Bengkulu — Kamis (27/11), Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, bersama jajaran melakukan kunjungan ke Agroeduwisata Ikona Melon Toboponik Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan terkait pengembangan pembinaan kemandirian berbasis pertanian modern di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan disambut oleh pengelola agroeduwisata dan diajak melihat langsung proses budidaya melon dengan metode toboponik, sebuah teknik tanam inovatif yang memadukan sistem hidroponik dengan pola pemeliharaan terkontrol. Teknologi ini dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan sebagai program pelatihan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kalapas Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, mengapresiasi inovasi yang ditampilkan oleh Ikona Melon Toboponik. Menurutnya, pola pembinaan di lapas harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk di bidang urban farming.
“Kunjungan ini menjadi langkah penting bagi kami untuk melihat peluang kolaborasi. Metode tanam toboponik sangat relevan untuk diterapkan sebagai pelatihan keterampilan bagi WBP. Selain mudah dipelajari, hasilnya juga menjanjikan dan dapat meningkatkan kemandirian mereka,” ujar Kalapas.
Julianto menambahkan bahwa Lapas Bengkulu berkomitmen memperluas kerja sama dengan berbagai pihak guna memperkaya materi pembinaan. Harapannya, WBP tidak hanya produktif selama menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat.
Kunjungan ini ditutup dengan diskusi ringan terkait peluang kerja sama, termasuk rencana pelatihan teknis budidaya melon toboponik yang dapat diintegrasikan dalam program pembinaan Lapas Bengkulu.
























