Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menjalin sinergi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto dalam rangka menindaklanjuti arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya poin ke-10 tentang pemasaran produk hasil karya warga binaan melalui koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini dilaksanakan untuk merencanakan program pelatihan keterampilan sebagai bekal warga binaan setelah kembali ke masyarakat, Selasa (13/10/2026).
Kedatangan jajaran Lapas Mojokerto diterima langsung oleh Kepala UPT Balai Latihan Kerja Mojokerto, Devi Puspita Sari. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan warga binaan, mulai dari peningkatan keterampilan kerja hingga pengembangan potensi usaha yang dapat mendukung kemandirian setelah menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa sinergi dengan BLK Mojokerto diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan yang bermanfaat. “Kami ingin memastikan warga binaan mendapatkan bekal keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah bebas. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat mengembangkan program pelatihan yang tepat sasaran sekaligus mendukung pemasaran hasil karya warga binaan melalui koperasi dan UMKM,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala UPT BLK Mojokerto, Devi Puspita Sari, menyambut baik rencana sinergi tersebut. ”Kedepan, kedua pihak akan merencanakan program pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan warga binaan untuk meningkatkan kompetensi, menumbuhkan kemandirian, serta memperluas peluang usaha dan kerja,”jelasnya.
Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan guna mendukung reintegrasi sosial dan pelaksanaan 15 Program Aksi Kemenimipas.





















