Manna, Humas Rutan Manna – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Manna melakukan koordinasi dengan pengusaha peternakan ayam petelur dan pedaging di Kabupaten Bengkulu Selatan, Sabtu (26/04).
Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengunjungi peternakan milik Bapak Rodi, S.Sos, yang berlokasi di Desa Ula Lebar Fino, Kabupaten Bengkulu Selatan. Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan program ketahanan pangan yang dapat dilaksanakan di lingkungan Rutan Kelas IIB Manna.
Program ketahanan pangan sendiri merupakan salah satu dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) yang mendorong satuan kerja pemasyarakatan untuk berperan aktif dalam mendukung ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kegiatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Dalam kegiatan koordinasi tersebut, Karutan didampingi oleh staf bagian pengelolaan dan staf keamanan Rutan Kelas IIB Manna. Diskusi yang berlangsung membahas berbagai potensi kerja sama, khususnya dalam pengembangan budidaya ayam petelur maupun ayam pedaging yang dapat diterapkan sebagai program pembinaan bagi warga binaan.
Selain itu, turut hadir pula Bapak Jakson, seorang pengusaha jagung pakan ternak yang juga berada di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan. Kehadiran beliau memberikan gambaran mengenai ketersediaan bahan pakan ternak yang dapat mendukung keberlangsungan usaha peternakan secara berkelanjutan.
Karutan Kelas IIB Manna menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membangun sinergi dengan para pelaku usaha lokal guna mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan di Rutan.
“Melalui koordinasi ini, kami berharap dapat membuka peluang kerja sama yang bermanfaat, tidak hanya untuk mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang berguna setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Dengan adanya sinergi antara Rutan Kelas IIB Manna dan para pengusaha lokal, diharapkan program ketahanan pangan dapat berjalan optimal sekaligus memberikan nilai produktif bagi pembinaan warga binaan.
(TIM HUMAS RUTAMA KREATIF)

















