Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Banner Publikasi Press Release Gratis
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Humaniora

Terlalu Sibuk Mengejar Masa Depan Kehilangan Kebahagiaan Hari Ini

ahmad hodri, M.Pd by ahmad hodri, M.Pd
19 August 2026
in Humaniora
A A
0
resized
857
SHARES
1.2k
VIEWS

Terlalu Sibuk Mengejar Masa Depan, Kehilangan Kebahagiaan Hari Ini

“Ketika mengejar hari esok, jangan sampai kita kehilangan kebahagiaan hari ini.”

Ada masa ketika manusia begitu takut tidak memiliki masa depan. Maka kita belajar, bekerja, menabung, membangun karier, dan mengejar berbagai pencapaian. Kita diajarkan untuk terus maju, seolah berhenti adalah sebuah kegagalan. Namun, tanpa sadar, ada sesuatu yang perlahan tertinggal: hari ini.

Kita terlalu sibuk mempersiapkan kehidupan, sampai lupa menjalani kehidupan itu sendiri. Kemajuan zaman memang memberi banyak kemudahan. Teknologi mempercepat komunikasi, membuka ruang pengetahuan, dan membuat dunia terasa tanpa batas. Tetapi kemajuan tidak selalu membuat manusia lebih tenang. Kita dapat berbicara dengan siapa saja melalui layar, tetapi semakin jarang benar-benar berbicara dari hati ke hati. Kita dapat mengetahui kehidupan banyak orang melalui media sosial, tetapi justru semakin sering membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain.

Di tengah dunia yang semakin terhubung, manusia justru dapat merasa semakin sendirian. Barangkali persoalannya bukan karena kita terlalu banyak memiliki cita-cita. Persoalannya adalah ketika pencapaian menjadi satu-satunya ukuran kebahagiaan.

Kita ingin sukses agar bahagia.

Kita ingin kaya agar tenang.

Kita ingin dihargai agar merasa berharga.

Padahal ketenangan tidak selalu lahir dari apa yang berhasil kita kumpulkan. Dalam banyak hal, ia justru tumbuh dari kemampuan menerima, mensyukuri, dan memaknai apa yang telah Allah titipkan.

Allah mengingatkan:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat tersebut bukan ajakan untuk meninggalkan dunia. Islam justru mengajarkan keseimbangan: bekerja tanpa diperbudak pekerjaan, memiliki tanpa diperbudak kepemilikan, dan mengejar cita-cita tanpa kehilangan arah kehidupan. Sebab manusia boleh mengejar dunia setinggi mungkin, tetapi hatinya tetap membutuhkan tempat untuk bersujud.

Dulu kita mengejar masa depan karena takut tidak memilikinya. Kini, setelah sebagian masa depan itu datang, kita justru sering kehilangan hari ini. Kita menunggu bahagia setelah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, rumah yang lebih besar, penghasilan yang lebih banyak, atau kehidupan yang lebih sempurna. Padahal kebahagiaan mungkin sedang hadir dalam bentuk yang sangat sederhana: senyum orang tua, percakapan bersama pasangan, tawa anak-anak, sahabat yang masih setia, atau waktu beberapa menit untuk duduk tanpa tergesa. Kita sering menganggap hari ini hanya sebagai jembatan menuju hari esok. Padahal hari ini adalah kehidupan itu sendiri.

Masa depan penting untuk direncanakan. Tetapi ia belum tentu menjadi milik kita. Yang benar-benar berada dalam genggaman hanyalah waktu yang sedang kita jalani. Karena itu, menghargai waktu bukan berarti memenuhi setiap detiknya dengan kesibukan. Menghargai waktu adalah memberikan makna pada apa yang kita lakukan di dalamnya.

Bekerjalah untuk masa depan.

Berdoalah untuk hari esok.

Tetapi jangan lupa bersyukur untuk hari ini.

Dalam perjalanan waktu, manusia juga berubah. Generasi tua tumbuh dengan surat dan percakapan panjang. Generasi berikutnya mengenal telepon, televisi, dan komputer. Generasi muda hari ini hidup bersama internet, media sosial, dan kecerdasan buatan.

Perubahan itu tidak terelakkan. Namun sering kali kita menjadikan perbedaan zaman sebagai alasan untuk saling menyalahkan. Yang tua menganggap yang muda terlalu bebas, yang muda menganggap yang tua terlalu kaku. Sementara generasi dewasa berada di tengah, mencoba memahami keduanya. Padahal barangkali kita terlalu sibuk memperdebatkan cara hidup, hingga lupa bahwa semua generasi sedang mencari makna hidup yang sama.

Orang tua ingin dihormati.

Orang dewasa ingin dihargai.

Anak muda ingin dipercaya.

Dan semuanya ingin dicintai, dimengerti, serta memiliki kehidupan yang bermakna. Yang berbeda hanyalah cara mereka mengekspresikannya. Islam mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk merendahkan. Allah berfirman:

“…Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal…”

Baca Juga

buletin

Oportunis dalam Kebaikan sebagai Manifestasi dari Jiwa yang Merdeka

21 August 2026
bd41dd7d 4fc8 4e09 9f45 34c84c3d6169

Beberapa Kehilangan, Tidak Pernah Benar-Benar Pergi

16 June 2026
file 000000003820720babc483e7bdb4ad27

Literasi Dayak: Merawat Makna di Balik Meriahnya Gawai

9 June 2026
IMG 20260507 WA0009

Program Iqra di Lapas Bandanaira Wujudkan Pembinaan Warga Binaan yang Humanis dan Edukatif ‎

7 May 2026

(QS. Al-Hujurat: 13)

Jika perbedaan suku dan bangsa saja diperintahkan untuk menjadi jalan saling mengenal, maka perbedaan generasi semestinya juga menjadi ruang untuk saling belajar.

Yang tua memiliki pengalaman.

Yang muda memiliki energi dan gagasan.

Yang dewasa memiliki kemampuan menjembatani keduanya.

Ketika pengalaman bertemu kreativitas, dan kreativitas dibimbing kebijaksanaan, perbedaan tidak lagi menjadi jurang. Ia berubah menjadi kekuatan. Mungkin sudah saatnya kita berhenti berlomba menjadi generasi yang paling benar. Sebab setiap generasi memiliki konteks zamannya sendiri.

Yang perlu kita wariskan bukan sekadar harta, jabatan, atau pencapaian. Yang lebih penting adalah nilai: kejujuran, tanggung jawab, kasih sayang, penghormatan kepada orang tua, kepedulian kepada sesama, dan kedekatan kepada Allah. Sebab pada akhirnya, manusia tidak akan selamanya muda.

Yang muda akan menjadi dewasa.

Yang dewasa akan menjadi tua.

Dan yang tua akan meninggalkan dunia.

Pada titik itu, banyak hal yang dahulu kita kejar mungkin tidak lagi penting. Jabatan akan berakhir, Harta akan ditinggalkan, Popularitas akan dilupakan. Yang tersisa adalah jejak kebaikan, hubungan yang pernah kita jaga, dan amal yang kita bawa menghadap-Nya. Maka barangkali pertanyaan terpenting dalam hidup bukanlah:

“Seberapa hebatkah kita?” Melainkan: “Untuk apa semua yang kita kejar?”

Kita boleh memiliki cita-cita setinggi langit, boleh bekerja keras, boleh menjadi sukses. Tetapi jangan sampai dalam perjalanan menuju masa depan, kita kehilangan hari ini; dalam mengejar keberhasilan, kita kehilangan kebahagiaan; dan dalam mengikuti perubahan zaman, kita kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Karena hidup bukan hanya tentang seberapa jauh kita berjalan.

Hidup juga tentang siapa yang kita ajak berjalan, apa yang kita tinggalkan di sepanjang perjalanan, dan kepada siapa akhirnya kita kembali. Mungkin kita tidak perlu berhenti menjadi hebat. Kita hanya perlu belajar menjadi hebat tanpa kehilangan bahagia.

Kita tidak perlu berhenti mengejar masa depan, hanya perlu belajar menghargai hari ini dan tidak harus menjadi generasi yang sama. Kita hanya perlu menjadi manusia yang saling memahami, saling menguatkan, dan bersama-sama mencari jalan menuju kehidupan yang diridhai Allah SWT. Sebab pada akhirnya, generasi boleh berbeda, zaman boleh berubah, dan dunia boleh bergerak semakin cepat. Tetapi hati manusia tetap membutuhkan hal-hal yang sederhana: cinta, keluarga, ketenangan, kebermaknaan, dan Allah.

    Tags: bahagiahari
    Share343Tweet214Share60Pin77SendShare
    Kirim Berita Media Wanita
    Previous Post

    HUT Ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan

    Next Post

    Lapas Ternate Ikuti Peringatan Maulid Nabi Ditjenpas Maluku Utara Secara Virtual

    ahmad hodri, M.Pd

    ahmad hodri, M.Pd

    Related Posts

    buletin

    Oportunis dalam Kebaikan sebagai Manifestasi dari Jiwa yang Merdeka

    21 August 2026
    bd41dd7d 4fc8 4e09 9f45 34c84c3d6169

    Beberapa Kehilangan, Tidak Pernah Benar-Benar Pergi

    16 June 2026
    file 000000003820720babc483e7bdb4ad27

    Literasi Dayak: Merawat Makna di Balik Meriahnya Gawai

    9 June 2026
    IMG 20260507 WA0009

    Program Iqra di Lapas Bandanaira Wujudkan Pembinaan Warga Binaan yang Humanis dan Edukatif ‎

    7 May 2026
    Next Post
    IMG 9791

    Lapas Ternate Ikuti Peringatan Maulid Nabi Ditjenpas Maluku Utara Secara Virtual

    tak sekedar mengajar

    Tak Sekadar Mengajar, Mahasiswa KKN Dampingi Penguatan Literasi dan Numerasi Siswa SDN Magersari

    485913ed 414a 431f a451 614480cec02e

    Rutan Bengkulu Laksanakan Pembagian Makanan Rutin bagi Warga Binaan

    DSC00729

    MAN 1 Yogyakarta Gelar Tes Psikologi Bantu Murid Kelas XII Tentukan Arah Studi Lanjut

    WhatsApp Image 2026 08 18 at 10.36.26

    Puskesmas Gondokusuman II Lakukan Skrining Lanjutan Murid Perempuan MAN 1 Yogyakarta

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Screenshot

    Lapas Muara Bulian Tebar Benih Lobster Air Tawar, Kakanwil Ditjenpas Jambi Apresiasi Inovasi

    3 October 2026
    Para peserta Simfoni 1001 Pembatik yang berlangsung di LOTENG – Multi Purpose Venue, THE 1O1 Yogyakarta Tugu (Doc. 101)

    Simfoni 1001 Pembatik Hadirkan Pengalaman Membatik bagi Tamu Hotel di Yogyakarta

    3 October 2026
    1791031960264

    PSHW TM Lamongan Tampilkan 6 Pendekar di IPSI Lamongan Megilan Cup 2026

    3 October 2026
    Screenshot

    Kakanwil Ditjenpas Jambi apresiasi UMKM dan Ketahanan Pangan Hadir di GPM Lapas Muara Bulian

    3 October 2026
    images

    LPEU MUI Siapkan Platform E-Commerce untuk Buka Pasar UMKM

    3 October 2026
    Screenshot

    Kakanwil Ditjenpas Jambi Resmikan Penggilingan Padi Lapas Muara Bulian

    3 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan Guest Post
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita