Bintang Pratama Farm (BPF) di Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, tidak hanya berfungsi sebagai kawasan pertanian dan peternakan, tetapi juga menjadi ruang hidup yang mendukung keberlangsungan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui kegiatan di BPF, masyarakat memperoleh kesempatan kerja, memenuhi kebutuhan pangan, serta mendapatkan pengetahuan mengenai pertanian, peternakan, dan menjadi wadah aspirasi. Interaksi tersebut membuat BPF menjadi ruang sosial yang memperkuat kerja sama dan kemandirian warga, sekaligus mendorong keseimbangan antara peningkatan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, BPF menjadi wadah yang menghubungkan aspek ekonomi, sosial, pendidikan, dan lingkungan dalam kehidupan masyarakat Desa Kacung.
BPF berdiri bermula dari keresahan Ayak Izkar yang melihat banyak warga Kacung usia produktif kesulitan mendapatkan pekerjaan dan maraknya judi online (slot), yang kemudian berlanjut ke pinjaman online (pinjol).
Ayak Izkar selaku pengelola BPF mengatakan, “mereka salah jalan bukan karena kemauan. Siapa yang mau menyelamatkan? Ya manusia yang peduli. Karena mereka lebih hebat dari kita karena dia sudah tau rasanya pahitnya garam. Maka di Bintang Pratama lahir memberikan wadah untuk mereka berorientasi kembali ke komunitas sosial, bisa berinteraksi dan tidak ada ketakutan.”
Ayak Izkar juga mengatakan, “Ayak itu ingin menyelamatkan generasi yang punya ambisi ambisius menata masa depan yang lebih baik tetapi karena salah jalan dan pergaulan, dan mereka melakukan tindakan yang jelek tetapi mereka akan hidup normal kembali, bersosialisasi, bisa di terima walaupun kalo di ini kan susah.” Ayak Izkar terdorong membuka BPF sebagai ruang alternatif bagi siapa pun yang masih memiliki potensi dan usia produktif, namun kesulitan mengakses kesempatan kerja. Baginya, memberi ruang untuk kembali produktif adalah cara membantu mereka bangkit dan tetap berkontribusi bagi masyarakat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, BPF menghadirkan dua fasilitas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar. Pertama, kolam pemancingan bernama “Anti Galau” yang menawarkan suasana santai dan terjangkau bagi warga yang ingin mengisi waktu luang tanpa harus pergi jauh. Kedua, arena grasstrack yang hadir sebagai ruang bagi para pecinta otomotif untuk menyalurkan hobi mereka secara positif. Ayak Izkar mengungkapkan harapannya di balik kehadiran fasilitas tersebut, “salah satunya menghilangkan slot dengan kolam anti galau supaya mereka melupakan komunitas”. Keduanya sengaja dirancang sebagai ruang alternatif agar warga punya pilihan kegiatan yang lebih positif dalam mengisi waktu luang mereka.
Berbagai Kegiatan Bintang Pratama Farm ( BPF) mulai muncul sebagai bagian dari aktivitas warga Desa Kacung, obrolan warga yang mulai membahas jadwal grasstrack maupun kegiatan memancing yang digelar di BPF. Bahkan, ibu-ibu yang ditemui di sekitar lokasi ikut membicarakan kapan acara grasstrack dan acara lomba memancing kembali dilaksanakan di Bintang Pratama Farm. Pengembangan fasilitas juga terus dilakukan, salah satunya melalui pembangunan kolam renang dan penyiapan area bumi perkemahan untuk menambah pilihan aktivitas bagi pengunjung.
Dengan partisipasi positif dari masyarakat, kehadiran agrowisata Bintang Pratama Farm tidak hanya menciptakan peluang kerja baru, tetapi juga telah menjadi ruang bagi masyarakat Desa Kacung untuk mencari hiburan, menjalin silaturahmi, serta memperkuat solidaritas mereka. Antusiasme masyarakat Desa Kacung yang terlihat pada berbagai kegiatan yang diselenggarakan Ayak Izkar di Bintang Pratama Farm, menjadi pertanda yang bagus dalam mewujudkan harapan baik Ayak Izkar mendorong masyarakat yang produktif dan lebih positif.
Mahasiswa Sosiologi Universitas Bangka Belitung yang sedang menjalani kegiatan Kuliah Luar Kampus melalui skema penelitian
Penulis : Nabila Deviya Sari, Jasmine Fhatia Devillia, Naura Herlin Syafira, Vizhia Yosan Aufa, Abi Sayba























