Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus memberikan dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan spiritual Warga Binaan melalui pelaksanaan ibadah tutup usbu bagi Warga Binaan beragama Kristen di Gereja Ebenhaezer Lapas Bandanaira, Sabtu (17/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan memperkuat keimanan serta membentuk karakter Warga Binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, mengatakan bahwa ibadah tutup usbu menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, mendengarkan firman-Nya, serta merefleksikan diri selama menjalani masa pembinaan.
”Melalui pesan-pesan rohani yang disampaikan, Warga Binaan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki perilaku, mengembangkan sikap positif, dan menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, ” harap Rustam.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan, Icat, mengungkapkan bahwa ibadah tutup usbu menjadi kesempatan untuk memperoleh penguatan rohani dan ketenangan selama menjalani masa pembinaan. Kegiatan ini juga mengingatkannya untuk tetap memiliki harapan dan berusaha memperbaiki diri.
”Melalui ibadah ini, saya diingatkan untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjalani masa pembinaan dengan lebih baik. Saya berharap dapat terus belajar, memperbaiki diri, dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam mendukung perubahan perilaku dan pembentukan karakter Warga Binaan. Menurutnya, kegiatan ibadah diharapkan dapat memberikan penguatan moral sekaligus menumbuhkan motivasi bagi Warga Binaan untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.
”Pembinaan kerohanian menjadi salah satu upaya kami untuk membantu Warga Binaan memperkuat iman dan membangun kesadaran diri. Kami berharap melalui kegiatan ibadah ini, mereka dapat mengambil nilai-nilai positif, memperbaiki diri, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan yang lebih baik,” harap Samad.
Pelaksanaan ibadah tutup usbu ini menjadi wujud komitmen Lapas Bandanaira dalam mendukung kebebasan beribadah serta memberikan pembinaan yang memperhatikan aspek spiritual Warga Binaan. Dukungan terhadap kegiatan keagamaan diharapkan dapat menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis dan kondusif.
Melalui pembinaan kerohanian yang berkelanjutan, Lapas Bandanaira berharap Warga Binaan dapat semakin memperkuat keimanan, menumbuhkan perilaku positif, serta memiliki bekal moral dan spiritual untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana. (Humas/Ulan)




















