Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu mengikuti Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi bagi Warga Binaan yang dirangkaikan dengan Rapat Analisis dan Evaluasi Pemasyarakatan secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (6/10). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Bengkulu.
Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dan menyamakan langkah dalam pelaksanaan program pemasyarakatan, khususnya terkait pembinaan Warga Binaan melalui pendekatan rehabilitasi dan reedukasi. Pembahasan diarahkan pada penguatan program yang mampu mendukung proses perubahan positif selama menjalani masa pidana.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran Lapas Kelas IIA Bengkulu memperoleh penguatan terkait arah kebijakan dan strategi dalam penyelenggaraan pembinaan yang lebih terarah, terukur, serta berkelanjutan. Pendekatan rehabilitasi dan reedukasi diharapkan dapat memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan potensi, memperbaiki diri, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Selain membahas tindak lanjut pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi, kegiatan juga menjadi forum analisis dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pemasyarakatan. Evaluasi ini penting untuk memastikan setiap program pembinaan berjalan sesuai dengan tujuan pemasyarakatan dan terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
Lapas Kelas IIA Bengkulu berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan pembinaan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada perubahan perilaku. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga pada kesiapan Warga Binaan menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
Keikutsertaan Lapas Kelas IIA Bengkulu dalam rakor ini diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan program rehabilitasi dan reedukasi di lingkungan Lapas. Dengan koordinasi dan evaluasi yang berkelanjutan, seluruh program pembinaan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas, perubahan perilaku, serta mendukung keberhasilan reintegrasi sosial Warga Binaan.




















