Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar praktik perawatan jenazah bagi warga binaan di Masjid At-Taubah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Petugas Pembinaan, Sidik Aji, sebagai bagian dari pembinaan keagamaan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga binaan dalam menjalankan kewajiban terhadap sesama muslim yang meninggal dunia, Rabu (4/11).
Dalam kegiatan tersebut, Petugas Pembinaan Kepribadian, Sidik Aji, menjelaskan bahwa setiap warga binaan mendapatkan pembelajaran mengenai tata cara perawatan jenazah sesuai tuntunan Islam, meliputi memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga tata cara menguburkan jenazah.”Praktik ini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kehormatan jenazah serta melaksanakan setiap tahapan dengan tertib dan penuh penghormatan,”jelasnya.
Terpisah, Kalapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran spiritual warga binaan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya memahami tata cara perawatan jenazah, tetapi juga dapat mengambil nilai-nilai keagamaan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.
Salah satu warga binaan berinisial JZ mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. “Saya bersyukur bisa mengikuti praktik ini. Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat dan menjadi bekal bagi saya untuk membantu masyarakat ketika dibutuhkan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Mojokerto terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang bermanfaat, sekaligus membekali warga binaan dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

















