Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto melaksanakan kegiatan Desk Evaluasi Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) oleh Tim Penilai Internal (TPI) yang berlangsung di aula utama. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penilaian pembangunan Zona Integritas di lingkungan pemasyarakatan, Senin (11/5).
Kegiatan diawali dengan pemaparan Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, terkait progres pembangunan Zona Integritas, capaian kinerja, serta berbagai inovasi layanan yang telah dikembangkan. Paparan tersebut menjadi gambaran menyeluruh tentang komitmen Lapas Mojokerto dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.
Selanjutnya, Tim Penilai Internal bersama Inspektorat Wilayah melakukan verifikasi lapangan secara langsung melalui pemantauan hybrid menggunakan Zoom. Dalam kegiatan tersebut, tim melihat secara real time pelayanan kepada warga binaan, proses pembinaan, serta berbagai inovasi layanan yang berjalan di Lapas Mojokerto, mulai dari layanan kunjungan, kesehatan, hingga area pengamanan dan pembinaan.
Usai pelaksanaan verifikasi lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan klarifikasi eviden. Pada tahap ini, Lapas Mojokerto yang telah membentuk Pokja 1 hingga Pokja 6 tampak aktif dan responsif dalam memberikan penjelasan serta menjawab setiap pertanyaan dari tim penilai, sehingga proses klarifikasi berjalan dengan baik dan terarah.
Dalam sesi tersebut, tim penilai juga menekankan pentingnya keterkaitan pembangunan Zona Integritas dengan isu strategis satuan kerja sebagai fondasi reformasi birokrasi, terutama dalam upaya pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Zona Integritas dipandang sebagai instrumen penting dalam mitigasi risiko strategis, seperti potensi pungutan liar, pelayanan yang lamban, hingga kurangnya transparansi. Oleh karena itu, penguatan integritas, inovasi, serta perbaikan tata kelola menjadi fokus utama dalam mendukung capaian WBK maupun WBBM.
Lapas Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan serta penguatan inovasi layanan secara berkelanjutan guna memastikan seluruh indikator penilaian dapat terpenuhi dan mendukung terwujudnya predikat WBBM secara optimal.















