Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus dukung program ketahanan pangan sekaligus tingkatkan keterampilan Warga Binaan melalui panen 60 ikat kangkung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (5/11). Kegiatan ini bagian dari implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kegiatan panen diikuti Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, bersama pejabat struktural, peserta magang, serta Warga Binaan yang terlibat dalam program pembinaan pertanian. Kangkung yang dipanen merupakan hasil budi daya yang sebelumnya dirawat secara rutin oleh Warga Binaan melalui pendampingan petugas.
Abdul Samad Rumuar menyampaikan bahwa kegiatan pertanian di SAE menjadi sarana untuk mendukung program ketahanan pangan sekaligus memberikan pengalaman bermanfaat bagi Warga Binaan.

”Kami ingin kegiatan di SAE memiliki manfaat berkelanjutan. Melalui pertanian, Warga Binaan tidak hanya ikut menghasilkan pangan, tetapi juga belajar keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ujar Samad.
Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menjelaskan bahwa proses budi daya hingga panen menjadi bagian penting dalam pembelajaran bagi Warga Binaan.
”Mereka dilibatkan sejak perawatan tanaman hingga panen. Dari situ, mereka belajar merawat tanaman, memahami kebutuhan budi daya, dan melihat hasil pekerjaan sendiri. Pengalaman praktik seperti ini kami harapkan dapat terus mereka kembangkan,” tambah Rustam.
Sementara itu, Salah seorang Warga Binaan, Fajri, mengaku mendapat pengalaman berharga selama mengikuti budi daya kangkung. Baginya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menumbuhkan rasa bangga atas hasil kerja bersama.
”Kami belajar bahwa merawat tanaman membutuhkan ketelatenan dan konsistensi. Ketika akhirnya bisa memanen hasil yang dirawat sendiri, ada rasa bangga karena kami bisa melihat langsung hasil pekerjaan bersama,” tuturnya.
Melalui kegiatan pertanian di area SAE, Lapas Bandanaira kembangkan pembinaan kemandirian yang produktif, aplikatif, dan berkelanjutan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini memberi Warga Binaan pengalaman bertani, membangun etos kerja, serta membekali mereka dengan keterampilan untuk kembali ke masyarakat. (Humas/LT)

















