Arjasa – Lapas Kelas III Arjasa melaksanakan kegiatan Audit Sertifikasi Halal dapur Lapas bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Universitas Airlangga (UNAIR), Kamis (27/8). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Arjasa ini menjadi bagian dari upaya memastikan pengelolaan dapur dan penyediaan makanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memenuhi standar kehalalan dan ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan audit dilakukan melalui pemeriksaan dan peninjauan secara langsung terhadap proses penyelenggaraan makanan di dapur Lapas. Tim auditor turut melihat berbagai aspek yang berkaitan dengan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian makanan, serta melakukan koordinasi dengan jajaran Lapas untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan standar sertifikasi halal.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Lapas Arjasa turut mendampingi proses audit dan memberikan informasi yang dibutuhkan kepada tim MUI Jatim dan LPH UNAIR. Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Lapas Arjasa untuk terus melakukan evaluasi serta meningkatkan kualitas pelayanan makanan bagi WBP, khususnya dalam menjamin aspek kebersihan, keamanan, dan kehalalan pangan.

Kalapas Arjasa menyampaikan bahwa pelaksanaan audit sertifikasi halal merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada WBP. “Kami menyambut baik pelaksanaan audit ini sebagai bagian dari komitmen Lapas Arjasa untuk memberikan pelayanan yang terbaik, khususnya dalam penyediaan makanan yang terjamin proses dan kehalalannya,” ungkap Kalapas Arjasa.
Selain pelaksanaan audit, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembinaan keagamaan bagi WBP. Ketua MUI Jawa Timur, H. Ainul Yaqin, S.Si., M.Si., Apt., berkesempatan memberikan tausiyah kepada WBP di Masjid Nurul Jannah Lapas Arjasa. Tausiyah tersebut menjadi bagian dari penguatan pembinaan kepribadian dan spiritual bagi WBP selama menjalani masa pidana.
Kalapas Arjasa berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat dalam peningkatan tata kelola dapur, tetapi juga memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi WBP. “Kami berharap sinergi bersama MUI Jatim dan LPH UNAIR ini dapat terus memberikan dampak positif, baik dalam peningkatan kualitas layanan maupun pembinaan bagi Warga Binaan,” pungkasnya. (Humas Lapas Arjasa)





















