Tangerang – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melalui Program Hibah Riset Pembangunan Daerah (RISDA) Tahun 2026 melaksanakan penelitian berjudul “Integrasi Valuasi Ekonomi Mangrove dalam Tata Kelola Wilayah Pesisir Berkelanjutan Kabupaten Tangerang.” Penelitian ini dilakukan sebagai upaya menghasilkan kajian berbasis bukti yang dapat mendukung pengelolaan ekosistem mangrove dan tata kelola wilayah pesisir secara berkelanjutan. Penelitian memperoleh pendanaan melalui Program Hibah Penelitian Internal UPN “Veteran” Jakarta Tahun 2026.
Penelitian dilaksanakan di Desa Muara, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, yang merupakan salah satu wilayah pesisir dengan potensi ekosistem mangrove. Kawasan ini memiliki fungsi ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat, antara lain sebagai habitat berbagai biota perairan, pelindung wilayah pesisir dari abrasi, penyerap karbon, serta pendukung aktivitas perikanan dan ekowisata.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memasukkan nilai ekonomi jasa ekosistem mangrove dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan. Selama ini, pengelolaan wilayah pesisir masih menghadapi tantangan berupa tekanan pembangunan, pencemaran, alih fungsi lahan, serta degradasi habitat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa konservasi mangrove perlu didukung oleh pendekatan ekonomi agar manfaat ekologis yang dihasilkan dapat diperhitungkan dalam pembangunan daerah.
Untuk mengetahui besarnya manfaat tersebut, tim peneliti menggunakan pendekatan Total Economic Value (TEV). Pendekatan ini mengukur berbagai manfaat ekosistem mangrove, baik manfaat yang diperoleh secara langsung maupun tidak langsung, serta nilai keberadaan ekosistem bagi masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan data sekunder dengan melibatkan 71 responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Desa Muara memiliki Total Economic Value (TEV) sebesar Rp31.271.647.536 per tahun, atau sekitar Rp416.952.701 per hektare per tahun. Nilai tersebut menggambarkan besarnya kontribusi ekonomi yang dihasilkan oleh ekosistem mangrove sekaligus menunjukkan bahwa mangrove merupakan aset penting bagi keberlanjutan wilayah pesisir.
Komponen terbesar berasal dari nilai manfaat penghasil ikan tangkap, yaitu sebesar Rp25.492.377.600 per tahun atau sekitar 81,52 persen dari total nilai ekonomi. Temuan ini menunjukkan kuatnya keterkaitan antara keberadaan ekosistem mangrove dengan aktivitas perikanan dan wisata memancing di kawasan pesisir. Mangrove berperan sebagai habitat dan tempat berkembangnya berbagai jenis biota perairan yang kemudian memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Selain perikanan, penelitian menemukan bahwa mangrove memberikan manfaat ekonomi melalui fungsi perlindungan pantai. Nilai manfaat mangrove sebagai pemecah ombak dan pelindung alami wilayah pesisir diperkirakan mencapai Rp3,45 miliar per tahun. Fungsi tersebut menunjukkan bahwa mangrove dapat dipandang sebagai bentuk green infrastructure yang membantu mengurangi risiko abrasi dan kerusakan wilayah pesisir.
Sementara itu, manfaat ekowisata mangrove diperkirakan mencapai Rp2.124.240.888 per tahun. Aktivitas wisata di kawasan tersebut tidak hanya memberikan manfaat rekreasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui kegiatan wisata memancing, penyewaan perahu, penjualan perlengkapan memancing, serta aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan mangrove.
Penelitian juga menghitung manfaat mangrove sebagai penyerap karbon sebesar Rp36.600.000 per tahun dan nilai keberadaan (existence value) sebesar Rp168.429.048 per tahun. Nilai keberadaan mencerminkan kesediaan masyarakat untuk mempertahankan keberadaan ekosistem mangrove sebagai aset lingkungan, meskipun manfaatnya tidak selalu diperoleh secara langsung.
Tidak berhenti pada penghitungan nilai ekonomi, penelitian UPNVJ juga melakukan Policy Gap Analysis untuk melihat sejauh mana hasil valuasi ekonomi mangrove telah terintegrasi dalam kebijakan pengelolaan wilayah pesisir Kabupaten Tangerang. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil TEV dengan substansi berbagai dokumen kebijakan dan perencanaan wilayah pesisir.
Hasil analisis menunjukkan masih terdapat kesenjangan dalam pemanfaatan informasi nilai ekonomi jasa ekosistem mangrove sebagai dasar perencanaan, penganggaran, dan evaluasi kebijakan. Kebijakan yang ada telah mencakup aspek pengaturan ruang, rehabilitasi kawasan, pengendalian abrasi, dan pengembangan ekonomi pesisir, tetapi nilai ekonomi jasa ekosistem mangrove belum secara eksplisit menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan dan konservasi.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan pentingnya mengintegrasikan valuasi ekonomi mangrove ke dalam tata kelola wilayah pesisir. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam menentukan prioritas kebijakan dengan mempertimbangkan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis yang dihasilkan oleh ekosistem mangrove.
Ketua tim peneliti, Khusnul Khatimah, S.P., M.Si., bersama tim peneliti UPNVJ menempatkan penelitian ini sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan kajian yang relevan bagi pembangunan daerah. Penelitian juga melibatkan mahasiswa dalam proses penelitian sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dan pengalaman penelitian lapangan.
Melalui Program RISDA Tahun 2026, UPNVJ terus mendorong penelitian yang tidak hanya menghasilkan kontribusi akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat praktis bagi pemerintah dan masyarakat. Hasil penelitian mengenai valuasi ekonomi mangrove Desa Muara diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan dalam mewujudkan tata kelola wilayah pesisir yang berkelanjutan, berbasis bukti, serta mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi, konservasi lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Penulis:
Khusnul Khatimah, S.P., M.Si.























