Masalah sampah plastik terus menghantui kawasan pemukiman seiring maraknya penggunaan botol sekali pakai yang langsung dibuang sesaat setelah dikonsumsi. Meski keberadaannya kian menumpuk dan merusak pemandangan, kesadaran serta pengolahan limbah plastik tersebut hingga kini masih amat minim.
Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 61 Tegaron melakukan pengolahan sampah dari tutup botol bekas menjadi sebuah produk kerajinan, salah satunya diolah menjadi gantungan kunci. Pengolahan ditujukan untuk masyarakat Desa Tegaron, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (20/8/2026) terlebih berfokus pada generasi muda agar dapat memanfaatkan limbah rumah tangga tutup botol bekas menjadi barang yang lebih berguna dan menarik.
Proses pembuatannya diawali dengan pengumpulan, pembersihan, dan pemotongan tutup botol bekas menjadi bagian-bagian kecil. Setelah itu, potongan plastik dilapisi kain teflon di kedua sisinya lalu dilelehkan menggunakan setrika dengan suhu maksimal. Hasilnya dicetak menggunakan cetakan kue yang berbentuk flora dan fauna agar lebih menarik. Pemilihan warna tutup botol juga diperhatikan untuk menciptakan gradasi warna yang padu dan menarik pada hasil akhir karya.
Hasil gantungan kunci yang telah dibuat kemudian diperlihatkan kepada anak-anak. Mereka berkesempatan untuk melihat dan berfoto bersama hasil karya tersebut sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan.
Karya tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta yang hadir. ujar Citra dengan antusias sebagai peserta, “Ihhh.., lucu banget gancinya! Perpaduan warna cokelat emasnya sangat cocok, terus bentuk kepitingnya juga seperti ada matanya,”.
Meskipun tidak terlibat langsung dalam proses pembuatan gantungan kunci, kehadiran mereka menunjukkan bahwa hasil karya dari barang bekas dapat diperkenalkan kepada generasi muda sebagai contoh kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kreativitas dalam mengolah barang bekas, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk memilah dan memanfaatkan kembali sampah. Tutup botol bekas pun dapat memiliki nilai baru ketika diolah dengan kreativitas.

























