MENONGO/SIDOKELAR/PLAYEN/LAMONGAN – Menyongsong tahun ajaran baru 2026/2027 dengan semangat pembaruan, MTs Muhammadiyah 20 Menongo (Matsamdah) kembali menggelar agenda strategis pengkaderan siswa melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) MATSAMDAH 2026. Mengusung tema besar “Lead With Character, Move with Purpose”, kegiatan ini bukan sekadar perkemahan rekreasi, melainkan wadah penempaan karakter bagi seluruh pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode 2026/2027 dari kelas 7 dan 8. Bertempat di dua lokasi berbeda—dimulai dari MTs Muhammadiyah 8 Sidokelar dan berpuncak di Wisata Pantai Putri Klayar—kegiatan 2 hari 1 malam ini dirancang untuk mencetak generasi muda yang Cerdas, Edukatif, Religius, Inovatif, dan Aktif, sesuai nilai-nilai luhur #MATSAMDAHCERIA.
Pengkaderan Berbasis Karakter dan Organisasi
Inti dari LDKS MATSAMDAH 2026 adalah transformasi peserta menjadi pemimpin yang tidak hanya mengandalkan jabatan, tetapi fondasi karakter yang kuat. Lima pilar utama yang ditanamkan secara intensif selama kegiatan adalah: Disiplin (tepat waktu dan taat aturan), Kerjasama (kolaborasi tim yang solid), Integritas (jujur dan konsisten), Kepemimpinan (berani mengambil peran dan menjadi teladan), serta Berakhlak Mulia (menjaga adab kepada Allah, guru, sesama, dan alam). Puncak acara ditandai dengan Prosesi Pelantikan Pengurus IPM 2026/2027 oleh PC IPM Sukodadi pada malam pertama, yang mengubah status peserta dari calon menjadi pemimpin resmi yang siap mengemban amanah organisasi di madrasah.
Sinergi Madrasah, PC IPM, dan Panitia Khusus
Protagonis dalam kegiatan ini adalah seluruh pengurus IPM Matsamdah kelas 7 dan 8 sebagai peserta wajib. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah Bapak Suparno, S.Pd. dan diketuai panitia oleh Ibu Hana Rafiqa Rahmawati, S.TP., yang menandatangani surat pemberitahuan resmi bernomor 72/III.4.AU.220/O/2026 pada 18 Agustus 2026. Narasumber materi berasal dari kombinasi praktisi organisasi dan pendidik: PC IPM Sukodadi (Kepemimpinan & Organisasi), Bapak Syaiful Arif, S.Pd. (Kerjasama & Tanggung Jawab), serta Dzikri Al Haq (Manajemen Organisasi). Tim Media juga dilibatkan untuk memfasilitasi sesi refleksi, sementara MOG dipercaya menangani games/outbound untuk melatih kekompakan fisik dan mental peserta.
Dua Hari Intensif dari Kelas hingga Ombak Laut
LDKS dilaksanakan selama 2 hari 1 malam pada Sabtu-Ahad, 29-30 Agustus 2026, dimulai pukul 08.00 WIB. Lokasi dibagi menjadi dua tahap strategis: Hari pertama pagi dibuka di MTs Muhammadiyah 8 Sidokelar untuk penyampaian materi teoritis dan pembukaan resmi; kemudian rombongan bergerak ke Wisata Pantai Putri Klayar untuk kegiatan inti, outbound, prosesi pelantikan, dan bermalam. Pemilihan pantai sebagai lokasi bermalam bukan tanpa alasan; deburan ombak dan suasana alam terbuka dipilih untuk menguji ketahanan fisik, membangun kebersamaan di luar zona nyaman kelas, serta memberikan momen Sunset Time dan Tadarus Subuh yang menyegarkan jiwa sebelum pulang pada Minggu pukul 09.00-10.00 WIB.
Membangun Fondasi Organisasi yang Kuat dan Berkelanjutan
Mengapa LDKS ini bersifat wajib dan dilakukan sejak awal tahun ajaran? Karena pengurus IPM adalah ujung tombak pergerakan pelajar Muhammadiyah di sekolah. Tanpa fondasi karakter yang kokoh, roda organisasi berisiko macet atau kehilangan arah moral. Tema “Lead With Character, Move with Purpose” menegaskan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari integritas, bukan popularitas. Melalui metode experiential learning (belajar sambil mengalami) di alam terbuka, peserta tidak hanya menghafal teori manajemen organisasi, tetapi merasakan langsung dinamika kerjasama, tanggung jawab, dan keteladanan dalam situasi nyata. Ini adalah investasi jangka panjang agar Matsamdah terus melahirkan kader yang mampu membawa nama baik madrasah di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Mekanisme Terstruktur dari Persiapan Hingga Evaluasi
Bagaimana pelaksanaan LDKS ini diatur agar efektif dan aman? Semua tercantum rinci dalam surat edaran resmi:
1. Administrasi: Peserta wajib membayar SWP Rp150.000 paling lambat Rabu, 26 Agustus 2026 melalui wali kelas.
2. Perlengkapan: Dibedakan antara putra (baju hitam) dan putri (baju hitam + kerudung cream/coksu + mukenah), plus perlengkapan umum seperti seragam batik, baju olahraga, tumbler, obat pribadi, dan buku tulis. Handphone boleh dibawa namun menjadi tanggung jawab pribadi.
3. Rundown Padat: Hari pertama diisi materi kepemimpinan, games outbound, free time, pelantikan, dan Makrab (Pesan Kesan & Motivasi). Hari kedua dimulai subuh dengan Sholat Subuh, Tadarus Bersama, Senam Pagi, Sarapan, Refleksi Tim Media, dan penutupan resmi pukul 08.30 WIB.
4. Evaluasi: Setiap sesi memiliki tujuan pembelajaran spesifik, ditutup dengan refleksi bersama untuk memastikan nilai-nilai LDKS benar-benar terserap, bukan hanya terlalui.
Nashrun Minallahi Wafathun Qarib
LDKS MATSAMDAH 2026 adalah bukti komitmen MTs Muhammadiyah 20 Menongo dalam membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Dari ruang kelas di Sidokelar hingga tepian Pantai Klayar, setiap detik dirancang untuk menanamkan cinta organisasi dan kesadaran akan tujuan hidup.
Kepada para calon pemimpin IPM 2026/2027: jadikan momentum ini sebagai titik balik. Bawa pulang bukan hanya sertifikat pelantikan, tetapi karakter yang tak tergoyahkan. “Nashrun minallahi wafathun qarib” — pertolongan Allah dan kemenangan yang dekat pasti menyertai mereka yang memimpin dengan karakter dan bergerak dengan tujuan yang jelas. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.





















