Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menjalani verifikasi lapangan secara virtual dalam rangka penilaian Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Madya Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat budaya integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, Selasa (20/10).
Verifikasi dilaksanakan secara daring bersama Tim Penilai dari Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), yang terdiri atas Raden Bagus Wasito U., Wahyu Iriani, Riza Nugraheni, Muhammad Hadi Santoso, Yeyen Srie Susilowaty, dan Junita Aristiati. Melalui pertemuan virtual tersebut, tim penilai melakukan pendalaman terhadap penerapan budaya integritas di Lapas Mojokerto, termasuk pelaksanaan tugas dan fungsi, penyelenggaraan pelayanan publik, serta komitmen jajaran dalam mewujudkan tata kelola yang profesional dan akuntabel.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, bersama Tim Zona Integritas (ZI) Lapas Mojokerto mengikuti kegiatan dengan memaparkan berbagai upaya yang telah dilaksanakan dalam membangun budaya integritas. Pemaparan dilakukan melalui forum virtual untuk menjelaskan komitmen pimpinan dan pegawai, penerapan standar operasional prosedur, serta upaya memberikan pelayanan yang transparan dan sesuai ketentuan kepada masyarakat maupun warga binaan.
Selain pemaparan, proses verifikasi juga mencakup pendalaman informasi melalui wawancara dengan petugas dan warga binaan. Melalui sesi tersebut, tim penilai menggali penerapan nilai-nilai integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari serta memastikan pelayanan dan pembinaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Pelaksanaan secara virtual menjadi sarana bagi tim penilai untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan budaya integritas di Lapas Mojokerto.
Arifin Akhmad menyampaikan bahwa verifikasi lapangan menjadi momentum bagi Lapas Mojokerto untuk menunjukkan komitmen nyata dalam membangun budaya integritas sekaligus mengevaluasi pelaksanaan tugas dan pelayanan. “Bagi kami, integritas bukan sekadar pemenuhan dokumen penilaian, melainkan harus diwujudkan melalui sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kualitas pelayanan sehari-hari. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat budaya kerja yang profesional, transparan, dan akuntabel demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memenuhi hak-hak warga binaan,” ujar Arifin.
Senada, perwakilan Tim Penilai Mandiri dari Inspektorat Jenderal, Raden Bagus Wasito, menyampaikan bahwa verifikasi lapangan menjadi kesempatan untuk melihat pelaksanaan pelayanan dan menggali informasi langsung dari petugas maupun penerima layanan.
“Verifikasi lapangan memberikan kesempatan kepada tim penilai untuk melihat pelaksanaan pelayanan serta menggali informasi dari petugas dan penerima layanan. Kami berharap komitmen pembangunan budaya integritas terus diterapkan secara konsisten sehingga tercermin dalam profesionalisme petugas, transparansi proses pelayanan, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” ungkap Bagus.
Sementara itu, kepuasan dirasakan pengguna layanan, HH disampaikan saat berkunjung menemui keponakannya yang sedang menjalani pembinaan, AM. “Lapas Mojokerto mempermudah kami yang dari luar kota datang sesuai sesi dengan aplikasi lamoker online yang inovasi yang memudahkan masyarakat. Petugasnya pun sangat ramah saat melayani,” pujinya.
Melalui verifikasi virtual APBI Madya Tahun 2026, Lapas Mojokerto berharap dapat meraih hasil terbaik sekaligus memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam menjaga integritas. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

























