Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Kirim Berita Media Wanita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Sorot

Pilu di Balik Sengketa Tanah dan Bangunan

Tolong Hormati Proses Hukum yang berjalan

Redit 9889 by Redit 9889
1 May 2025
in Sorot
A A
0
Sidang masih berlangsung, tapi adanya gangguan dari pihak OKNUM

Sidang masih berlangsung, tapi adanya gangguan dari pihak OKNUM

855
SHARES
1.2k
VIEWS

“Benar dan salah itu seperti rasa, bisa berubah tergantung siapa yang sedang ‘membayar’ pandangan, pembelaan dari orang-orang terdekat, serta hubungan dan rasa hormat dari lingkaran sosial. Uang memang ajaib, bahkan bisa mengubah keyakinan menjadi oportunisme dan mengikis nilai-nilai yang dulu dijunjung tinggi.”

Sebagai seorang pengamat yang mengikuti perkembangan sejumlah kasus sengketa properti, hati saya kembali terusik oleh sebuah cerita yang menggambarkan betapa sulitnya perjuangan mencari keadilan, bahkan ketika proses hukum tengah berjalan. Kali ini, sorotan tertuju pada sebuah keluarga yang tengah gigih memperjuangkan haknya atas sebuah bangunan yang menurutnya telah dilelang secara tidak semestinya.

Bayangkan kepedihan seorang ibu yang harus berhadapan dengan kekuatan besar institusi perbankan, kantor lelang negara (KPKNL), dan bahkan badan pertanahan. Gugatan perdata yang ia ajukan adalah luapan dari ketidakadilan yang dirasakannya. Rumah yang seharusnya bernilai miliaran rupiah, tiba-tiba berpindah tangan melalui proses lelang dengan harga yang jauh di bawah perkiraan, hanya sebagian kecil dari nilai sebenarnya.  Menurut informasi yang saya himpun, proses lelang ini diselimuti ketidakjelasan dan dugaan adanya campur tangan pihak-pihak lain. Tentu, sebagai orang awam, kita sulit membayangkan betapa frustrasinya menghadapi situasi seperti ini, di mana aset berharga yang mungkin menjadi tumpuan hidup, tiba-tiba terlepas dengan cara yang dipertanyakan.

Ironi dalam kasus ini terasa begitu pahit dan berlapis. Di tengah perjuangan seorang ibu mencari keadilan di ruang pengadilan, para anak kost justru menyatakan ketidakpedulian mereka terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Namun, kontradiksi mencuat ketika tersiar kabar bahwa beberapa di antara mereka katanya sampai bertanya kepada tujuh pengacara berbeda, sebuah tindakan yang jelas menunjukkan keterlibatan aktif, alih-alih sikap acuh tak acuh. Lebih menyakitkan lagi, ketika penjelasan mengenai situasi sulit yang dihadapi pemilik kost diberikan, respons yang diterima justru penolakan dan tuntutan tunggal: air harus mengalir, seolah mengabaikan akar permasalahan yang lebih dalam. Bahkan, pengorbanan anak ibu kost yang memilih untuk menunda pendidikannya demi membantu mengatasi masalah para penghuni, seolah tak berbekas. Namun, ironi mencapai puncaknya bukankah ini justru menggambarkan betapa tidak tahu dirinya sebagian penghuni kost, yang hanya peduli pada kepentingan sesaat tanpa menghiraukan pengorbanan dan kesulitan orang lain yang telah menyediakan tempat tinggal bagi mereka, dan juga saya saksi pertemuan oknum-oknum dengan pihak pemilik kost, kenapa pemilik kost dituduh melakukan provokator dalam grup kost, apakah artinya ada musuh dalam selimut  ? Di tengah situasi yang absurd ini, intimidasi dan provokasi terhadap penghuni lain yang mungkin bersimpati pada pemilik kost semakin memperkeruh suasana, menciptakan ketidaknyamanan.

Di tengah upayanya yang tulus menyediakan hunian layak dan terjangkau, hati seorang ibu pemilik kost kini terluka dan terancam oleh tindakan para penghuni yang justru berbalik mengancam dan menuduhnya dengan keji. Lebih dari sekadar kehilangan mata pencaharian yang menjadi tumpuan hidupnya, ancaman ini merenggut harapan buah hati sang pemilik kost untuk melanjutkan pendidikan tinggi, sebuah mimpi yang kini terbayang pupus akibat keegoisan dan fitnah yang disebarkan. Sungguh ironis, ketika pihak luar yang tidak memahami duduk permasalahan justru turut memperkeruh suasana, alih-alih mendukung seorang ibu yang tengah berjuang mempertahankan kehidupannya dan masa depan anak-anaknya dari kesewenang-wenangan dan tuduhan tak berdasar. Bukankah seharusnya kita berpihak pada keadilan dan kemanusiaan, membela seorang ibu yang terdzalimi dan anak-anaknya yang terancam masa depannya, daripada membiarkan kebohongan dan kebencian merajalela? Mungkin tulisan saya hanya berfokus ke keluarga pemilik kost, karena kami memiliki bukti-bukti yang akurat, bahkan rekaman suara maupun video ada.

Baca Juga

IMG 20260413 221809 480

Dua tahun tanpa penahanan, kasus korupsi Rp151 miliar di Lamongan jadi sorotan publik

14 April 2026
2 2

Bangunan Ambruk di Banjarmasin

1 April 2026
IMG 20250121 WA0005

Pelajar SMKN 5 Palembang Berusia 17 Tahun Temukan Celah Keamanan di Situs Pemerintah, Miliki 10 Sertifikat IT Internasional

14 March 2026
IMG 20260226 172404 214

Ada apa dengan Lamongan?Yak Widhi Hadiri Panggilan Kedua KPK, Tegaskan Komitmen Bersihkan Lamongan dari Korupsi

27 February 2026

Sungguh ironis dan menyakitkan ketika saya dan tim mendengar kabar bahwa ada pihak penghuni kost ingin melaporkan ibu dan anak pemilik kost ke pihak berwajib, dan juga adanya ancaman ingin main hakim sendiri, bahkan dari pihak penghuni lain juga mengatakan WAJAR. Apakah berarti NYAWA MANUSIA TIDAK ADA HARGANYA, UNTUK YANG LUPA ATAU TIDAK PERNAH MENDENGAR BERITA pada 6 Juni 2024 bos rental tewas di massa, tanggal 2 (dua) mei 2023 di Sukabumi 10 orang menjadi TERSANGKA karena  main hakim sendiri dan mengakibatkan sang korban MENINGGAL DUNIA dan baru di ketahui beberapa waktu kemudian bahwa SANG KORBAN yang di TUDUH MENCURI tidak melakukan pencurian sama sekali. Apakah kalian tidak belajar dari semua kasus main hakim sendiri ?  Kebanyakan orang hanya ingin mendengar apa yang mereka mau dengar baik itu benar ataupun salah.

Itikad baik pemilik kost untuk bertanggung jawab atas kebutuhan air, justru tersiar kabar yang mengecewakan, alih-alih menunjukkan timbal balik yang positif, beberapa anak kost dilaporkan enggan membayar kewajiban mereka, bahkan ada yang dikabarkan telah menyatakan keluar namun nyatanya masih menempati kamar. Tindakan ini jelas menunjukkan ketidakjujuran dan penyalahgunaan kepercayaan, menciptakan ketidakadilan yang nyata bagi pemilik kost yang telah berupaya memenuhi tanggung jawabnya.  Bagaimana mungkin kita menuntut hak tanpa memenuhi kewajiban? Bagaimana mungkin mencari-cari kesalahan orang lain bahkan persoalan dimasa lalu yang tidak diketahui benar/tidaknya kabar tersebut, sementara kita sendiri tidak berintegritas? Lebih jauh lagi, hilangnya empati terlihat jelas dalam ketidakpedulian terhadap kesulitan yang dihadapi pemilik kost dan keluarganya. Dan yang tak kalah penting untuk direnungkan adalah menjaga lisan; tuduhan tak berdasar dan kata-kata kasar hanya akan memperkeruh suasana dan melukai hati. Kebenaran harus ditegakkan, dan sangat jelas bahwa ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi, mengabaikan etika dan rasa hormat kepada pemilik kost yang seharusnya mereka hargai. Ini bukan lagi sekadar masalah air, tetapi masalah fondasi moral yang seharusnya menjadi landasan interaksi sosial kita: kejujuran dalam bertindak, tanggung jawab atas kewajiban, empati dalam merasakan, dan kebijaksanaan dalam menjaga lisan. Mari kita renungkan, tindakan siapa yang sebenarnya mencerminkan itikad tidak baik dalam situasi ini?

Saya berharap, semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan, sungguh ironis jika di negara yang menjunjung tinggi hukum, masih terjadi tindakan-tindakan yang justru merusak esensi dari keadilan itu sendiri. Sebagai seorang yang menyaksikan dari luar, hati saya iba melihat keluarga ini berjuang, dan saya harap para penghuni kost untuk memakai akal sehat, karena apa yang kalian bicarakan dan takutkan, saya bersama beberapa teman menjadi saksi perjuangan pemilik kost untuk membuktikan bahwa ini hanya AKAL-AKALAN dan semua hanya karena UANG. Semoga artikel ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa keadilan harus diperjuangkan tanpa intimidasi dan gangguan dari pihak manapun. Mari kita kawal bersama agar setiap warga negara dapat merasakan keadilan yang sesungguhnya.

Kisah ini sekali lagi mengingatkan kita bahwa mencari keadilan di negeri ini seringkali tidaklah mudah. Proses hukum yang seharusnya menjadi pelindung terakhir bagi warga negara, terkadang harus dihadapkan pada tantangan dari pihak-pihak yang mungkin memiliki kepentingan lain. Saya berharap, melalui proses persidangan yang sedang berjalan, kebenaran akan terungkap dan keadilan akan berpihak pada ibu yang sedang berjuang ini. Lebih dari itu, saya juga berharap agar pihak-pihak yang melakukan gangguan dapat menghentikan tindakannya dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. 

    Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
    Kirim Berita Media Wanita
    Previous Post

    Implementasi Pancasila dalam Era Komunkasi Digital

    Next Post

    Separuh Interactive Ungkap Detail Terbaru Agni: Village of Calamity

    Redit 9889

    Redit 9889

    Related Posts

    IMG 20260413 221809 480

    Dua tahun tanpa penahanan, kasus korupsi Rp151 miliar di Lamongan jadi sorotan publik

    14 April 2026
    2 2

    Bangunan Ambruk di Banjarmasin

    1 April 2026
    IMG 20250121 WA0005

    Pelajar SMKN 5 Palembang Berusia 17 Tahun Temukan Celah Keamanan di Situs Pemerintah, Miliki 10 Sertifikat IT Internasional

    14 March 2026
    IMG 20260226 172404 214

    Ada apa dengan Lamongan?Yak Widhi Hadiri Panggilan Kedua KPK, Tegaskan Komitmen Bersihkan Lamongan dari Korupsi

    27 February 2026
    Next Post
    Separuh Interactive

    Separuh Interactive Ungkap Detail Terbaru Agni: Village of Calamity

    e373fd17 7e08 405f 842e 862903bd5e39

    Dukung UMKM & Ekonomi Kreatif, POP Competition 2025 Tantang Generasi Muda Unjuk Strategi PR Terbaik

    IMG 8268

    Pancasila dan Komunikasi: Pilar Kebhinekaan dalam Kehidupan Berbangsa

    Rapat Kerja Komisi III Bersama Mitra Kerja.dprdpalembang kotapalembang rapatkerjakomisi 2

    Rubi Support Pull, Keputusan Walikota Palembang akan memecat oknum Pol PP dan Dishub yang bermain-main dan membekingi

    Gibas Dki Jakarta Hadiri Hala Bihalal Dan Silaturahmi Forum Lintas Ormas

    Gibas Dki Jakarta Hadiri Hala Bihalal Dan Silaturahmi Forum Lintas Ormas

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta
    Berita Utama

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    by tondosusanto
    24 April 2026
    0

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta Rupiah. Perusahaan...

    Read moreDetails
    WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1

    Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

    23 January 2026
    WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

    Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

    20 January 2026
    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    29 December 2025
    Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

    WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

    9 December 2025
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 04 27 at 21.14.48 1

    Prestasi Membanggakan, Pegawai Lapas Mojokerto Raih Penghargaan Petugas Berprestasi Pada Hbp Ke-62

    27 April 2026
    IMG 6132

    Lapas Arga Makmur Ikuti Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Penuh Khidmat dan Semangat Kebersamaan

    27 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 27 at 16.26.26 2

    Lapas Arga Makmur Gandeng Dukcapil, Laksanakan Perekaman Data Kependudukan bagi WBP

    27 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 27 at 18.45.34

    Lapas Mojokerto Gandeng Dukcapil, Pastikan Hak Adminduk Warga Binaan Terpenuhi

    27 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 27 at 16.50.17

    Momen Haru Iringi Pisah Sambut 9 Pegawai Lapas Mojokerto, Dari Purna Tugas Hingga Mutasi Jabatan Strategis

    27 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 27 at 14.56.48

    Partisipasi Bapas Bengkulu dalam Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

    27 April 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan TONNY NAINGGOLAN
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Account
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita