. Pendidikan moderasi beragama tidak lagi berhenti sebagai konsep normatif di ruang kuliah, tetapi hadir sebagai praktik sosial yang nyata dan berkelanjutan.

Melalui penyuluhan ini, para pelajar diharapkan mampu membangun kesadaran kritis dalam menyikapi perbedaan dan informasi yang mereka terima. Mereka diajak untuk tidak mudah terprovokasi, menghargai pandangan orang lain, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menjaga kohesi sosial di tengah masyarakat Indonesia yang semakin plural dan digital.

Di tengah bisingnya media sosial dan cepatnya arus informasi, langkah mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur ini mungkin tampak sederhana. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan ikhtiar panjang untuk merawat toleransi dan persatuan. Dari ruang kelas SMP Negeri 23 Surabaya, upaya kecil ini menegaskan bahwa masa depan harmoni sosial Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan besar dan wacana elite, tetapi juga oleh pertemuan-pertemuan kecil yang menumbuhkan kesadaran, empati, dan sikap saling menghargai sejak dini.

 

Tags: toleransiUPN Veteran Jawa Timur
Share343Tweet215Share60Pin77SendShare
Leaderboard apa apa
Previous Post

Warga Binaan Kristen LPP Bengkulu Gelar Ibadah Bersama

Next Post

Warga Binaan LPP Bengkulu Gelar Yasinan Rutin

Redaksi Suara Muda

Redaksi Suara Muda

Related Posts

gambar terkait

Mahasiswa Manajemen UBSI Gelar Pengenalan Nilai Pancasila bagi Anak-Anak di Desa Jatipulo

15 December 2025
Workshop TEFA menjadi bagian dari komitmen SMKN 3 Soppeng sebagai SMK Pusat Keunggulan yang adaptif terhadap kebutuhan industri.

Workshop TEFA Jadi Motor Budaya Kerja Industri di SMKN 3 Soppeng

13 December 2025
Yuletide San Agustin Volleyball Cup 2025

Yuletide San Agustin Volleyball Cup 2025: Representasi Semangat Natal dalam Kompetisi Pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Landak

11 December 2025
pendidikan

Pendidikan Diera 5.0, Siapkah Indonesia Menghadapinya?

4 December 2025
Next Post
WhatsApp Image 2025 12 18 at 10.07.12

Warga Binaan LPP Bengkulu Gelar Yasinan Rutin

02ba359a 80ae 4808 bdf1 b977eede9c7c

Melalui Penyuluhan PHBS, Rutan Bengkulu Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat Warga Binaan

Danramil 0111 Pagelaran Salurkan Bantuan

Danramil 0111/Pagelaran Didampingi Babinsa Salurkan Bantuan Banjir di Kampung Pamatang

WhatsApp Image 2025 12 18 at 15.24.23 028b96ca

Semakin Produktif, Lapas Bandanaira Panen 60 Ikat Kacang Panjang Hasil Pembinaan Warga Binaan

WhatsApp Image 2025 12 17 at 14.04.05 2

Lapas Arga Makmur Gelar Layanan Pengobatan Intensif bagi WBP melalui Klinik Pratama

Please login to join discussion
Square Media Wanita

Berita Utama

PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat
Berita Utama

PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

by Redaksi
29 December 2025
0

Aceh – Pemulihan pasokan listrik terus dilakukan di tengah kondisi lapangan yang masih dinamis pascabencana. Untuk memastikan pasokan listrik kembali...

Read moreDetails
Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

9 December 2025
Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

7 December 2025
WhatsApp Image 2025 12 06 at 20.01.15 80c4f496

Produktif dan Mandiri, Warga Binaan Lapas Bandanaira Rutin Rawat Tanaman Kacang Panjang

6 December 2025
Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan di Aceh: 500 Personel PLN Tiba di Lokasi Tower Terdampak

Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan di Aceh: 500 Personel PLN Tiba di Lokasi Banjir

6 December 2025
Rumah Prabu Half Page

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026 01 13 at 15.37.01

Lapas Arga Makmur Ikuti Rapat Virtual Kanwil Ditjenpas Bengkulu Bahas Panen Raya dan Program Aksi Menteri

13 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 13 at 14.11.04

Lapas Kelas IIB Arga Makmur Tingkatkan Performa Aplikasi SDP melalui Upgrade Jaringan Internet

13 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 13 at 08.45.56

Tingkatkan Pengawasan Rutin, Karutan Bengkulu Cek Fasilitas dan Brandgang

13 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 13 at 10.18.19 2

LPP Bengkulu Hadiri Zoom Kanwil Ditjenpas Terkait Penguatan Ketahanan Pangan dan Panen Raya

13 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 13 at 11.19.30

Tingkatkan Sinergi Layanan Listrik, Rutan Bengkulu Terima Koordinasi PLN Bengkulu

13 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 13 at 10.00.42

Siap Sukseskan Panen Raya, Rutan Bengkulu Ikuti Rapat Virtual Kanwil Ditjenpas

13 January 2026
Pelataran

Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

Follow Us

Pelataran.com

Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

📧 redaksi@pelataran.com

Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

Penting!

Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

Pemberitahuan!

Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

PS DSA Square
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
  • Login
  • Sign Up

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita