Garut, 21 Agustus 2026 — Pengembangan potensi pertanian sebagai sumber pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu isu yang diangkat dalam kegiatan Seminar Agribisnis yang digelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) ORDA Mitra Pemerintah Daerah Kabupaten Garut Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Garut. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026, di SDN 3 Karyamekar, Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut. Seminar menjadi ruang edukasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk memperluas wawasan mengenai potensi agribisnis sekaligus membangun keberanian dalam melihat sektor pertanian dari perspektif kewirausahaan. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan HIPMI Kabupaten Garut tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar tidak hanya berperan sebagai produsen hasil pertanian, tetapi mampu melihat peluang pengembangan produk dan menciptakan nilai ekonomi dari potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
Seminar Agribisnis dikemas dengan pendekatan yang menekankan pentingnya pola pikir kewirausahaan dalam mengembangkan potensi lokal. Sektor pertanian memiliki keterkaitan yang luas dengan berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari proses produksi, pengolahan, distribusi, pemasaran, hingga pengembangan produk turunan. Karena itu, potensi pertanian dapat dikembangkan lebih jauh apabila masyarakat memiliki kemampuan membaca peluang dan memahami kebutuhan pasar. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak untuk melihat bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh kemampuan mengenali masalah, membaca kebutuhan, menciptakan inovasi, serta memberikan nilai tambah terhadap produk yang dihasilkan. Pendekatan tersebut dinilai relevan bagi masyarakat Desa Karyamekar yang memiliki potensi di bidang pertanian. Melalui seminar, peserta diharapkan mulai membangun perspektif bahwa hasil pertanian dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki daya saing apabila dikelola secara kreatif dan didukung strategi usaha yang tepat.
Kegiatan menghadirkan Alfan Al Falaliansyah, narasumber dari HIPMI Kabupaten Garut sekaligus praktisi muda, yang menyampaikan materi mengenai peluang pengembangan usaha berbasis potensi pertanian. Dalam pemaparannya, Alfan mendorong peserta untuk tidak memandang pertanian sebatas kegiatan menghasilkan komoditas, tetapi juga sebagai ruang untuk menciptakan berbagai peluang ekonomi. Menurutnya, kemampuan melihat potensi merupakan langkah awal dalam membangun sebuah usaha. “Potensi yang ada di sekitar kita akan menjadi peluang ketika kita mampu melihat, mengembangkan, dan memberikan nilai lebih terhadap potensi tersebut,” ujar Alfan. Ia menambahkan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam mendorong lahirnya inovasi di sektor agribisnis karena memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas dan memanfaatkan perkembangan teknologi. “Pertanian tidak harus berhenti pada hasil panen. Kita bisa berpikir bagaimana produk tersebut diolah, dikemas, dipasarkan, dan memiliki nilai tambah sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam seminar agar peserta memiliki keberanian untuk mengembangkan gagasan usaha yang berangkat dari potensi lokal.
Selain membahas potensi usaha, seminar juga memberikan perspektif mengenai pentingnya membangun pola pikir yang adaptif dalam menghadapi perubahan dunia usaha. Menurut Alfan, masyarakat dan generasi muda perlu memiliki keberanian untuk belajar serta tidak terpaku pada pola usaha yang sudah berjalan. “Menjadi pelaku usaha membutuhkan kemauan untuk terus belajar. Kita harus mampu melihat perubahan sebagai peluang untuk berkembang, bukan sebagai hambatan,” katanya. Kolaborasi antara KKN ORDA Mitra Pemda Garut UIN Sunan Gunung Djati dan HIPMI Kabupaten Garut dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui keterlibatan berbagai pihak. Mahasiswa KKN dapat menjadi penghubung antara lingkungan akademik dan masyarakat, sementara organisasi pengusaha dapat memberikan pengalaman praktis mengenai dunia usaha. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan edukasi yang lebih kontekstual dan dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membangun wawasan kewirausahaan serta pemanfaatan potensi ekonomi lokal.
Pelaksanaan Seminar Agribisnis di Desa Karyamekar diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi, tetapi dapat menjadi pemantik bagi masyarakat dan generasi muda untuk mulai mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. Sektor pertanian memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui inovasi, pengolahan hasil, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, HIPMI Kabupaten Garut, dan masyarakat, diharapkan tumbuh keberanian untuk menciptakan gagasan usaha sekaligus meningkatkan kemampuan dalam melihat peluang ekonomi secara lebih luas. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan ekonomi masyarakat membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berpikir kreatif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan potensi lokal. Semangat tersebut dirangkum dalam pesan yang menjadi penutup kegiatan, “Melihat Potensi, Menciptakan Nilai, dan Membangun Masa Depan.”























