Bengkulu – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, bersama jajaran pejabat struktural mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Kerja Sama dan Tata Kelola Imigrasi dan Pemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 tersebut mengusung tema “Pengembangan Kapasitas Strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk Mendukung Kerja Sama dan Tata Kelola Imigrasi dan Pemasyarakatan yang Profesional, Adaptif, dan Berdaya Saing Global”.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) yang disampaikan oleh Dr. Naomi Soetikno, S.Psi., M.Pd., Psikolog. Agenda kemudian dilanjutkan dengan materi public speaking oleh Irwan Hermawan, S.E., MMktgComm, CPR, selaku Managing Director GOVCOM Insight and Consulting. Materi tersebut menjadi bagian dari pengembangan kapasitas aparatur, khususnya dalam mendukung komunikasi yang efektif dan profesional.
Bimtek ini juga dirancang berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga. Pada Selasa (20/10/2026), agenda dijadwalkan berlanjut dengan materi kebahasaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pembinaan analis kerja sama dari Kementerian Sekretariat Negara, serta pembinaan penerjemah dari kementerian yang sama.
Keikutsertaan Kepala Lapas Bengkulu bersama jajaran struktural dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperluas wawasan mengenai penyelenggaraan kerja sama dan tata kelola pemerintahan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dalam mendukung pelaksanaan tugas, meningkatkan kualitas koordinasi, serta mendorong pengelolaan organisasi yang profesional dan akuntabel.
Pengembangan kapasitas aparatur merupakan salah satu aspek penting dalam membangun tata kelola Pemasyarakatan yang semakin berkualitas. Hal ini sejalan dengan berbagai agenda pengembangan kompetensi dan peningkatan kinerja yang dijalankan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, termasuk melalui pelatihan, penguatan manajemen, serta peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat dan Warga Binaan.
Melalui partisipasi dalam Bimtek ini, Lapas Kelas IIA Bengkulu diharapkan dapat terus mengembangkan kapasitas kelembagaan, meningkatkan profesionalisme pegawai, serta menerapkan prinsip tata kelola yang adaptif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan Pemasyarakatan.


















