Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira melaksanakan Asesmen teknik non tes bagi Warga Binaan, Selasa (29/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung proses pembinaan melalui pengamatan terhadap kondisi emosional, tingkat depresi, kecemasan, stres, serta perubahan perilaku Warga Binaan dalam keseharian.
Kegiatan tersebut melibatkan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan, salah satunya Daniel Cristian Deo, lulusan Sarjana Bimbingan dan Konseling Universitas Pattimura. Menurut Daniel, Asesmen yang dilakukan sangat efektif dalam mendukung proses pembinaan, khususnya untuk mengidentifikasi kebutuhan Warga Binaan dari aspek emosional dan psikologis.
”Kegiatan Asesmen yang telah dilaksanakan sangat efektif dalam membantu proses pembinaan, terutama dalam mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan Warga Binaan dari aspek emosional dan psikologis. Dengan adanya Asesmen ini, kondisi Warga Binaan dapat lebih diperhatikan sebagai bagian dari proses pembinaan,” ungkap Daniel.
Salah satu Warga Binaan, Sofyan, menyambut baik pelaksanaan Asesmen tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan dan mengenali kondisi diri selama menjalani pembinaan.
”Kegiatan ini baik, karena kami bisa lebih terbuka dan menyampaikan apa yang kami rasakan selama menjalani pembinaan di Lapas,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menegaskan pentingnya kesehatan mental dalam pembinaan. Ia menyebut aspek psikologis berpengaruh terhadap keberhasilan program. Menurutnya, pemantauan kondisi mental menjadi bagian dari pembinaan menyeluruh.
”Pembinaan tidak hanya fokus pada keterampilan, tetapi juga aspek emosional. Asesmen ini sangat membantu kami dalam mengelola emosi Warga Binaan,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Asesmen teknik non tes, Lapas Bandanaira terus menargetkan tercipta lingkungan pembinaan yang kondusif dengan memperhatikan kondisi Warga Binaan secara menyeluruh. Hasil pengamatan diharapkan dapat menjadi bahan pendukung bagi petugas dalam memberikan perhatian dan penguatan sistem rehabilitasi secara menyeluruh.

















