BANDUNG, NNC – Upaya pemberdayaan generasi muda sering kali terhenti pada tahap penyampaian teori di dalam ruang kelas tanpa tindak lanjut yang berkesinambungan. Menyadari celah tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung menghadirkan sebuah terobosan strategis melalui program Camp of Entrepreneurship (CEMPOR). Bertempat di GT KAREES pada bulan Juli 2026 lalu, kegiatan kepemudaan ini dirancang khusus untuk membangun kemandirian ekonomi, salah satunya difokuskan pada bidang Penulisan Kreatif.
Berbeda dengan pelatihan pada umumnya, program CEMPOR bidang Penulisan Kreatif tidak sekadar mengajarkan kaidah kebahasaan atau tata cara menyusun kalimat. Lebih jauh dari itu, para peserta dibimbing agar keahlian merangkai kata tersebut dapat ditransformasikan menjadi peluang wirausaha dan profesi yang menjanjikan. Di era industri kreatif saat ini, kecakapan literasi merupakan fondasi penting bagi berbagai sektor, mulai dari dunia penerbitan hingga komunikasi publik.
Keberhasilan implementasi program ini tentu tidak lepas dari sinergi lintas institusi. Dalam pelaksanaannya, Dispora Kota Bandung berkolaborasi erat dengan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Catalys dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Kehadiran mahasiswa KKN ini menjadi angin segar sekaligus katalisator dalam proses pengembangan kapasitas kepenulisan peserta.
Tim KKN Catalys mengambil peran krusial sebagai jembatan penghubung yang membuka akses bagi para penulis pemula untuk bersentuhan langsung dengan ranah profesional. Melalui inisiasi dari tim KKN, para peserta CEMPOR dipertemukan dengan sejumlah tokoh inspiratif yang berkenan bertindak layaknya klien. Tokoh-tokoh yang membagikan perjalanan hidup serta rekam jejak pemikiran mereka antara lain Prof. Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dr. Ira Mirawati, M.Si., dan Dr. R. Khemal Youwangka, M.M.
Dalam tahapan pelaksanaannya, bentuk kegiatan tidak lagi berupa simulasi, melainkan praktik kerja secara langsung. Para penulis muda ini diterjunkan untuk mengelola sebuah proyek penyusunan buku. Mereka terlibat penuh dalam setiap tahapan proses kreatif, mulai dari menggali informasi komprehensif, merumuskan pedoman wawancara, melakukan sesi tatap muka bersama tokoh, mengolah ragam cerita, hingga menyusun draf naskah akhir. Saat ini, mahakarya dari kolaborasi tersebut tengah berada dalam tahap penyelesaian menuju proses penerbitan secara resmi.
Keterlibatan dalam proyek riil ini memberikan dampak yang sangat signifikan bagi para peserta. Mereka tidak hanya mengantongi pengalaman bekerja layaknya penulis profesional, tetapi juga berhasil membangun portofolio yang konkret. Selain itu, interaksi intensif dengan para pakar turut memperluas jaringan (networking) yang esensial bagi karir mereka ke depan. Pengalaman ini sukses membuka wawasan bahwa kemampuan meramu kata dapat ditekuni sebagai peluang profesi yang berkesinambungan.
Sinergi antara Dispora Kota Bandung, Tim CEMPOR, mahasiswa KKN Catalys, dan para tokoh ini telah berhasil membangun sebuah ekosistem yang inklusif. Ekosistem tersebut secara apik mempertemukan antusiasme generasi muda, fasilitas pemerintah, kontribusi perguruan tinggi, dan kearifan para tokoh inspiratif dalam satu ruang produktif.
Program CEMPOR menjadi bukti tak terbantahkan bahwa sebuah proses belajar mampu melahirkan kesempatan, dari kesempatan akan terwujud sebuah karya, dan dari karya nyata dapat tumbuh peluang wirausaha mandiri. Apresiasi tertinggi patut disampaikan kepada Dispora Kota Bandung dan para tokoh atas ruang serta kepercayaan yang telah diberikan kepada para pemuda. Mengutip semangat yang digaungkan dalam kolaborasi edukatif ini: “Small Action, Lasting Impact”—sebuah langkah kecil yang diharapkan mampu meninggalkan jejak kebermanfaatan yang abadi bagi literasi masyarakat luas.

























