MALANG – Dalam upaya membangun fondasi program yang presisi dan tepat sasaran, tim pengabdian masyarakat dari UPN Veteran Jawa Timur menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang pada tanggal Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan FGD ini difokuskan pada pemetaan awal (baseline data) mengenai aspek produksi dan pemasaran komoditas Kopi Margading.
Pengisian data baseline ini menjadi pijakan utama untuk memotret kondisi eksisting mitra mulai dari ketergantungan penjualan green beans yang mencapai 85–90% kepada tengkulak/pembeli besar, hingga belum tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi dan jaringan rantai pasok mandiri.
Kegiatan FGD ini secara langsung mendukung pencapaian SDGs Nomor 1: No Poverty dan SDGs Nomor 8: Decent Work and Economic Growth melalui penciptaan unit usaha kopi hilir berbasis perempuan tani.
“Pengisian baseline melalui FGD pada hari ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan fondasi utama kami untuk mengukur dampak secara terukur (before-after), melalui penggalian data ini, kami memastikan bahwa program hilirisasi Kopi Margading benar-benar mampu mendukung SDGs 1 (No Poverty) dan SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan menggeser posisi KWT dari sekadar buruh pemetik di hulu menjadi pemilik unit usaha kopi bernilai tambah di hilir.” jelas Brilliani Raras Sakapuspa, S.E., M.SE., selaku perwakilan tim dosen yang menekankan pentingnya data baseline sebagai peta jalan keberlanjutan ekonomi desa berbasis SDGs.
Senada dengan hal tersebut, Arivia Fikratuz Zakia, S.E., M.Sc., anggota tim dosen yang mendampingi proses diskusi kelompok, menyoroti aspek kesiapan tata kelola kelembagaan dan manajemen operasional KWT. “FGD ini membuka tabir hambatan nyata yang dihadapi para wanita tani di lapangan, dari data yang kami himpun, tingkat keberdayaan mitra pada aspek produksi dan pemasaran masih berada di bawah 40%. Hasil FGD pengisian baseline ini akan kami jadikan acuan langsung untuk menyusun SOP produksi terstandar serta merancang model bisnis kolektif yang transparan dan akuntabel.” ungkap Arivia Fikratuz Zakia, S.E., M.Sc.
Proses penggalian data baseline ini berjalan interaktif berkat pendampingan dari para mahasiswa yang terjun langsung memfasilitasi jalannya diskusi bersama anggota KWT.
Nayla Dwi Pertiwi, salah satu mahasiswa Ekonomi Pembangunan UPN “Veteran” Jawa Timur yang bertugas mendokumentasikan dan memfasilitasi pengisian instrumen baseline pemasaran, menyampaikan temuan menarik dari hasil diskusi. “Saat memfasilitasi diskusi aspek pemasaran, kami melihat antusiasme sekaligus tantangan besar dari ibu-ibu KWT, Sebagian besar dari mereka belum mengenal segmentasi pasar ritel maupun digital marketing. Data baseline ini sangat krusial agar pelatihan pemasaran yang akan kami berikan nantinya benar-benar sesuai dengan tingkat pemahaman dan kebutuhan mitra” kata Nayla.
Sementara itu, Roesyana Dwi Santi Dewi, mahasiswa Ekonomi Pembangunan UPN “Veteran” Jawa Timur yang mendampingi pemetaan awal aspek kapasitas produksi dan teknis, menambahkan optimisme dari pelaksanaan FGD ini. “Kami mencatat secara detail berapa kapasitas panen harian, alur pemetikan, hingga keterbatasan alat yang dimiliki KWT saat ini, data baseline ini akan menjadi pembanding utama saat mesin roasting digital dan teknologi pengolahan kopi nantinya mulai diimplementasikan di Desa Ampelgading” ujar Roesyana
Melalui pelaksanaan FGD baseline pada 2 Juli 2026 ini, tim pengabdian UPN Veteran Jawa Timur dan KWT Desa Ampelgading kini memiliki pijakan data yang solid untuk melangkah ke tahap pelatihan teknis, intervensi teknologi roasting, hingga penetrasi pasar Kopi Margading.
(Penulis : Brilliani Raras Sakapuspa, S.E., Arivia Fikratuz Zakia, S.E., M.Sc., Nayla Dwi Pertiwi dan Roesyana Dwi Santi Dewi adalah Dosen dan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN “Veteran” Jawa Timur)






















