Bengkulu – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu yang terdiri dari penghuni Blok C (Pidana Umum) dan Blok B (Tindak Pidana Korupsi) mengikuti kegiatan senam bersama yang digelar di lapangan olahraga Lapas, Rabu (10/06). Kegiatan tersebut dipandu oleh dua orang instruktur senam dan didampingi oleh staf Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat).
Senam bersama berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari para warga binaan. Sejak awal kegiatan, peserta mengikuti setiap gerakan yang diperagakan instruktur dengan tertib dan penuh energi. Suasana kebersamaan tampak terjalin selama kegiatan berlangsung, menciptakan lingkungan pembinaan yang positif dan produktif.
Kegiatan olahraga rutin ini merupakan salah satu bentuk pembinaan jasmani yang diberikan kepada warga binaan sebagai upaya menjaga kesehatan fisik, meningkatkan kebugaran tubuh, serta mendukung kesehatan mental selama menjalani masa pidana. Melalui aktivitas olahraga yang teratur, warga binaan diharapkan dapat menjaga kondisi tubuh tetap prima sehingga mampu mengikuti program-program pembinaan lainnya secara optimal.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyampaikan bahwa kegiatan senam bersama merupakan bagian dari komitmen Lapas Bengkulu dalam memberikan pembinaan yang menyeluruh kepada warga binaan.
“Selain pembinaan kepribadian dan kemandirian, kesehatan jasmani warga binaan juga menjadi perhatian penting. Melalui kegiatan senam bersama ini, kami berharap warga binaan dapat menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan disiplin, serta menumbuhkan semangat positif selama mengikuti proses pembinaan di dalam lapas,” ujar Julianto.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun kebersamaan, mempererat hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan, serta menciptakan suasana lapas yang aman, tertib, dan kondusif.
Dengan terselenggaranya kegiatan senam bersama secara rutin, Lapas Kelas IIA Bengkulu terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek pembentukan karakter, tetapi juga mendukung kesehatan dan kesejahteraan warga binaan sebagai bekal dalam proses reintegrasi sosial di masa mendatang.





















