Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Satu Rumah
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Profil

Promosi Doktoral Dr Dede Suryanto Soroti Peran Geografis dalam Ekosistem Fintech Securities Crowdfunding dan Pendanaan UMKM

Redaksi Suara Muda by Redaksi Suara Muda
31 August 2026
in Profil
A A
0
WhatsApp Image 2026 08 31 at 17.40.22 1
856
SHARES
1.2k
VIEWS

Pelataran, Depok, (31/8/2026) – Universitas Indonesia (UI) kembali melahirkan doktor baru di bidang Kajian Stratejik dan Global melalui promosi doktoral Dr. Dede Suryanto, S.Sos., M.Si., dosen Program Studi (Prodi) Administrasi Keuangan dan Perbankan, Sekolah Vokasi UI. Sidang promosi doktor tersebut diselenggarakan pada Kamis (13/08/2026) di Gedung IASTH, Kampus UI Salemba.

Dalam sidang tersebut, Dede menyampaikan disertasi berjudul “Model Ekosistem Financial Technology Securities Crowdfunding Berkelanjutan: Konvergensi Pendanaan, Manajemen Risiko dan Integrasi Faktor Geografis sebagai Mediator Transmisi Spasial”. Penelitian ini berangkat dari perkembangan financial technology (fintech), khususnya Securities Crowdfunding (SCF), yang semakin dipandang sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan nonperbankan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kendati beroperasi melalui platform digital yang secara teoretis mampu menjangkau masyarakat tanpa dibatasi wilayah, pemanfaatan SCF di Indonesia masih dihadapkan pada persoalan kesenjangan spasial serta konsentrasi aktivitas pendanaan yang masih terpusat di Pulau Jawa.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital belum sepenuhnya menghapus pengaruh faktor geografis dalam proses pengambilan keputusan investasi. Dalam penelitian yang dilakukan Dede, kedekatan lokasi, pertalian personal, hubungan sosial, serta identitas budaya lokal tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi interaksi antara penerbit dan pemodal. Atas dasar itu, faktor geografis ditempatkan sebagai mediator yang menghubungkan aspek pendanaan dan manajemen risiko dengan kinerja ekosistem SCF.

Dengan menggunakan pendekatan Sequential Explanatory Mixed Methods, penelitian dilakukan melalui kombinasi analisis kuantitatif dan kualitatif. Pada tahap kuantitatif, penelitian melibatkan 110 pemodal pengguna SCF pada 18 penyelenggara yang telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara pada tahap kualitatif, Dede melakukan wawancara terhadap 20 narasumber yang merepresentasikan beragam aktor dalam ekosistem SCF. Pengumpulan data dilaksanakan di Jakarta, Depok, Bekasi, dan Pekanbaru, serta melalui penyebaran kuesioner secara elektronik kepada responden dari berbagai wilayah di Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendanaan dan manajemen risiko memberikan pengaruh positif terhadap penguatan ekosistem fintech SCF. Faktor geografis juga terbukti memiliki peran penting sebagai saluran transmisi spasial yang memediasi hubungan tersebut. Dalam pengujian kuantitatif, faktor geografis bahkan menunjukkan pengaruh yang kuat terhadap kinerja ekosistem SCF. Sementara itu, pendanaan, manajemen risiko, dan faktor geografis secara simultan mampu menjelaskan 66,1 persen variasi kinerja ekosistem yang diteliti.

Temuan mengenai hubungan antara teknologi, kepercayaan, risiko, dan karakter wilayah tersebut dinilai bersentuhan langsung dengan kondisi industri. Ketua Umum ALUDI sekaligus CEO Danamart, Patrick Gunadi, menilai topik disertasi Dede sangat relevan dengan pain point industri SCF. Menurut Patrick, pertumbuhan industri membutuhkan lebih dari kesiapan teknologi dan investor. Manajemen risiko, kepercayaan, kolaborasi pemangku kepentingan, serta strategi yang disesuaikan dengan identitas dan kekuatan masing-masing penyelenggara menjadi bagian penting untuk membangun industri yang kokoh. Ia berharap ekosistem SCF berkembang pesat dan semakin memperkuat daya saing UMKM Indonesia melalui dukungan permodalan yang kuat.

WhatsApp Image 2026 08 31 at 17.40.23

Dede menjelaskan, “Transformasi digital tidak serta-merta menghilangkan hambatan geografis dalam akses pendanaan. Kedekatan wilayah, hubungan sosial, komunitas, dan karakter budaya lokal masih memiliki peran dalam membangun kepercayaan pemodal. Karena itu, pengembangan SCF perlu didukung strategi berbasis wilayah dan komunitas, disertai manajemen risiko serta infrastruktur kepercayaan yang kuat agar akses pendanaan dapat semakin inklusif.” Berangkat dari temuan tersebut, Dede merekonstruksi Model Ekosistem Fintech SCF Berkelanjutan yang Terintegrasi Geografis (MEFS-TG). Model ini memperluas cakupan aktor dalam ekosistem SCF dengan memasukkan Lembaga Pemeringkat Kredit dan Dana Perlindungan Pemodal sebagai bagian dari trust infrastructure atau infrastruktur kepercayaan. Faktor geografis dalam model tersebut mencakup kedekatan lokasi, pertalian pribadi, komunitas, hingga budaya lokal.

Pendekatan itu mendapat apresiasi dari Dr. Diding S. Anwar, FMII., Ketua Komite Tetap Penjaminan, Perasuransian dan Dana Pensiun KADIN Indonesia Bidang Fiskal, Moneter dan Industri Keuangan. Ia menilai disertasi Dede memberikan perspektif strategis bagi pengembangan SCF berkelanjutan. Model K6P-SCF dan fondasi AIIB yang terdiri atas Adaptif, Integratif, Inklusif, dan Berkelanjutan dinilai berpotensi menjadi rujukan OJK dan pelaku industri untuk memperkuat kepercayaan, mitigasi risiko, pemerataan akses pendanaan, serta pengembangan UMKM dan koperasi hingga wilayah 3T.

Baca Juga

IMG 20261015 210157

Implementasikan Perbup 128/2026, Kwarran Pagerageung, Sukaresik, Kadipaten dan Jamanis Perkuat Peran Mabigus Melalui Kursus Orientasi dan Pelantikan Mabigus

15 October 2026
ruangdamai.id 3

Ruang Damai Ajak Orang Tua dan Sekolah Perkuat Literasi Digital Anak

15 October 2026
Ahmad Madani SMK Muhammadiyah 2 Malang

Sales Naik Kelas di SMK Muda Malang: Belajar Menjual Dimulai dari Memahami Manusia

14 October 2026
Ahmad Madani di SMK Telkom Malang

Saat Video Keren Tak Lagi Cukup untuk Menjadi Digital Marketer

14 October 2026

Model tersebut selanjutnya diperkuat melalui enam pilar K6P-SCF, yakni Infrastruktur, Kolaborasi, Inovasi, Skalabilitas, Kepatuhan, dan Sinergi. Keenam pilar itu berdiri di atas fondasi karakter AIIB, yaitu Adaptif, Integratif, Inklusif, dan Berkelanjutan. Kerangka tersebut dirancang sebagai panduan untuk mendorong pengembangan ekosistem SCF agar berlangsung secara lebih terstruktur, tangguh, sekaligus berkelanjutan.

Dari sisi regulasi, Herbet Salomo, mewakili regulator Pengaturan PPDP OJK, menilai penelitian tersebut memberi pemahaman lebih komprehensif mengenai kebutuhan pengembangan UMKM. Kebutuhan pendanaan, menurut Herbet, merupakan persoalan krusial yang turut menentukan arah kebijakan. SCF dapat menjadi salah satu alternatif pendanaan, sementara aspek pemodal, manajemen risiko, dan geografis yang dibahas Dede dapat membantu regulator dan pengambil kebijakan memahami hambatan serta merumuskan solusi yang lebih tepat sasaran.

Selain menghasilkan model preskriptif, penelitian Dede turut mengembangkan Indeks Maturitas Ekosistem SCF (IMES) sebagai instrumen untuk mengukur tahapan perkembangan ekosistem. Indeks tersebut membagi tingkat maturitas ke dalam empat fase, yaitu Pioneering, Expansion, Leadership, dan Self-Renewal. Instrumen ini diharapkan membantu regulator dan pelaku industri mengidentifikasi pilar yang masih perlu diperkuat sebelum ekosistem bergerak menuju tahap perkembangan yang lebih matang.

Direktur Keuangan Askrindo Syariah, Aviantono Yudihariadi, melihat pendekatan tersebut sebagai perspektif penting karena transformasi digital belum serta-merta menghapus kesenjangan wilayah. Ia berharap hasil penelitian dapat menjadi referensi bagi regulator dan industri keuangan untuk membangun ekosistem SCF yang lebih inklusif, adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan sekaligus memperluas akses pendanaan bagi UMKM di seluruh Indonesia.

Kebaruan penelitian Dede tercermin dalam tiga aspek utama, yakni pengembangan model ekosistem fintech SCF yang mengintegrasikan peran geografis secara multidimensi, pengembangan konstruk geografis multidimensi sebagai saluran transmisi spasial, serta penyusunan model preskriptif K6P-SCF dan fondasi AIIB yang dilengkapi metode pengukuran indeks maturitas. Secara praktis, model tersebut dapat menjadi kerangka bagi regulator dan pelaku industri dalam merancang pengembangan SCF yang lebih inklusif dari sisi geografis.

WhatsApp Image 2026 08 31 at 17.40.23 1 1

Penelitian tersebut juga menghasilkan rekomendasi berupa penguatan infrastruktur kepercayaan melalui sistem pemeringkatan kredit dan dana perlindungan pemodal, pengembangan strategi SCF berbasis wilayah dan komunitas, inkubasi UMKM calon penerbit di daerah melalui kolaborasi pemerintah daerah dan industri, serta perluasan jangkauan pemodal hingga tingkat regional dan global. Pendekatan tersebut diharapkan membantu mengurangi kesenjangan akses permodalan antara wilayah Jawa dan luar Jawa.

Relevansi penguatan pembiayaan itu turut disoroti Agus Subrata, Direktur Teknik PT Asuransi Perisai Listrik Nasional. Ia menilai SCF dapat membantu UMKM menjaga sustainability dan profitability melalui kemudahan akses pembiayaan. Namun, pengembangannya tetap membutuhkan dukungan pemerintah dan OJK agar tata kelola berjalan baik serta mitigasi risiko dapat dikendalikan.

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, penelitian ini turut mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 8, SDG 9, dan SDG 10 melalui perluasan akses layanan keuangan, pengembangan inovasi serta ekosistem keuangan digital, dan upaya mengurangi kesenjangan akses pendanaan antardaerah. Kerangka AIIB secara khusus diarahkan sebagai jembatan menuju pengurangan ketimpangan akses terhadap modal.

Direktur Utama PT Jamkrindo (Persero), Abdul Bari, menilai integrasi pendanaan, manajemen risiko, dan faktor geografis menjadi kontribusi penting dalam memperluas perspektif pengembangan pembiayaan digital. Ia berharap penelitian tersebut memberikan manfaat nyata bagi penguatan akses pembiayaan UMKM yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi digital.

Perspektif inklusi keuangan syariah disampaikan Loesdarwanto, Direktur Operasional sekaligus Plt. Direktur Keuangan, Umum dan SDM PT Jamkrindo Syariah. Ia menilai model yang dikembangkan Dede berpotensi menciptakan ekosistem SCF yang berkelanjutan secara ekonomi dan spasial sekaligus etis dan inklusif secara syariah, terutama untuk memperluas akses produk keuangan ke berbagai pelosok negeri.

Dunia pendidikan vokasi juga melihat peluang pemanfaatan hasil penelitian tersebut. Direktur Sekolah Vokasi Universitas Indonesia, Dr. Safrin Arifin, SKM., SSt., M.Sc., menilai SCF menuntut keterampilan nyata, mulai dari membaca risiko hingga menyiapkan keterbukaan informasi dan membantu UMKM memperoleh pendanaan. Temuan mengenai kepercayaan komunitas dan kedekatan sosial dinilai dapat dikembangkan menjadi materi ajar, praktik laboratorium fintech, dan kemitraan dengan industri keuangan.

Harapan pelaku industri keuangan dari wilayah paling timur Indonesia disampaikan Desty Pongsikabe, Direktur Utama Jamkrida Papua. Ia menilai hasil penelitian Dede dapat memberikan harapan baru bagi pembiayaan UMKM di daerah, khususnya wilayah terpencil seperti Papua. Ketika akses permodalan masih menjadi tantangan, Desty melihat SCF dapat menjadi salah satu solusi yang membuka jalur pembiayaan lebih luas bagi pelaku usaha di daerah.

Sidang promosi doktor tersebut dipimpin Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T. sebagai Ketua Penguji, dengan Prof. Ir. Bernardus Yuliarto Nugroho, Ph.D., MSM sebagai Promotor dan Dr. Nur Fatwa, S.E., M.M. sebagai Ko-Promotor. Tim penguji terdiri atas Lin Yola, S.T., M.T., Ph.D., Prof. Yudho Giri Sucahyo, S.Kom., Ph.D., CISA, CISM., Dr. David Ronald Tairas, S.S., S.E., M.M., Ibrahim Kholilul Rohman, S.E., M.S.E., Ph.D., Dr. Sofian Lusa, S.E., M.Kom., serta Dekar Urumsah, S.E., S.Si., M.Com.(IS), Ph.D.

Keberhasilan tersebut semakin memperkuat kontribusi Sekolah Vokasi UI dalam pengembangan keilmuan terapan di bidang keuangan, perbankan, dan transformasi digital berkelanjutan. Penelitian yang mempertemukan teknologi finansial, manajemen risiko, karakteristik geografis, dan kebutuhan pendanaan UMKM ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi regulator dan industri dalam membangun ekosistem SCF Indonesia yang lebih inklusif, terpercaya, dan berkelanjutan.

    Tags: CrowdfundingDr Dede SuryantoEkosistemFintechPendanaan UMKMPeran GeografisPromosi DoktoralSCFSecurities
    Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
    Kirim Berita Media Wanita
    Previous Post

    Rapat Penyusunan Data Kegiatan Penanganan Akses Reforma Agraria Tahun Anggaran 2026

    Next Post

    MIS Ar-Raudhotun Nur Hadirkan Program MIRUN, Gerakan Miceun Runtah untuk Wujudkan Lingkungan Madrasah Bersih dan Peduli Lingkungan

    Redaksi Suara Muda

    Redaksi Suara Muda

    Related Posts

    IMG 20261015 210157

    Implementasikan Perbup 128/2026, Kwarran Pagerageung, Sukaresik, Kadipaten dan Jamanis Perkuat Peran Mabigus Melalui Kursus Orientasi dan Pelantikan Mabigus

    15 October 2026
    ruangdamai.id 3

    Ruang Damai Ajak Orang Tua dan Sekolah Perkuat Literasi Digital Anak

    15 October 2026
    Ahmad Madani SMK Muhammadiyah 2 Malang

    Sales Naik Kelas di SMK Muda Malang: Belajar Menjual Dimulai dari Memahami Manusia

    14 October 2026
    Ahmad Madani di SMK Telkom Malang

    Saat Video Keren Tak Lagi Cukup untuk Menjadi Digital Marketer

    14 October 2026
    Next Post
    439007 11zon

    MIS Ar-Raudhotun Nur Hadirkan Program MIRUN, Gerakan Miceun Runtah untuk Wujudkan Lingkungan Madrasah Bersih dan Peduli Lingkungan

    Perwakilan PKK Desa Sedayu didampingi mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 173 saat menuangkan lilin cair ke dalam cetakan.(Foto: Dok. KKN)

    JELITA: KKN UIN Walisongo Posko 173 Sulap Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bersama PKK Desa Sedayu

    nisrina1

    Banggakan Madrasah! Murid MAPK MAN 1 Yogyakarta Raih Juara Lomba Cover Song Nasional MAPK FAIR Solo

    Alzena2

    Gagasan Perdamaian Bawa Murid MAN 1 Yogyakarta Juara 2 Esai Nasional MAPK Fair 2026

    Dinda

    Raih Juara 3 Nasional, Murid MAN 1 Yogyakarta Buktikan Kreativitas di MAPK Fair 2026

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 10 15 at 7.57.27 PM

    GALAKSI MAN 1 Yogyakarta Gelar Latihan Rutin Bertema “Apa itu Narkoba?”

    15 October 2026
    Screenshot

    Penerapan Manajemen Risiko Perbankan dalam Menjaga Stabilitas Keuangan dan Meningkatkan Kepercayaan Nasabah

    15 October 2026
    Sumber: Generated by AI

    Pujian yang Mematikan Kritik: Ketika Budaya “Kita Sudah Seperti Keluarga” Menghambat Komunikasi Profesional

    15 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 15 at 21.16.38

    Analisis Kesenjangan Dan Pemilihan Strategi Umum Dalam Menghadapi Persaingan Bisnis

    15 October 2026
    IMG 20261015 210157

    Implementasikan Perbup 128/2026, Kwarran Pagerageung, Sukaresik, Kadipaten dan Jamanis Perkuat Peran Mabigus Melalui Kursus Orientasi dan Pelantikan Mabigus

    15 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 15 at 15.37.41 300kb

    Penguatan Reintegrasi Sosial, Lapas Mojokerto Gelar Sidang TPP, Bahas Usulan Integrasi Warga Binaan

    15 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    PS DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita