Bangilan – Dalam rangka menyemarakkan perayaan HUT RI ke 81,SD Negeri 3 Bangilan tampil mengesankan dengan mengusung tema “Tradisi Bancaan Bucu Kendit: Nyawiji ing Syukur, Nguri-uri Budaya, Ngukuhke Paseduluran”. Kehadiran barisan siswa-siswi SDN 3 Bangilan berhasil mencuri perhatian warga masyarakat melalui peragaan tradisi yang kental akan makna filosofis.
Dalam penampilannya, kontingen SDN 3 Bangilan menampilkan prosesi dan simbolisme tradisi bancaan bucu kendit. Melalui tema ini, sekolah menggambarkan bagaimana rasa syukur atas limpahan rahmat Tuhan Yang Maha Esa diwujudkan melalui pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat tali persaudaraan antar warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Kepala SD Negeri 3 Bangilan menyampaikan bahwa pengangkatan tema ini bertujuan untuk mengenalkan warisan leluhur sekaligus membina karakter anak didik sejak dini.
”Melalui tema ‘Tradisi Bancaan Bucu Kendit: Nyawiji ing Syukur, Nguri-uri Budaya, Ngukuhke Paseduluran’, kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa budaya lokal adalah identitas bangsa. Nyawiji ing syukur melatih kita menyatukan hati dalam rasa syukur kepada Sang Pencipta, nguri-uri budaya menjadi komitmen kita merawat warisan leluhur, dan ngukuhke paseduluran memperkuat rasa persaudaraan serta kebersamaan di lingkungan sekolah,” ujar Kepala SD Negeri 3 Bangilan.

























