Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu terus mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular melalui kegiatan edukasi kesehatan dan skrining bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Selasa (13/10)
Pada Selasa kegiatan yang berlangsung di Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Bengkulu berfokus pada penyuluhan mengenai penyakit hepatitis yang diberikan oleh Yayasan Teduh, serta pelaksanaan skrining kesehatan bagi warga binaan dari blok pidana umum (Pidum).
Penyuluhan hepatitis menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai penyakit tersebut, termasuk pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan upaya pencegahan penularan. Melalui edukasi ini, warga binaan diharapkan semakin memahami pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyampaikan bahwa edukasi dan pemeriksaan kesehatan merupakan bagian penting dari pemenuhan hak kesehatan warga binaan.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pemenuhan hak kesehatan warga binaan melalui edukasi, pemeriksaan, dan kerja sama dengan instansi terkait. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran warga binaan untuk menjaga kesehatan serta mendorong deteksi dini terhadap penyakit menular, termasuk hepatitis,” ujar Julianto.
Selain penyuluhan, skrining kesehatan juga dilaksanakan bagi warga binaan dari blok Pidum. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian skrining kesehatan yang berlangsung pada 12–13 Oktober 2026, sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit menular, termasuk HIV, sifilis, hepatitis, dan malaria.
Lapas Kelas IIA Bengkulu mendukung pelaksanaan kegiatan ini melalui sinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dan Yayasan Teduh. Kolaborasi tersebut menjadi wujud perhatian terhadap pemenuhan hak kesehatan warga binaan sekaligus mendukung pelayanan kesehatan yang berkesinambungan di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui edukasi dan skrining kesehatan, Lapas Bengkulu berharap kesadaran warga binaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Bengkulu dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, humanis, dan mendukung pemenuhan hak dasar setiap warga binaan.



















