Surakarta, 5 Agustus 2026 – Pembukaan EMPARTY ART FEST 2026 di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Surakarta, Selasa (4/8), tidak hanya menjadi seremoni dimulainya festival seni, tetapi juga menandai dibukanya ruang apresiasi seni rupa yang mempertemukan karya, seniman, dan masyarakat dalam satu pengalaman artistik. Mengusung tema “Art for Humanity”, festival yang digagas oleh Seniman Merdeka Indonesia (SMI) menghadirkan seni rupa sebagai salah satu pilar utama dalam membangun dialog budaya dan kemanusiaan.
Pembukaan resmi dilakukan oleh Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, H. Giring Ganesha Djumaryo, S.I.Kom., didampingi Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ir. A.R. Hanung Triyono, M.Si., Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, S.H., M.Kn., Ketua Umum Seniman Merdeka Indonesia, Barata Sena, serta Kepala Taman Budaya Jawa Tengah melalui prosesi simbolis pemukulan gong sebagai tanda dimulainya festival.
Usai seremoni pembukaan, rombongan tamu kehormatan diarahkan menuju Galeri Taman Budaya Jawa Tengah untuk membuka secara simbolis ruang pamer yang menjadi salah satu pusat kegiatan EMPARTY ART FEST 2026. Di galeri tersebut dipamerkan berbagai karya seni rupa yang merepresentasikan beragam gagasan, teknik, dan perspektif para perupa. Pameran ini menjadi ruang perjumpaan antara seniman dengan publik, di mana karya tidak hanya dipandang sebagai objek estetis, tetapi juga sebagai media refleksi atas isu-isu kemanusiaan dan kehidupan sosial.
Ketua Umum Seniman Merdeka Indonesia, Barata Sena, mengatakan bahwa seni rupa memiliki kemampuan untuk menghadirkan dialog yang melampaui kata-kata.
“Melalui seni rupa, masyarakat diajak melihat, merasakan, dan memaknai berbagai persoalan kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Karena itu, kami ingin galeri menjadi ruang yang hidup, tempat bertemunya gagasan seniman dengan pengalaman masyarakat.”
Selain meninjau ruang pamer, Wakil Menteri Kebudayaan H. Giring Ganesha Djumaryo, S.I.Kom., bersama rombongan juga mengunjungi Workshop Keris, Workshop Keramik, dan Workshop Batik yang menampilkan proses kreatif para empu dan perajin secara langsung. Kehadiran workshop di kawasan galeri memperlihatkan bahwa EMPARTY ART FEST tidak hanya menampilkan hasil karya, tetapi juga membuka ruang edukasi mengenai proses penciptaan dan pelestarian seni tradisi.
Konsep tersebut sejalan dengan visi EMPARTY ART FEST sebagai festival seni multidisiplin yang mengintegrasikan pameran lukisan, instalasi, patung dan keramik, pameran keris, seni pertunjukan, serta program partisipatif masyarakat dalam satu narasi besar, yaitu “Empati sebagai Dialog, Seni sebagai Perayaan Kemanusiaan.”
Pameran seni rupa akan terus berlangsung hingga 10 Agustus 2026, sementara masyarakat juga dapat mengikuti berbagai agenda lain seperti artist talk, diskusi seni, creative market, dan pertunjukan seni setiap malam. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Seniman Merdeka Indonesia berharap EMPARTY ART FEST dapat menjadi ruang yang memperkuat ekosistem seni rupa Indonesia, memperluas apresiasi publik terhadap karya para perupa, serta mendorong lahirnya kolaborasi kreatif yang berkelanjutan antara seniman, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. (Lima)























