Banda Naira, INFO_PAS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menghadiri acara Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Santriawan dan Santriwati Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Maluku Tengah, yang berlangsung di pelataran gedung OK Makatita, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (29/8).
Kehadiran Kalapas Bandanaira dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, membangun karakter generasi muda, serta mendorong lahirnya generasi yang berakhlak mulia dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Lapas Bandanaira itu menyampaikan apresiasi kepada pihak MAN 4 Maluku Tengah yang secara konsisten memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan di bidang keagamaan, khususnya dalam menghafal dan memahami Al-Qur’an.
”Wisuda Tahfidz ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan dan ketekunan para santriawan dan santriwati dalam mempelajari serta menghafalkan Al-Qur’an. Semoga ilmu dan hafalan yang dimiliki dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan serta membentuk pribadi yang berkarakter dan berakhlak mulia,” ujar Samad.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an juga memiliki relevansi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, termasuk dalam menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.
”Kami berharap para wisudawan dan wisudawati terus menjaga hafalan, mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, serta menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MAN 4 Maluku Tengah, Badarudin Nasrudin, dalam sambutannya mengajak para orang tua untuk terus memberikan dukungan dan motivasi kepada anak-anak. Menurutnya, keberhasilan para peserta wisuda dapat menjadi contoh sekaligus inspirasi bagi keluarga dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Badarudin menegaskan, sebagai madrasah yang memiliki basis pendidikan agama, MAN 4 Maluku Tengah memiliki komitmen untuk membekali para peserta didik tidak hanya dengan pengetahuan umum, tetapi juga kemampuan keagamaan, khususnya dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an.
”Sebagai sekolah yang berbasis agama, kami sangat mengharapkan lulusan kami sudah mampu menghafalkan Al-Qur’an dengan baik dan benar,” ucapnya. (Humas/LT)
























