Lamongan – Di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan modern, Sunariyanto membagikan pandangan reflektifnya tentang pentingnya ketenangan hati, kekuatan iman, serta keharmonisan dalam hubungan antarmanusia. Dalam sebuah momen, ia menyampaikan bahwa ketenangan batin bukanlah sesuatu yang datang begitu saja, melainkan harus diupayakan melalui kedekatan kepada Allah SWT dan sikap hidup yang seimbang.
Mengawali perbincangan, Sunariyanto menyampaikan sholawat serta salam kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw dan doa :
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
“Semoga kita semua senantiasa diberi kebahagiaan dan berada dalam lindungan Allah SWT,” ujarnya.
Ia kemudian mengungkapkan doa yang kerap ia panjatkan sebagai bentuk harapan akan kebersihan jiwa dan kekuatan dalam menjalani hidup:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
اللَّهُمَّ طَهِّرْ نَفْسِي مِنَ الرَّحِمِ إِلَىٰ وِلَادَتِي وَحَتَّىٰ حُدُودِ مَمَاتِي مِنْ كُلِّ نَجَاسَةٍ وَفِعْلٍ قَبِيحٍ. وَارْزُقْنِي الصَّبْرَ عَلَىٰ مَا قَدَّرْتَهُ لِي، وَأَنْعِمْ عَلَيَّ بِالتَّقْوَىٰ وَصُحْبَةِ الصَّالِحِينَ بِعَوْنِكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Artinya:
“Ya Allah! Sucikanlah jiwaku sejak dalam rahim hingga kelahiranku, serta sampai batas kematianku, dari segala najis dan perbuatan keji. Anugerahkanlah kepadaku kesabaran atas apa yang telah Engkau tetapkan untukku. Limpahkanlah kepadaku ketakwaan dan pergaulan dengan orang-orang saleh dengan pertolongan-Mu, wahai Tuhan semesta alam.”
Menurutnya, doa tersebut menjadi pengingat agar manusia selalu menjaga hati dan memperkuat kesabaran dalam menghadapi takdir kehidupan. Ia juga menambahkan doa penutup yang mencerminkan harapan setiap insan untuk meraih akhir kehidupan yang baik:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَخِرَ أَعْمَالِنَا خَيْرًا، وَأَخِرَ أَيَّامِنَا أَحْسَنَهَا، وَأَخِرَ أَعْمَارِنَا خَيْرَ عُمْرٍ، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى، وَاجْعَلْ مَآلَنَا إِلَى الْجَنَّةَ
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah amal terakhir kami sebagai amal terbaik, hari-hari terakhir kami sebagai hari terbaik, usia terakhir kami sebagai usia terbaik, dan wafatkanlah kami dalam keadaan husnul khatimah. Jadikanlah tempat kembali kami adalah surga.”
Dalam momen tersebut, Sunariyanto juga mengingatkan tentang hakikat kehidupan dunia yang sementara. Ia mengutip ayat Al-Qur’an:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
(QS. Ali Imran: 185)
Artinya:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati… dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu.”
“Ayat ini mengingatkan kita agar tidak terlena oleh dunia. Yang terpenting adalah mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tiga kunci utama dalam meraih ketenangan hati:
الأنس في ثلاثة: الزوجة الموافقة والولد البار والأخ الموافق
Artinya:
“Ketenangan hati itu terdapat pada tiga hal: pasangan yang sefrekuensi, anak yang berbakti, dan saudara atau sahabat yang sepemikiran.”
Menurut Sunariyanto, ketiga hal tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis dan penuh kebahagiaan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan, sebagaimana firman Allah SWT:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
(QS. Ali ‘Imran: 103)
Artinya:
“Dan berpegang-teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai…”
Serta:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
(QS. Al-Hujurat: 10)
Artinya:
“Orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu…”
Menutup momentum pembahasan, Sunariyanto mengajak sahabat sahabatnya untuk terus memperbaiki diri, menjaga hubungan dengan Allah SWT, serta mempererat hubungan dengan keluarga dan sesama. Ia menegaskan bahwa ketenangan dan kebahagiaan sejati akan hadir dalam kehidupan yang dilandasi iman, keikhlasan, dan kasih sayang.






















