Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard apa apa
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Teknologi

Mengarungi Arus Tantangan Digital dalam Pembelajaran bahasa Indonesia Era Society 5.0

Opini

M. Furqon Al Maarif by M. Furqon Al Maarif
28 May 2025
in Teknologi
A A
0
Era Society 5.0

Gambaran Era Society 5.0

861
SHARES
1.2k
VIEWS

Era Society 5.0 yang saat ini sedang digadang-gadang akan segera masyarakat Indonesia atau mungkin negara maju sudah dihadapkan adalah sebuah era di mana masyarakat mampu mengintegrasikan antara ruang internet dan ruang kehidupan nyata guna menyelesaikan tantangan sosial. Tantangan sosial yang hadir mampu diselesaikan secara baik menggunakan Big Data, kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Think (IOT) yang nyaris tidak bisa kita lepaskan dalam kehidupan sehari-hari hampir di seluruh bidang tanpa terkecuali pendidikan, Pendidikan sebagai sebuah system yang membentuk sebuah peradaban bangsa Indonesia nampaknya tidak bisa lepas dari gelombang perubahan ini. Sudah sering kita temukan bagaimana dalam pembelajaran di sekolah pemanfaatan teknologi tidak dapat dihindari. Di Indonesia jika dahulu mungkin hanya pembelajaran mata pelajaran TIK, maka berbeda dengan saat ini yang mana semua pembelajaran nyaris tidak terlepas oleh namanya digitalisasi.

Fenomena transformasi digital di Indonesia tidak terlepas dari banyaknya pengguna internet. Berdasarkan laporan dari Komdigi RI, setidaknya hingga saat ini pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 221 juta, setara dengan 79,5 persen dari total populasi Indonesia yang menjadikan salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Laporan lain dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 bahwa terdapat 39,71 persen anak usia dini di Indonesia telah menggunakan telepon seluler, sementara 35,57 persen lainnya sudah mengakses internet. Artinya, hanya ada 4,41 persen saja yang menggunakan telepon selular tanpa adanya akses internet. Sebuah hasil yang mengesankan namun sekaligus mengkhawatirkan. Sisi mengesankannya adalah,  artinya angka melek teknologi generasi muda kita tinggi, tetapi sebaliknya, sisi mengkhawatirkannya adalah untuk apa anak usia dini sudah mengakses internet.

Faktor utama di atas menjadi dasar yang kuat mengapa pembelajaran di era Society 5.0 akan memiliki tantangan utama yang berat tanpa terkecuali dalam pembelajaran bahasa Indonesia karena adanya banjir informasi dan disrupsi digital. Tantangan yang muncul adalah siswa kini terpapar oleh berbagai bentuk konten digital yang terkadang menggunakan ragam bahasa tidak formal dan tidak terstruktur. Ketidak terstruktur ini berpotensi mengganggu waktu dan fokus belajar bahasa secara mendalam terutama kaidah yang lebih formal dalam konteks penggunaan kehidupan. Mereka dituntut harus mampu memfilter informasi yang benar dan mana yang mengarah ke hoaks, ujaran kebencian dan disinfromasi.

Tantangan kedua yang tidak kalah berat adalah penggunaan gaya komunikasi yang berubah dan kecanduan terhadap teknologi berbasis otomatisasi dan translasi. Komunikasi yang pada awalanya bisa berjalan seusai kaidah kebahasaan lambat laun akan tergeser menjadi lebih ringkas, informal dan sarat diungkapkan dalam bentuk emoji, singkatan dan akronim. Imbas dari fenomena ini akan sedikit demi sedikit mengiris kemampuan kognitif dan praktis dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar terutama dalam konteks formal. Selain itu kecenderungan terhadap produk berbasis menggunakan Big Data, kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Think (IOT) yang mudah diakses akan menjadikan siswa kecanduan sehingga menurunkan motivasi belajar struktur bahasa secara mandiri karena merasa sudah cukup dengan mengandalkan bantuan alat-alat tersebut.

Tantangan ketiga adalah akan muncul kesenjangan digital atau yang biasa disebut digital divide. Kesenjangan digital menciptakan disparitas dalam kesempatan belajar. Walaupun kita berbicara mengenai Society 5.0 yang mana akses terhadap teknologi dan literasi digital terasa cepat dan mudah, ternyata ketidakmerataan digitalisasi tersebut belum merata di seluruh wilayah tanah air. Bisa dipastikan 20,5 persen populasi yang belum tersentuh internet di atas menjadi bagian dari ketidakmerataan ini. Namun, bisa jadi presentasenya bertambah karena yang mendapatkan akese internet bisa saja tidak tahu cara memanfaatkan teknologi tersebut dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Siswa dari daerah berkembang atau bahkan tertinggal mungkin akan menjadi yang pertama merasakan kesulitan akses digital dengan mudah sementara siswa daerah perkotaan dapat dengan mudah menikmati berbagi platform dan aplikasi interaktif. Kesenjangan digital inilah yang perlu solusi yang inklusif di masa yang akan datang.

Ketika ada kelemahan pasti akan ada kemudahan, tak terkecuali di era Society 5.0. Era Society disinyalir akan membuka peluang emas dan solusi inovatif untuk pembelajaran bahasa Indonesia. Kunci dari keberhasilan ini adalah kekayaan dalam menguasai berbagai produk dan alat digital. Kecerdasan buatan (AI) dan Big Data dapat menjadi jembatan dalam personalisasi pembelajaran. AI misalnya, kecerdasan buatan dapat digunakan untuk menganalisis gaya belajar, strength, dan weakness dari setiap siswa untuk guru menyediakan porsi materi dan latihan yang pas. Selain itu, AI dapat digunakan untuk memberikan feedback secara instan dan bahkan jika kepepet mampu menjadi tutor virtual interaktif yang siap menggantikan guru yang siap memberikan pengajaran layaknya guru profesional. Selanjutnya, Big Data dari proses interaksi siswa dapat dikombinasikan dengan platform digital untuk membantu guru dalam memahami kesulitan belajar siswa secara lebih komprehensif.

Baca Juga

Gamifikasi

Gamifikasi menggunakan multimedia interaktif: meningkatkan keterlibatan pengguna

30 November 2025
Ilustrasi polusi udara di wilayah Jakarta. Sumber: greenpeace.org

Pemantauan Kualitas Udara Berbasis IoT: Solusi Cerdas untuk Lingkungan yang Lebih Sehat

28 July 2025
gambar deepfake

Antara Asli dan Imitasi: Eksplorasi AI, Deepfake, dan Ectype Modern

8 July 2025
BintangChip

Mendorong Kemajuan Teknologi, Menguasai Arah Masa Depan: Pesanan Chip BintangChip Telah Terjadwal Hingga Tahun 2026

1 July 2025

Keterampilan pedagogi guru juga dapat diinovasikan dengan mengintegrasikan dengan teknologi berbasis blended learning. Blended learning merupakan perpaduan antara pembelajaran daring dan luring. Guru juga dapat menggunakan model flipped classroom yaitu dengan mempelajari materu dasar secara daring sebelum dibawakan di kelas sehingga waktu di dalam kelas dapat dimanfaatkan untuk diskusi dan praktik yang selaras dengan kurikulum merdeka yang menekankan keaktifan siswa. Penggunaan game dalam elemen pembelajaran juga bisa meningkatkan motivasi dan mengatasi rasa bosan dalam proses belajar karena pasti akan melibatkan siswa. Materi bahasa Indonesia dapat pula dimuat di platform video, podcast, atau yang semisalnya untuk kemudahan akses kapan saja tanpa harus datang ke sekolah.

Literasi sebagai jantung pembelajaran bahasa Indonesia tentu menjadi poin yang harus diperhatikan, Berkembangnya literasi ke arah digital atau biasa yang disebut literasi digital juga perlu dikritisi dan diperhatikan oleh guru dan siswa. Guru perlu membekali siswa kemampuan menilai informasi berdasarkan keabsahan atau tidaknya dan memahami etika berkomunikasi di internet (NETIKET), sehingga bahasa Indonesia dapat menjadi alat filter yang kritis bagi siswa dalam menavigasi dunia digital yang kompleks

Terakhir, profesionalisme guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia harusa dikembangkan secara baik. Peran guru akan merangkap menjadi fasilitator, kreator dan bahkan navigator bagi siswanya. Guru tidak lagi sebagai penyampai materi layaknya belajar secara konvensional, tetapi guru juga bagian dari pengalaman belajar yang menarik, kurator konten, dan pendampingan agar menjamin siswa mampu memanfaatkan teknologi secara tanggung jawab.

Sebagai penutup, era Society 5.0 merupakan sebuah keniscayaan yang membawa perubahan termasuk dalam lingkup pembelajaran bahasa Indonesia. Tantangan-tantangan yang hadir seperti derasnya informasi, perubahan gaya komunikasi, dan kesenjangan digital memang tidak akan bisa terindahkan. Namun, dengan kesadaran dan adaptasi yang tepat akan mampu mengubah tantangan tersebut menjadi peluang yang memanfaatkan teknologi mutakhir untuk personalisasi, pedagogi, dan penguatan literasi digital. Pada akhirnya, pembelajaran bahasa Indonesia di era Society 5.0 aka mampu menghasilkan generasi yang tidak sekedar cakap teknologi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi cakap berbahasa, berliterasi digital dan mampu memberikan kontribusi yang positif bagi kemandirian bangsa.

    Share344Tweet215Share60Pin77SendShare
    Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026
    Previous Post

    Komitmen Wujudkan Pemasyarakatan Bersih, Lapas Tuban Gelar Deklarasi Anti Narkoba

    Next Post

    Kepemimpinan dalam Pendidikan: Kunci Sukses Sekolah yang Berdaya Saing

    M. Furqon Al Maarif

    M. Furqon Al Maarif

    M. Furqon Al Maarif adalah mahasiswa pascasarjana di Universitas Sebelas Maret Surakarta jurusan S-2 Pendidikan Bahasa Indonesia. Aktif sebagai aktivis dan pemerhati pendidikan.

    Related Posts

    Gamifikasi

    Gamifikasi menggunakan multimedia interaktif: meningkatkan keterlibatan pengguna

    30 November 2025
    Ilustrasi polusi udara di wilayah Jakarta. Sumber: greenpeace.org

    Pemantauan Kualitas Udara Berbasis IoT: Solusi Cerdas untuk Lingkungan yang Lebih Sehat

    28 July 2025
    gambar deepfake

    Antara Asli dan Imitasi: Eksplorasi AI, Deepfake, dan Ectype Modern

    8 July 2025
    BintangChip

    Mendorong Kemajuan Teknologi, Menguasai Arah Masa Depan: Pesanan Chip BintangChip Telah Terjadwal Hingga Tahun 2026

    1 July 2025
    Next Post
    WhatsApp Image 2024 11 06 at 19.48.41 750x536 1

    Kepemimpinan dalam Pendidikan: Kunci Sukses Sekolah yang Berdaya Saing

    Pdt. Rinto Langitan, S.Th/Ketua DPW Berani Jakarta (tengah) Memberi Arahan Singkat Dalam Rakor DPW Berani Jakarta dengan DPC Berani Jakarta Barat (Sumber: Dokpri)

    Rakor DPW Berani Daerah Khusus Jakarta Dengan DPC Berani Jakarta Barat Digelar di Mall Taman Palem Jakarta Barat

    Bersih

    Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika menjadi sukarelawan aksi Bersih Taman Pulo Asem, sebagai wujud nyata Cinta Tanah Air dan Kepedulian Lingkungan

    IMG 20250528 WA0023 750x536 1

    Desa Segoro Tambak, Sidoarjo: Desa Pesisir dengan Potensi Perikanan dan Ekowisata yang Menjanjikan

    WhatsApp Image 2025 05 23 at 15.17.10

    Mochamad Fauzan Fadhillah : Public Speaker Muda Asal Tangerang

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta
    Berita Utama

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    by tondosusanto
    24 April 2026
    0

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta Rupiah. Perusahaan...

    Read moreDetails
    WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1

    Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

    23 January 2026
    WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

    Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

    20 January 2026
    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    29 December 2025
    Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

    WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

    9 December 2025
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 04 30 at 10.26.10

    Pekan Olahraga Resmi Ditutup, Lapas Arga Makmur Perkuat Kebersamaan Pegawai dan WBP

    30 April 2026
    Produksi Karya 1

    Ubah Limbah Menjadi Berkah Budaya: Persiapan Artistik Karya Topeng Wayang Limbah Kertas Resmi Dimulai di Sukoharjo

    30 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 30 at 19.09.17 2

    Kalapas Arga Makmur Tinjau Peningkatan Layanan Kunjungan, Fokus pada Kenyamanan dan Profesionalisme

    30 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 30 at 13.34.41 1

    Pembinaan Produktif, Warga Binaan Lapas Mojokerto Rawat Kambing dan Jaga Kebersihan Lingkungan

    30 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 30 at 19.45.270

    Lapas Bandanaira Gelar Sidang TPP Usulan Integrasi dan Penetapan Tamping

    30 April 2026
    1777524494985

    Kredibilitas Bisnis: Jalan Pintas untuk Menyelesaikan Masalah Konsumen dan Meraih Keuntungan

    30 April 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Square Media Wanita
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita