LAMONGAN, 3 November 2026 – Angin segar kebangkitan sepak bola Lamongan sedang bertiup kencang. Semangat Pantang Mundur Laskar Joko Tingkir tengah berada di puncak euforia. Setelah sukses menggilas Persipura Jayapura dengan skor meyakinkan 3-1 sekaligus mengukuhkan posisi di puncak klasemen sementara Grup Wilayah Timur Championship, Persela Lamongan tidak memiliki waktu untuk berpuas diri.
Tantangan baru segera menanti. Skuad asuhan Bima Sakti akan segera bertransisi fokus ke ajang League Cup 2026/2027. Pada laga pembuka Round 1 Grup I, Persela akan menjamu tim tangguh dari Jawa Tengah, Persijap Jepara.
Duel yang menyatukan dua tim berjuluk “Laskar” ini—Laskar Joko Tingkir dan Laskar Kalinyamat—dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 November 2026, pukul 19.30 WIB di markas keramat, Stadion Surajaya, Lamongan.
Benturan Dua Karakter Laskar
Pertandingan ini bukan sekadar laga persahabatan atau uji coba, melainkan laga kompetitif bergengsi dalam format League Cup. Ini adalah duel antara dua tim yang memiliki mentalitas pejuang.
Persela Lamongan datang dengan modal psikologis yang sempurna.
Kemenangan atas Persipura bukan hanya soal tiga angka, melainkan soal kembalinya ketajaman lini depan. Penampilan Dendy Sulistyawan yang sukses mencetak brace (dua gol) menjadi sinyal bahaya bagi lawan manapun. Dendy, yang didukung oleh kreativitas lini tengah, diprediksi akan kembali menjadi ujung tombak utama Bima Sakti untuk membongkar pertahanan tamu.

Di sisi lain, Persijap Jepara bukanlah tumbal yang mudah. Laskar Kalinyamat datang membawa reputasi sebagai tim yang tangguh. Sebelumnya, mereka berhasil memaksa Persebaya Surabaya berbagi angka di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo (GBK). Hasil imbang melawan Bonek tersebut membuktikan bahwa soliditas pertahanan dan efisiensi serangan balik Persijap patut diperhitungkan.
Pesta Bola di Kota Nasi
Laga ini akan berlangsung pada Selasa malam, 3 November 2026. Stadion Surajaya diprediksi akan penuh sesak. Atmosfer magis Surajaya yang dikenal sebagai “neraka” bagi tim tamu diharapkan kembali menyala, kali ini untuk mendukung Persela sekaligus menyambut saudara dari Jepara.
Ujian Bagi Pemain Lokal dan Strategi Piala
Mengapa laga ini sangat krusial? Selain faktor gengsi daerah, League Cup 2026/2027 memiliki regulasi khusus yang menjadi sorotan: pembatasan jumlah pemain asing.
Dalam kompetisi ini, klub hanya diperkenankan memainkan maksimal tiga pemain asing. Hal ini menjadikan League Cup sebagai panggung pembuktian bagi pemain lokal.
1. Bagi Persijap: Ini adalah momentum “Dari Jepara untuk Jepara”. Pelatih Persijap diprediksi akan memberikan menit bermain lebih banyak bagi talenta muda lokal Jepara untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level profesional tanpa harus selalu bergantung pada kaki asing.
2. Bagi Persela: Ini adalah ujian kedalaman skuad (squad depth). Bima Sakti perlu memastikan bahwa pemain pelapis atau pemain lokal lamongan memiliki kualitas yang mumpuni untuk menjaga konsistensi performa di berbagai kompetisi yang padat.
Analisis Taktik dan Jalannya Pertandingan
Secara taktik, laga ini diprediksi akan menyajikan pola Attack vs Counter-Attack.
* Persela (Dominasi Penguasaan Bola): Bermain di kandang, Persela akan mengambil inisiatif menekan sejak menit awal. Lini tengah akan bekerja keras untuk memutus aliran bola Persijap dan membanjiri kotak penalti dengan umpan-umpan silang atau terobosan, memanfaatkan kecepatan Dendy Sulistyawan.
* Persijap (Transisi Cepat): Laskar Kalinyamat kemungkinan akan bermain lebih sabar, membiarkan Persela mendominasi bola, lalu melancarkan serangan kilat melalui sayap-sayap mereka. Kedisiplinan lini belakang Persijap akan menjadi kunci untuk menahan gempuran awal tuan rumah.
Faktor penentu lainnya adalah set-piece (bola mati) dan kondisi fisik, mengingat padatnya jadwal kompetisi di akhir tahun 2026 ini.
Dimensi Persaudaraan: Jepara-Lamongan Seduluran Selawase
Di luar rivalitas 90 menit di atas lapangan, ada narasi indah yang dibangun oleh kedua suporter. Mengingat kedekatan geografis dan budaya antara Lamongan dan Jepara, laga ini menjadi simbol persaudaraan.
Menjelang laga, perwakilan LA Mania telah menggelar pertemuan hangat dengan perwakilan Jetman, BANASPATI, dan Curva Nord Syndicate (CNS) di Sekretariat LA Mania. Kesepakatan penting telah tercapai:
1. Sambutan Hangat: LA Mania berkomitmen menjamu suporter tamu dengan penuh hormat dan kekeluargaan.
2. Keamanan Kondusif: Kedua belah sepakat menjaga situasi agar tetap kondusif, menjauhi provokasi, dan fokus pada dukungan kreatif di dalam stadion.
3. Koreografi Damai: Suporter kedua tim akan menampilkan dukungan yang menghibur, bukan mengintimidasi.
Semangat “Jepara-Lamongan Seduluran Selawase” menjadi pengingat bahwa meski berbeda warna jersey, ikatan persaudaraan di antara kedua daerah ini tak lekang oleh waktu.
Saatnya Surajaya Bergemuruh
Bagi Persela, ini adalah kewajiban untuk menang demi menjaga momentum. Bagi Persijap, ini adalah kans untuk mengejutkan tuan rumah dan membuktikan kualitas pemain lokal mereka.
Masyarakat Lamongan dan LA Mania diminta untuk segera memenuhi tiket dan memadati tribun Stadion Surajaya. Mari kita saksikan duel dua Laskar, nikmati kualitas sepak bola, dan rayakan persaudaraan yang abadi.
Menang di Lapangan, Menang dalam Persaudaraan!





















