Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard apa apa
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Lelah Diburu Ambisi? Soft Living, Cara Gen Z Melawan Hustle Culture

Penulis: Enjelin Amanda Dewi

Enjelin Amanda Dewi by Enjelin Amanda Dewi
6 August 2025
in Opini
A A
0
soft living
856
SHARES
1.2k
VIEWS

Bangun pagi-pagi, kerja tanpa henti, multitasking dari pagi sampai malam, lalu tidur dengan pikiran penuh target esok hari—itulah gambaran hustle culture yang selama ini diagung-agungkan. Namun, di tengah tekanan hidup modern, semakin banyak anak muda, khususnya Gen Z, mulai berkata: cukup.

Mereka memilih untuk melambat, untuk tidak selalu produktif, dan untuk hidup dengan ritme yang lebih manusiawi. Inilah yang disebut dengan tren soft living—gaya hidup santai dan penuh kesadaran yang kini makin populer sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya kerja berlebihan.

Soft Living: Bukan Malas, Tapi Lebih Sadar

Mengutip Magdalene (2024), soft living bukan berarti tidak bekerja keras, melainkan menolak glorifikasi kelelahan. Gaya hidup ini mendorong seseorang untuk tetap berkarya, namun dengan pendekatan yang lebih tenang, tidak tergesa-gesa, dan tidak menjadikan kerja sebagai pusat identitas hidup.

Soft living menekankan pentingnya membatasi ekspektasi yang tidak realistis, menjaga kesehatan mental, dan memberi diri sendiri ruang untuk pulih. Hal ini menjadi semacam ‘perlawanan diam’ terhadap dunia yang mengukur nilai manusia hanya dari kesibukannya.

Hustle Culture dan Tekanan Sosial yang Tak Terlihat

Dalam artikel Harian Disway (2024), dijelaskan bahwa hustle culture selama ini membuat banyak orang merasa harus terus bergerak agar dianggap berhasil. Seseorang yang mengambil waktu untuk beristirahat sering kali dicap “tidak ambisius” atau “kurang produktif.”

Tekanan ini bahkan menyusup ke kehidupan pribadi—merasa bersalah saat libur, gelisah jika tidak ‘berprogres’, dan mengukur harga diri dari seberapa banyak yang dikerjakan. Dalam jangka panjang, ini memicu burnout, rasa kehilangan arah, dan krisis identitas.

Soft living hadir sebagai jawaban atas keresahan ini. Gen Z mulai berani mengatakan bahwa istirahat bukan kelemahan, dan kebahagiaan bukan berarti sibuk setiap waktu.

Baca Juga

Gambar 2. Contoh produk souvenir khas daerah yang dipasarkan.

Produksi Dan Penjualan Produk Kerajinan Khas Daerah Dalam Perspektif Ekonomi Mikro

8 October 2026
1791257889027 1

Hakikat Pengabdian sebagai Manifestasi Kecerdasan: Memaknai Eksistensi Sejati Manusia di Era Intelligent Society

7 October 2026
Aktivitas sehari-hari manusia modern, seperti berbelanja, mengatur keuangan, dan membaca data grafik, yang selalu bersinggungan erat dengan penerapan literasi matematika.

Bukan Sekadar Menghitung: Mengapa Literasi Matematika Menjadi Kunci di Kehidupan Nyata?

7 October 2026
e1faa490 bd84 4f49 9010 89383df50b88

Kebijakan deviden yang biasa dilakukan oleh sebuah perusahaan

7 October 2026

Dilema Ekonomi: Ingin Santai, Tapi Takut Miskin

Namun tentu saja, soft living bukan tanpa tantangan. Seperti disorot oleh 5News (2024), banyak generasi muda yang terjebak dalam dilema: ingin hidup lebih pelan, tapi tetap dibayangi ketidakpastian finansial dan tekanan ekonomi. Mereka sadar pentingnya self-care, namun juga tidak bisa lepas dari realita “kalau tidak kerja keras, siapa yang akan membiayai hidup?”

Di sinilah pentingnya menemukan keseimbangan. Soft living tidak berarti pasrah atau anti kerja keras, melainkan menyadari batas, menjaga ritme, dan bekerja sesuai kapasitas diri. Bukan soal menjadi ‘santai’, tapi tentang tidak membiarkan ambisi merusak tubuh dan pikiran sendiri.

Kesimpulan

Tren soft living menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang mulai sadar: hidup bukan perlombaan. Meskipun pekerjaan dan pencapaian tetap penting, namun tidak ada hasil yang layak dikejar sampai mengorbankan kesehatan mental dan emosional. Di tengah dunia yang sibuk dan bising, memilih hidup yang tenang, seimbang, dan sadar menjadi bentuk keberanian baru. Hari ini, mungkin kita tak perlu jadi yang tercepat atau tersibuk. Cukup jadi versi terbaik dari diri sendiri—yang tahu kapan berlari, kapan melambat, dan kapan berhenti sejenak untuk sekadar… bernapas.

Penulis: Enjelin Amanda Dewi
Sumber gambar: canva.com

    Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
    Banner Publikasi Press Release Gratis
    Previous Post

    Pemanfaatan Rumput Laut dalam Olahan Es Krim Sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Tellumpanua

    Next Post

    Pelayanan Semakin Prima, Kemenimipas Luncurkan Identitas Baru

    Enjelin Amanda Dewi

    Enjelin Amanda Dewi

    Related Posts

    Gambar 2. Contoh produk souvenir khas daerah yang dipasarkan.

    Produksi Dan Penjualan Produk Kerajinan Khas Daerah Dalam Perspektif Ekonomi Mikro

    8 October 2026
    1791257889027 1

    Hakikat Pengabdian sebagai Manifestasi Kecerdasan: Memaknai Eksistensi Sejati Manusia di Era Intelligent Society

    7 October 2026
    Aktivitas sehari-hari manusia modern, seperti berbelanja, mengatur keuangan, dan membaca data grafik, yang selalu bersinggungan erat dengan penerapan literasi matematika.

    Bukan Sekadar Menghitung: Mengapa Literasi Matematika Menjadi Kunci di Kehidupan Nyata?

    7 October 2026
    e1faa490 bd84 4f49 9010 89383df50b88

    Kebijakan deviden yang biasa dilakukan oleh sebuah perusahaan

    7 October 2026
    Next Post
    0508

    Pelayanan Semakin Prima, Kemenimipas Luncurkan Identitas Baru

    Sertifikat Kekayaan Intelektual

    Sertifikat Kekayaan Intelektual Bisa Jadi Jaminan Kredit di Bank

    Mie Gacoan dan LMK SELMI

    Disaksikan Menkum, Mie Gacoan dan LMK SELMI Sepakat Berdamai

    Kawasan Industri Morowali

    Penuhi Pasar Global, Kemenperin Pacu Kapasitas Produksi Kawasan Industri Morowali

    Bicara

    10 Langkah Jitu Mengatasi Rasa Takut Berbicara di Depan Umum

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Desain tanpa judul 6

    Koperasi Bapas Bengkulu Ikuti Diklat Amalgamasi, Dorong Penguatan Kelembagaan Menuju PKKPRI Provinsi Bengkulu

    8 October 2026
    Desain tanpa judul 4

    Ikuti Anev Nasional, Bapas Bengkulu Perkuat Pembimbingan Klien Dorong Reintegrasi dan Perlindungan Masyarakat

    8 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 08 at 13.34.53

    Pastikan Syarat Integrasi, Lapas Mojokerto Laksanakan Tes Urine bagi Warga Binaan untuk Dukung Usulan Integrasi

    8 October 2026
    IMG 20261008 WA0040

    Wujud Komitmen Pemenuhan Hak Pendidikan, Lapas Arjasa Fasilitasi Warga Binaan Belajar PKBM Paket C

    8 October 2026
    Lapas Bengkulu, Lapas Kelas IIA Bengkulu, Pemasyarakatan, Ditjenpas, Kinerja Lapas, ANEV Kinerja, Evaluasi Kinerja

    ANEV Triwulan III 2026, Lapas Bengkulu Evaluasi Capaian dan Strategi Kinerja

    8 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 08 at 12.02.04 300kb

    Langkah Kecil Menuju Karya Mandiri, Lapas Mojokerto dan Disperindag Kabupaten Mojokerto Tinjau Hasil Jahit Custom Helm Warga Binaan

    8 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Square Media Wanita
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita