Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Dopamin Trap: Mengapa Remaja Sulit Lepas dari TikTok?

Rahasia Otak di Balik Scroll Tanpa Henti

DAVINA ZELLA OCTAVIA by DAVINA ZELLA OCTAVIA
2 December 2025
in Opini
A A
0
pexels cottonbro 5081920 1 11zon
854
SHARES
1.2k
VIEWS

Tau nggak sih kamu kalau remaja Indonesia bisa menghabiskan 3–5 jam per hari cuma buat TikTok? Yap! Beberapa survei digital di Indonesia menunjukkan bahwa banyak remaja memang menghabiskan sekitar 3 sampai 5 jam per hari di TikTok, terutama untuk hiburan, pelarian stres, dan mengikuti tren FYP. TikTok telah menjadi aplikasi yang paling banyak digunakan oleh remaja di Indonesia. Konten yang singkat, algoritma yang responsif, dan kemudahan akses membuat remaja betah scrolling video tanpa henti. Dari perspektif biopsikologi, ketergantungan pada TikTok dipengaruhi bukan hanya oleh faktor sosial dan psikologis, tetapi juga oleh mekanisme biologis di otak, terutama pada sistem penghargaan yang melibatkan neurotransmiter dopamin. Fenomena ini semakin penting mengingat berbagai kajian di dalam negeri menunjukkan bahwa gejala kecanduan TikTok meningkat di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Beberapa studi di Indonesia mengidentifikasi hubungan jelas antara penggunaan TikTok dan perilaku kecanduan. Penelitian oleh Firdaus dan tim (2024) yang dilakukan pada mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam membuktikan bahwa frekuensi penggunaan TikTok berpengaruh signifikan terhadap tingkat kecanduan. Semakin sering mahasiswa mengakses TikTok, semakin kuat gejala ketergantungan seperti kesulitan untuk berhenti, kecemasan jika tidak membuka aplikasi, serta penggunaan yang berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Temuan ini sejalan dengan studi oleh Pappa, Pratikto, dan Aristawati (2024) yang menemukan bahwa kebosanan saat waktu luang dapat meningkatkan risiko kecanduan TikTok di kalangan Generasi Z. Remaja yang cepat merasa bosan atau kurang memiliki alternatif aktivitas lebih rentan mencari stimulasi dari TikTok sebagai bentuk pelarian.

Faktor Psikologis yang Memperkuat Ketergaantungan Tiktok

Faktor psikologis lain yang turut berperan dalam kecanduan media sosial adalah kemampuan kontrol diri. Penelitian oleh Puspitasari dan Fikry (2023) yang meneliti remaja di Bekasi menunjukkan bahwa rendahnya kontrol diri memiliki hubungan erat dengan ketergantungan pada TikTok. Remaja yang kesulitan mengendalikan dorongan internal cenderung lebih mudah untuk terus membuka aplikasi, terutama ketika mereka merasa stres, bosan, atau mencari distraksi. Temuan ini diperkuat oleh penelitian kualitatif oleh Nasution dan Irman (2024), yang menyoroti bahwa ketergantungan pada TikTok dapat menyebabkan penurunan produktivitas, gangguan pada konsentrasi, serta kesulitan dalam mengatur perilaku online. Mereka juga menekankan pentingnya strategi manajemen diri untuk membantu remaja mengatur penggunaan TikTok.

Peran Mekanisme Dopamin dalam Sistem Penghargaan Otak

Dari sudut pandang biopsikologi, fenomena ketergantungan pada TikTok dapat dipahami melalui fungsi sistem penghargaan di otak. Ketika seseorang mengakses konten yang menarik, mengejutkan, atau lucu, otak akan mengeluarkan dopamin sebagai respons terhadap rangsangan yang menyenangkan. TikTok dirancang untuk menciptakan aliran konten yang cepat, yang memicu reward kecil namun konsisten. Setiap kali scroll, otak mendapatkan “dopamin hit” yang memberikan kepuasan, sehingga perilaku menonton TikTok semakin ingin dilakukan terus-menerus. Mekanisme ini mirip dengan jadwal penghargaan variabel, yaitu pola penguatan yang tidak terduga yang juga dapat ditemui dalam perjudian dan platform digital lainnya.

Baca Juga

Memimpin rapat sebagai bagian dari kepemimpinan (Dokumen AKUB)

Pemimpin Zaman Kini: Membumi dalam Pikiran, Tangguh dalam Tindakan

7 December 2025
Screenshot 47

Seni Mengatur Uang di Dompet Tipis:

4 December 2025
Bullying Kompasiana 1

Bullying dan Penurunan Kualitas Pembelajaran: Ancaman bagi Dunia Pendidikan”

4 December 2025
foto biopsi

Mood Swing Pra-menstruasi: Otak VS Hormon. Siapa yang menang?

4 December 2025

Pada remaja, risiko mengalami kecanduan lebih tinggi karena bagian otak yang bertanggung jawab atas perencanaan dan kontrol diri, yaitu prefrontal cortex, belum sepenuhnya berkembang. Hal ini menyebabkan dorongan untuk mencari kesenangan lebih dominan daripada kemampuan untuk menahan diri. Ketika TikTok memberikan hadiah dopamin yang kuat dan cepat, remaja menjadi lebih rentan mengembangkan perilaku kompulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Kombinasi ini menunjukkan bahwa ketergantungan digital bukan sekadar masalah “kurang disiplin”, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi biologis serta perkembangan otak.

Dampak Sosial, Akademik, dan Emosional dari Penggunaan TikTok Berlebih

Secara sosial dan akademis, kecanduan pada TikTok dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan remaja. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa ketergantungan digital berpotensi mengurangi fokus belajar, mengurangi waktu tidur, serta menghambat produktivitas. Remaja yang banyak menghabiskan waktu di TikTok cenderung mengalami penundaan tugas, kesulitan dalam berkonsentrasi, serta kebutuhan berlebih akan validasi sosial seperti likes dan komentar. Dampak psikologis seperti kecemasan, ketergantungan emosional pada media sosial, dan penghindaran aktivitas offline juga sering dilaporkan dalam studi lokal.

Dengan menganalisis data serta mekanisme biologis yang terlibat, kita bisa menyimpulkan bahwa ketergantungan terhadap TikTok di kalangan remaja adalah fenomena yang kompleks. Ini melibatkan berbagai elemen, seperti faktor biologis (dopamin dan sistem penghargaan), psikologis (kemampuan mengendalikan diri, rasa jenuh), dan faktor yang berasal dari lingkungan digital (algoritma TikTok serta ketersediaan konten yang cepat). Pendekatan biopsikologi memberikan penjelasan mengenai bagaimana kebiasaan digital modern mampu mengubah cara kerja otak, sekaligus memberikan landasan untuk usaha pencegahan dan intervensi. Inisiatif meningkatkan literasi digital, pengelolaan waktu, penguatan kemampuan mengendalikan diri, dan pelatihan manajemen diri dapat mendukung remaja dalam menggunakan TikTok dengan cara yang lebih positif. Dengan pemahaman yang benar, TikTok bisa tetap menjadi sumber hiburan tanpa berubah menjadi sebuah kecanduan.

Leaderboard apa apa

DAFTAR PUSAKA

Firdaus, A., Nasichah, M., & Nadhiroh, R. (2024). Intensitas penggunaan media sosial TikTok terhadap perilaku kecanduan mahasiswa BPI 2021. Al-Kamilah: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 2(2), 1–11.

Pappa, S., Pratikto, H., & Aristawati, A. R. (2024). Leisure boredom dan kecenderungan kecanduan media sosial TikTok pada Gen Z. JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia, 2(3), 45–55.

Puspitasari, W., & Fikry, Z. (2023). Kontribusi kontrol diri terhadap kecanduan media sosial TikTok pada remaja di Kabupaten Bekasi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 4504–4513.

Nasution, I. S., & Irman, I. (2024). Analisis dampak kecanduan aplikasi TikTok dan implikasinya terhadap teknik self-management. Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam, 6(1), 54–63.

 

Tags: Dopamin Traptiktok
Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
Banner Publikasi Press Release Gratis
Previous Post

Bangun Kepribadian Positif, LPKA Bengkulu Dampingi Anak Binaan Ikuti Zoom Moralitas

Next Post

LPKA Kelas II Bengkulu Gelar Razia Rutin, Pastikan Lingkungan Pembinaan Tetap Aman dan Kondusif

DAVINA ZELLA OCTAVIA

DAVINA ZELLA OCTAVIA

Related Posts

Memimpin rapat sebagai bagian dari kepemimpinan (Dokumen AKUB)

Pemimpin Zaman Kini: Membumi dalam Pikiran, Tangguh dalam Tindakan

7 December 2025
Screenshot 47

Seni Mengatur Uang di Dompet Tipis:

4 December 2025
Bullying Kompasiana 1

Bullying dan Penurunan Kualitas Pembelajaran: Ancaman bagi Dunia Pendidikan”

4 December 2025
foto biopsi

Mood Swing Pra-menstruasi: Otak VS Hormon. Siapa yang menang?

4 December 2025
Next Post
WhatsApp Image 2025 12 02 at 08.54.27

LPKA Kelas II Bengkulu Gelar Razia Rutin, Pastikan Lingkungan Pembinaan Tetap Aman dan Kondusif

WhatsApp Image 2025 12 02 at 10.37.56

Kepala Urusan Keuangan dan Perlengkapan Didampingi Regu Pengawasan Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana Wisma Hunian

Lapas Bengkulu, Bapas Bengkulu, Litmas Integrasi, Reintegrasi Sosial, Pembinaan Narapidana, Pemasyarakatan, Kemenkumham, Kolaborasi Lapas, ADM Kamtib, Tata Tertib Lapas

Lapas Bengkulu Fasilitasi Pengambilan Data Litmas oleh Bapas

Lapas Bengkulu, Pembinaan Kerohanian, Literasi Al-Qur’an, Kemenag Bengkulu, Warga Binaan, Reintegrasi Sosial, Masjid An Nur, Pemasyarakatan, Pembinaan Agama, Kemenkumham

Ruang Teduh Di Balik Jeruji: Literasi Al-Quran Bangkitkan Semangat Baru Warga Binaan Lapas Bengkulu

WhatsApp Image 2025 12 02 at 12.11.31

LPKA Kelas II Bengkulu Fasilitasi Ujian Semester bagi Anak Binaan

Please login to join discussion
Square Media Wanita

Berita Utama

Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua
Berita Utama

WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

by Redaksi Lapas
9 December 2025
0

Bengkulu — Selasa (09/12), suasana Masjid An-Nur Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu kembali dipenuhi kekhusyukan. Dua orang Penyuluh Agama...

Read moreDetails
Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

7 December 2025
WhatsApp Image 2025 12 06 at 20.01.15 80c4f496

Produktif dan Mandiri, Warga Binaan Lapas Bandanaira Rutin Rawat Tanaman Kacang Panjang

6 December 2025
Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan di Aceh: 500 Personel PLN Tiba di Lokasi Tower Terdampak

Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan di Aceh: 500 Personel PLN Tiba di Lokasi Banjir

6 December 2025
Michelle Liu Tampilkan Koleksi “Royal Heritage Twist” di Milan Fashion Night 2025

Michelle Liu Tampilkan Koleksi “Royal Heritage Twist” di Milan Fashion Night 2025

28 October 2025
Rumah Prabu Half Page

Berita Terkait

WhatsApp Image 2025 12 09 at 16.50.11

LPP Bengkulu melaksanakan kegiatan silaturahmi dan koordinasi ke Dinas P3AP2KB

9 December 2025
WhatsApp Image 2025 12 09 at 16.13.28 1

Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu melaksanakan kegiatan silaturahmi dan koordinasi ke Dinas Tenaga Kerja Kota Bengkulu

9 December 2025
WhatsApp Image 2025 12 09 at 15.42.03

LPP Bengkulu memberikan izin luar biasa kepada salah satu warga binaan

9 December 2025
WhatsApp Image 2025 12 09 at 18.33.55 9f63f4ca

Tanggap Darurat Bencana, Lapas Bandanaira Jalin Koordinasi dengan Pos SAR Banda

9 December 2025
WhatsApp Image 2025 12 09 at 12.09.37

Warga Binaan Lapas Perempuan Bengkulu Ikuti Penyuluhan Keagamaan dari Kemenag Kota Bengkulu

9 December 2025
Lapas Bengkulu, PKP Angkatan V, Aksi Perubahan, Slamet Santoso, Kevin Yosiva, Fardan Kristiandy, BPSDM Bengkulu, Pelatihan Kepemimpinan Pengawas, Pembinaan Narapidana, Seminar ASN

Penguatan Pembinaan: Kasi Binadik Hadiri Seminar Aksi Perubahan PKP 2025

9 December 2025
Pelataran

Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

Follow Us

Pelataran.com

Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

📧 redaksi@pelataran.com

Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

Penting!

Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

Pemberitahuan!

Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

Iklan Guest Post
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
  • Login
  • Sign Up

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita