Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan melalui penyediaan perpustakaan di dalam blok hunian. Kehadiran fasilitas ini menjadi jendela dunia bagi warga binaan untuk memperluas wawasan, menambah pengetahuan, serta mengisi waktu dengan kegiatan positif dan bermanfaat, Kamis (5/11).
Perpustakaan tersebut didukung oleh petugas pembinaan dan pengamanan guna memastikan fasilitas dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga binaan. Beragam bahan bacaan tersedia sebagai sarana belajar mandiri sekaligus mendorong tumbuhnya minat baca di tengah keterbatasan ruang gerak selama menjalani masa pidana.
Petugas Pembinaan, Mayra Elly, menyampaikan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, melainkan bagian dari upaya membangun pola pikir dan meningkatkan kualitas diri warga binaan.”kami harap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana belajar, menambah wawasan, serta membentuk kebiasaan positif yang bermanfaat setelah kembali ke tengah masyarakat bagi warga binaan lapas mojokerto”,harapnya
Salah seorang Warga Binaan, DM, menyebut membaca memberinya kesempatan untuk memanfaatkan waktu dengan aktivitas bermanfaat. “Dengan membaca buku, saya bisa mendapatkan pengetahuan baru dan belajar banyak hal terutama ketrampilan. Kebiasaan membaca ini bisa terus saya lakukanbuat bekal setelah kembali ke masyarakat,” ungkap DM.
Salah satu warga binaan berinisial RI mengungkapkan bahwa keberadaan perpustakaan di dalam blok sangat membantu dirinya dalam memperoleh pengetahuan dan mengisi waktu luang dengan membaca. Melalui fasilitas ini, Lapas Mojokerto berharap budaya literasi semakin tumbuh sehingga pembinaan tidak hanya berlangsung melalui kegiatan terprogram, tetapi juga melalui kebiasaan belajar secara mandiri.

















