Membuat konten review yang menarik perhatian hingga ditonton jutaan kali tentu bukan perkara mudah. Di tengah banyaknya kreator yang setiap hari mengunggah video serupa, dibutuhkan cara tersendiri agar sebuah konten bisa membuat penonton berhenti scrolling.
Hal tersebut turut menjadi perhatian selebgram Dina Nadiyah Putri. Di tengah kesibukannya menjalani profesi sebagai perawat, Dina tetap aktif membuat konten di media sosial dengan berbagai tema, mulai dari review, traveling, lifestyle, beauty hingga fashion.
Dina dikenal cukup konsisten membagikan konten kepada para pengikutnya. Menariknya, aktivitas sebagai kreator tetap bisa berjalan meski dirinya memiliki kesibukan utama di bidang kesehatan.
Bagi Dina, konsistensi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun akun media sosial. Menurutnya, kreator tidak cukup hanya mengandalkan satu konten yang viral, tetapi perlu terus menghadirkan konten yang membuat audiens tertarik untuk kembali melihat.
Lantas, apa saja rahasia Dina dalam membuat konten review agar menarik perhatian audiens?
1. Manfaatkan pengalaman pribadi sebagai bahan review
Menurut Dina, konten review akan terasa lebih menarik ketika kreator benar-benar memiliki pengalaman terhadap sesuatu yang dibahas.
Alih-alih sekadar menyampaikan informasi, pengalaman pribadi dapat membuat review terasa lebih natural. Penonton juga bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai sesuatu yang sedang diperkenalkan.
“Kalau review, aku lebih suka menyampaikan pengalaman yang memang aku rasakan. Jadi bukan hanya menjelaskan, tetapi orang yang melihat juga bisa mendapatkan gambaran dari pengalaman tersebut,” ujar Dina.
Cara ini juga membuat konten terasa tidak terlalu kaku. Kreator dapat menyampaikan kelebihan, kekurangan maupun hal menarik lainnya dengan gaya komunikasi yang sesuai dengan karakter masing-masing.
2. Jangan terlalu dibuat-buat
Di era media sosial, konten yang terlihat natural justru sering mendapatkan perhatian. Dina pun berusaha mempertahankan gaya penyampaian yang tidak terlalu dibuat-buat ketika membuat konten.
Menurutnya, penonton sekarang semakin mudah mengenali ketika sebuah konten terasa terlalu dipaksakan.
“Menurut aku yang penting tetap natural. Jangan sampai karena ingin kontennya bagus, akhirnya justru kehilangan gaya kita sendiri,” tuturnya.
Dengan gaya yang lebih santai, informasi dalam konten review dapat disampaikan seperti sedang bercerita kepada orang lain.
3. Konsisten membuat dan mengunggah konten
Rahasia berikutnya adalah konsistensi. Dina menyadari bahwa membangun audiens di media sosial membutuhkan waktu.
Kesibukannya sebagai perawat membuat dirinya harus pintar mengatur waktu. Ketika mendapatkan waktu luang, Dina memanfaatkannya untuk menyiapkan beberapa materi sekaligus.
Dengan memiliki stok konten, aktivitas mengunggah menjadi lebih mudah dilakukan ketika jadwal pekerjaan sedang padat.
“Kalau sedang punya waktu luang, biasanya aku manfaatkan untuk bikin beberapa konten sekaligus. Jadi ketika sedang sibuk kerja, masih punya stok,” kata Dina.
Cara tersebut membuat aktivitas sebagai kreator tidak harus selalu mengganggu pekerjaan utamanya.
4. Angkat hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari
Tidak semua konten review membutuhkan konsep besar. Bagi Dina, berbagai hal yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi ide konten.
Mulai dari produk beauty, fashion, tempat yang dikunjungi hingga pengalaman ketika traveling dapat diolah menjadi materi review.
Justru karena dekat dengan kehidupan sehari-hari, konten seperti ini berpotensi lebih mudah diterima audiens.
Dina pun tidak membatasi dirinya hanya pada satu jenis konten. Traveling, lifestyle, beauty dan fashion menjadi beberapa tema yang selama ini melekat dengan aktivitasnya di media sosial.
5. Buat penonton penasaran sejak awal
Beberapa detik pertama menjadi bagian penting dalam sebuah video. Ketika pembukaan tidak menarik, penonton bisa saja langsung berpindah ke konten lain.
Karena itu, Dina menilai bagian awal video perlu dibuat menarik tanpa harus berlebihan.
Review dapat dimulai dari pengalaman yang membuat penasaran, pertanyaan sederhana maupun hal yang paling ingin diketahui oleh audiens.
Dengan begitu, penonton memiliki alasan untuk melanjutkan video hingga selesai.
6. Tidak harus selalu membuat konten yang rumit
Banyak orang mengira konten yang berpotensi viral harus dibuat dengan produksi besar. Namun bagi Dina, anggapan tersebut tidak selalu benar.
Konten sederhana tetap bisa menarik selama memiliki informasi atau cerita yang relevan dengan audiens.
Video singkat, review cepat maupun daily update bisa menjadi pilihan ketika waktu produksi terbatas.
“Enggak harus selalu bikin yang ribet. Kadang konten sederhana justru lebih mudah diterima karena orang merasa dekat dengan ceritanya,” ungkap Dina.
Hal tersebut menjadi penting bagi Dina yang juga harus membagi waktu dengan pekerjaannya sebagai perawat.
7. Jangan berhenti hanya karena satu konten sepi
Mendapatkan jutaan view memang menjadi pencapaian yang diharapkan banyak kreator. Namun perjalanan menuju angka tersebut tentu tidak selalu berjalan mulus.
Ada konten yang mendapatkan respons tinggi, tetapi ada pula video yang performanya tidak sesuai harapan.
Menurut Dina, kondisi tersebut merupakan bagian dari proses. Kreator perlu melihat apa yang bisa dipelajari dari setiap konten, bukan langsung menyerah ketika sebuah video tidak mendapatkan banyak penonton.
“Enggak semua konten pasti ramai. Yang penting tetap mencoba dan belajar dari konten sebelumnya,” ujar Dina.
Konsistensi tersebut akhirnya menjadi bagian dari perjalanan Dina membangun personal branding di media sosial.
Menjalani profesi sebagai perawat sekaligus menjadi kreator membuat Dina harus memiliki kemampuan mengatur waktu. Namun dari kesibukan tersebut, justru muncul berbagai pengalaman yang bisa dijadikan bahan konten.
Aktivitas Dina juga membawanya pada sejumlah kesempatan menarik. Ia pernah terlibat dalam project bersama Traveloka dalam program tenaga kesehatan dan mendapat kesempatan berharga bersama Sandiaga Uno.
Bagi Dina, media sosial bukan hanya tempat untuk mengejar jumlah followers maupun view. Lebih dari itu, platform digital menjadi ruang untuk berbagi pengalaman sekaligus membuka berbagai peluang baru.
Perjalanan Dina Nadiyah Putri memperlihatkan bahwa konten review yang menarik tidak selalu lahir dari produksi yang mewah. Ada proses di baliknya, mulai dari menemukan ide, memahami audiens, menjaga karakter hingga konsisten membuat konten.
Pada akhirnya, jutaan view mungkin tidak bisa dijanjikan dari satu formula. Namun dengan konten yang natural, relevan, konsisten dan sesuai dengan karakter kreator, peluang untuk menjangkau audiens yang lebih luas tentu semakin terbuka.






















