Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto menggelar pelatihan keterampilan bagi warga binaan berupa Pelatihan Minuman Ala Café dan Pelatihan Pembuatan Keripik. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dimulai dengan Pelatihan Minuman Ala Café sebagai agenda hari pertama, Senin (7/9/2026).
Pelatihan tersebut mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang hadir meninjau proses pembelajaran dan praktik warga binaan. Kehadiran Wali Kota menjadi bentuk dukungan terhadap program pembinaan yang memberikan bekal keterampilan produktif serta membuka peluang kemandirian bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
Pada hari pertama, warga binaan tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan berbagai varian minuman ala café. Peserta belajar mengolah bahan-bahan sederhana menjadi minuman yang menarik dan memiliki nilai jual, termasuk kreasi minuman menggunakan jelly yang disajikan di dalam kelapa.
Kalapas Mojokerto Arifin Akhmad menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Mojokerto dalam memberikan pembinaan yang memiliki manfaat nyata bagi warga binaan. “Kami ingin keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan benar-benar bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat. Minuman ala café ini memiliki peluang usaha yang cukup terbuka, sehingga kami berharap warga binaan dapat terus mengembangkan kemampuan yang sudah dipelajari,” ujar Arifin Akhmad.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang turut mencicipi langsung hasil praktik warga binaan memberikan apresiasi terhadap cita rasa dan kreativitas yang ditampilkan.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha. Apalagi Kota Mojokerto memiliki banyak usaha kuliner dan coffee shop, sehingga keterampilan seperti ini sangat relevan untuk dikembangkan,” ungkap Ika Puspitasari.
Pelatihan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan UMKM di Kota Mojokerto. Keterampilan membuat minuman dengan bahan yang mudah diperoleh diharapkan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk merintis usaha secara mandiri maupun beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja setelah selesai menjalani masa pembinaan.
Salah satu warga binaan berinisial OY mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memberikan pengalaman baru sekaligus menambah keterampilan dalam mengolah bahan sederhana menjadi minuman yang menarik.
“Saya senang bisa belajar membuat berbagai macam es. Dari bahan seadanya ternyata bisa dibuat menjadi minuman yang enak dan menarik. Ini menjadi pengalaman baru bagi saya,” ungkap OY.
Rangkaian pelatihan akan dilanjutkan pada Selasa (8/9/2026) dengan materi pembuatan keripik. Melalui kegiatan tersebut, Lapas Mojokerto bersama Diskopukmperindag Kota Mojokerto berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal produktif bagi warga binaan, sekaligus mendukung terciptanya kemandirian dan peluang usaha setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.























