Demak, – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terintegrasi (MIT) Posko 129 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar kegiatan sosialisasi Anti-Bullying dengan tema “Stop Bullying: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman” pada Senin (3/8/2026) hingga Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di SD Kebonsari 1 dan SD Kebonsari 2, yang berada di Desa Kebonsari, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak.
Acara berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa kelas IV, V, dan VI. Pada hari pertama, sosialisasi dilaksanakan di SD Kebonsari 1, sedangkan pada hari kedua bertempat di SD Kebonsari 2. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, sambutan, penyampaian materi sosialisasi, sesi renungan, serta ditutup dengan sesi “Pohon Harapan” sebagai wadah bagi para siswa untuk menyampaikan harapan mereka terhadap lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Salah satu anggota KKN MIT Posko 129, Rizqy, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai perundungan (bullying), mulai dari pengertian, jenis-jenis, dampak, hingga langkah-langkah pencegahannya.
“Kami ingin menanamkan rasa peduli terhadap sesama sejak usia dini serta berupaya mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Salah satu siswa SD Kebonsari 2, Rafa, mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut, terutama pada sesi renungan yang memberikan kesan mendalam.
“Seru, Kak. Ada sesi renungan juga yang membuat aku sadar bahwa lingkungan yang terlihat baik ternyata masih banyak teman yang sebenarnya merasa tidak baik-baik saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Desa KKN MIT Posko 129, Evan, berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah serta mendorong keberanian siswa untuk melawan tindakan perundungan.
“Semoga setelah kegiatan ini tidak ada lagi siswa yang menjadi korban maupun pelaku bullying. Kami berharap pelaku dapat menyadari kesalahannya, sementara korban lebih berani melapor kepada guru agar perundungan dapat segera ditangani,” pungkasnya.
Penulis: Tim Posko KKN MIT 129





















