Kota Bima – Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kota Bima resmi melahirkan generasi perdana mereka. Sebanyak 21 anggota Saka POM Kota Bima Angkatan ke-1 resmi dilantik dalam sebuah upacara khidmat yang berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima pada Senin, 8 Juni 2026.
Pelantikan ini menandai langkah awal keterlibatan aktif generasi muda di Kota Bima dalam mendukung pengawasan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Pimpinan Saka POM Kota Bima, Emilia Haryati. Prosesi pelantikan berlangsung dengan penuh khidmat, diawali dengan pembacaan Surat Keputusan dan dilanjutkan dengan pengucapan Kata Pelantikan oleh Pimpinan Saka POM Kota Bima diikuti oleh anggota Saka POM yang dilantik. Para anggota baru tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Sebelum prosesi pelantikan dimulai, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan intensif. Kepala Balai POM di Bima sekaligus Ketua Majelis Pembimbing (Mabi) Saka POM Kota Bima, Adjis Sandjaya, turun langsung untuk memberikan materi orientasi.
Dalam sesi orientasi tersebut, Adjis menyampaikan materi mengenai Pengenalan Organisasi Saka POM. Ia menjelaskan bahwa Saka POM merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang pengawasan obat dan makanan. Wadah ini diharapkan dapat membentuk kader-kader muda yang peduli terhadap keamanan obat dan makanan dalam rangka mewujudkan kesehatan masyarakat.
“Saka POM bukan sekadar organisasi kepanduan biasa. Ini adalah wadah strategis di mana adik-adik Pramuka ditempa untuk menjadi perpanjangan tangan BPOM dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keamanan obat dan makanan,” ujar Adjis di hadapan para peserta.

Sebagai angkatan pertama, ke-21 anggota yang dilantik ini memikul tanggung jawab besar sebagai pionir. Mereka dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu menyebarluaskan informasi mengenai bahaya obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat, kosmetik ilegal, hingga makanan yang mengandung zat berbahaya seperti formalin dan boraks.
Pimpinan Saka POM Kota Bima, Emilia Haryati, dalam sambutannya setelah prosesi pelantikan, mengungkapkan rasa bangganya atas komitmen para anggota baru. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan dedikasi dalam menjalankan tugas-tugas kesakaan ke depan.
“Hari ini, adik-adik telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Saka POM. Tugas mulia menanti di luar sana. Kami berharap Angkatan ke-1 ini mampu menunjukkan loyalitas dan kreativitasnya dalam mengabdi kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kota Bima,” tegas Emilia.
Pemilihan MAN 2 Kota Bima sebagai lokasi pelantikan juga dinilai sangat tepat. Pihak sekolah menyambut baik agenda ini dan berharap sinergi antara gerakan Pramuka, institusi pendidikan, dan Balai POM dapat terus berjalan beriringan demi memajukan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi muda.
Melalui keberadaan Saka POM ini, Balai POM di Bima berharap pengawasan obat dan makanan tidak lagi hanya bertumpu pada lembaga pemerintah, melainkan menjadi gerakan bersama yang berbasis masyarakat (community-based protection). Dengan keterlibatan Pramuka Penegak yang aktif, edukasi mengenai literasi obat dan makanan aman diharapkan dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas masyarakat.




















