Sragen, 19 September 2026 — Mahasiswa melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk GEMA (Pembelajaran Matematika Integratif melalui Game-Based Learning Berbasis Permainan Tradisional) di Desa Jenalas, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, pada 19–20 September 2026. Program ini bertujuan menghadirkan pengalaman belajar matematika yang lebih menarik bagi anak-anak melalui permainan tradisional yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan GEMA melibatkan 60 anak yang mengikuti pembelajaran melalui tiga pojok permainan, yaitu Gubug Engklek Geometri, Sanggar Ular Tangga, dan Pasar Congklak. Ketiga pojok tersebut dirancang untuk mengintegrasikan permainan tradisional dengan konsep matematika sehingga anak-anak dapat belajar melalui aktivitas yang menyenangkan dan interaktif.
Ketua panitia GEMA menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya untuk menghadirkan alternatif pembelajaran matematika yang lebih menarik bagi anak-anak. “Kami ingin menunjukkan bahwa matematika tidak selalu harus dipelajari melalui buku dan soal-soal, tetapi juga bisa dikenalkan melalui permainan tradisional yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat merasakan bahwa belajar matematika bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan,” ungkapnya.

Ketua panitia GEMA menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya untuk menghadirkan alternatif pembelajaran matematika yang lebih menarik bagi anak-anak. “Kami ingin menunjukkan bahwa matematika tidak selalu harus dipelajari melalui buku dan soal-soal, tetapi juga bisa dikenalkan melalui permainan tradisional yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat merasakan bahwa belajar matematika bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan,” ungkapnya.
Melalui program GEMA, mahasiswa berupaya mendekatkan matematika dengan pengalaman sehari-hari anak-anak sekaligus memanfaatkan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang kontekstual. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih menarik dan dekat dengan lingkungan masyarakat.






















