Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Banner Publikasi Press Release Gratis
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Profil

Antara Sistem dan Keteladanan: Problem Manajemen Pesantren dalam Membentuk Akhlak Santri

BERITA PESANTREN by BERITA PESANTREN
24 April 2026
in Profil
A A
0
Silaturahmi Penjemputan Guru Pengabdian l Pondok Pesantren Badridduja Wilayah Al Mashduqiah
865
SHARES
1.3k
VIEWS

Pesantren sejak lama diposisikan sebagai benteng terakhir penjaga akhlak umat. Di tengah arus modernisasi yang sering kali menggerus nilai, pesantren hadir dengan identitasnya yang khas: disiplin, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap ilmu serta guru. Namun, di balik citra ideal tersebut, ada satu pertanyaan yang mulai mengemuka dan layak kita renungkan secara jujur: mengapa di beberapa kasus, masih ditemukan santri yang bermasalah secara akhlak?

Pertanyaan ini tentu tidak untuk meruntuhkan wibawa pesantren, tetapi justru sebagai bentuk cinta dan tanggung jawab untuk memperbaiki. Sebab jika pesantren sebagai “pabrik akhlak” mulai menunjukkan retakan, maka yang perlu dibenahi bukan hanya individu santri, tetapi juga sistem dan manajemennya.

Dalam praktiknya, pesantren hari ini sebenarnya tidak kekurangan sistem. Hampir semua pesantren memiliki tata tertib yang ketat, jadwal kegiatan yang padat, serta mekanisme sanksi (ta’zir) yang jelas. Dari bangun tidur hingga kembali tidur, kehidupan santri diatur sedemikian rupa. Secara administratif, ini adalah kekuatan. Sistem yang rapi menciptakan keteraturan, dan keteraturan adalah prasyarat bagi terbentuknya disiplin.

Namun, persoalannya, apakah disiplin yang lahir dari sistem semata cukup untuk membentuk akhlak?

Di sinilah kita mulai melihat celahnya. Sistem, sekuat apa pun ia dirancang, pada dasarnya hanya mampu mengontrol perilaku, bukan menanamkan kesadaran. Santri bisa saja patuh terhadap aturan karena takut dihukum, bukan karena memahami nilai di balik aturan tersebut. Dalam kondisi seperti ini, yang lahir bukanlah akhlak, melainkan kepatuhan semu.

Lebih dari itu, ada satu elemen yang sering kali luput dari perhatian dalam manajemen pesantren: keteladanan. Dalam tradisi pendidikan Islam, guru bukan hanya pengajar, tetapi juga representasi nilai. Apa yang ia lakukan sering kali lebih berpengaruh daripada apa yang ia katakan. Santri belajar bukan hanya dari kitab, tetapi dari sikap, dari cara bicara, bahkan dari hal-hal kecil yang mereka saksikan setiap hari.

Baca Juga

Notes 260514 183941 07f

PDIM FEB UM Dalami Tantangan Ekspor di DD Orchid Nursery

14 May 2026
873EB041 B0C7 4B75 BFDC 12329E85C35B

Zapin Dance Floor Competition 2026 Hadir Lebih Meriah, Angkat Semangat Pelestarian Budaya

14 May 2026
WhatsApp Image 2026 05 13 at 20.15.50

Pelaksanaan Rapat Guna Pemantapan Zapin Dance Floor Competition

13 May 2026
motion photo 6920980257727379213

Dorong Pengembangan Mahasiswa, PMII IBAMA Bangun Sinergi dengan PC Fatayat NU Kota Kraksaan

13 May 2026

Masalahnya, tidak semua lingkungan pesantren hari ini mampu menjaga konsistensi keteladanan tersebut. Dalam beberapa kasus, terdapat jarak antara apa yang diajarkan dan apa yang dipraktikkan. Ketika santri melihat ketidaksesuaian itu, maka yang terjadi adalah disonansi nilai. Mereka bingung: mana yang harus diikuti, teori atau realitas?

Di titik inilah akhlak menjadi sulit untuk terinternalisasi. Nilai yang seharusnya meresap justru berhenti di permukaan.

Jika ditarik lebih dalam, problem ini sebenarnya bukan semata-mata soal individu, tetapi soal manajemen. Banyak pesantren yang sudah sangat serius membangun sistem, tetapi belum secara optimal mengelola aspek keteladanan. Padahal, dalam konteks pendidikan akhlak, sistem dan keteladanan bukan dua hal yang bisa dipisahkan. Keduanya harus berjalan beriringan.

Sistem tanpa keteladanan akan melahirkan kekakuan. Sebaliknya, keteladanan tanpa sistem akan sulit berkelanjutan. Maka yang dibutuhkan adalah integrasi keduanya dalam satu kerangka manajemen yang utuh.

Pertanyaannya, bagaimana cara mewujudkannya?

Pertama, pesantren perlu mulai menggeser paradigma manajemen dari sekadar berbasis aturan menuju berbasis nilai (value-based management). Artinya, setiap kebijakan, program, dan aktivitas harus berakar pada nilai akhlak yang ingin dibangun, bukan sekadar pada kebutuhan administratif.

Kedua, penguatan keteladanan harus menjadi agenda strategis, bukan sekadar asumsi. Ini bisa dimulai dari proses seleksi dan pembinaan tenaga pendidik. Guru di pesantren tidak cukup hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga harus memiliki integritas moral yang kuat. Lebih dari itu, perlu ada mekanisme evaluasi yang tidak hanya mengukur kinerja akademik, tetapi juga kualitas akhlak.

Ketiga, budaya pesantren harus dihidupkan sebagai ekosistem nilai. Artinya, nilai-nilai akhlak tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi dihidupkan dalam keseharian: dalam interaksi, dalam kebijakan, bahkan dalam cara menyelesaikan konflik. Ketika lingkungan sudah “bernilai”, maka santri akan belajar secara alami.

Keempat, pendekatan pembinaan santri perlu lebih menyentuh aspek kesadaran. Hukuman tetap diperlukan, tetapi harus diiringi dengan penjelasan makna. Santri tidak hanya tahu bahwa sesuatu itu salah, tetapi juga memahami mengapa itu salah.

Jika langkah-langkah ini dilakukan, maka pesantren tidak hanya akan melahirkan santri yang disiplin, tetapi juga santri yang berakhlak. Santri yang tidak hanya taat karena diawasi, tetapi juga karena memiliki kesadaran dari dalam.

Pada akhirnya, kita perlu kembali pada satu prinsip sederhana: akhlak tidak bisa dibentuk hanya dengan aturan. Ia tumbuh dari kombinasi antara sistem yang baik dan keteladanan yang hidup. Santri mungkin mendengar apa yang diajarkan, tetapi mereka akan meniru apa yang mereka lihat.

Karena itu, jika pesantren ingin tetap menjadi pusat pembinaan akhlak yang otoritatif, maka pekerjaan utamanya hari ini bukan hanya merapikan sistem, tetapi juga menghadirkan keteladanan yang nyata.

Sebab di mata santri, satu contoh nyata sering kali lebih bermakna daripada seribu nasihat panjang.

Oleh: Ahmad Tijani, M.Pd.

(Rektor Institut Badri Mashduqi)

    Tags: pesantrenSantri
    Share346Tweet216Share61Pin78SendShare
    Kirim Berita Media Wanita
    Previous Post

    Karutan Bengkulu Terima Permohonan Habituasi Latsar CPNS Kanwil Ditjenpas Bengkulu, Fokus Sosialisasi Kesehatan di Klinik dan WBP

    Next Post

    Karutan Bengkulu Pimpin Pengecekan Bak Sampah, Tekankan Kebersihan Lingkungan Rutan

    BERITA PESANTREN

    BERITA PESANTREN

    Related Posts

    Notes 260514 183941 07f

    PDIM FEB UM Dalami Tantangan Ekspor di DD Orchid Nursery

    14 May 2026
    873EB041 B0C7 4B75 BFDC 12329E85C35B

    Zapin Dance Floor Competition 2026 Hadir Lebih Meriah, Angkat Semangat Pelestarian Budaya

    14 May 2026
    WhatsApp Image 2026 05 13 at 20.15.50

    Pelaksanaan Rapat Guna Pemantapan Zapin Dance Floor Competition

    13 May 2026
    motion photo 6920980257727379213

    Dorong Pengembangan Mahasiswa, PMII IBAMA Bangun Sinergi dengan PC Fatayat NU Kota Kraksaan

    13 May 2026
    Next Post
    sampah

    Karutan Bengkulu Pimpin Pengecekan Bak Sampah, Tekankan Kebersihan Lingkungan Rutan

    WhatsApp Image 2026 04 24 at 10.47.13

    LPP Bengkulu Ikuti Paskah 2026, Wujudkan Pelayanan yang Humanis dan Berintegritas

    WhatsApp Image 2026 04 24 at 11.59.06

    Kunjungi LPP Bengkulu, Senator Destita Tinjau Fasilitas dan Serahkan Bantuan Obat

    WhatsApp Image 2026 04 24 at 12.22.59

    Respon Cepat, Klinik Lapas Mojokerto Maksimalkan Layanan Kesehatan Warga Binaan

    WhatsApp Image 2026 04 24 at 19.39.440

    Lapas Bandanaira Ikuti Sosialisasi Kekayaan Intelektual dan Apostille

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan
    Berita Utama

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    by Redaksi
    15 May 2026
    0

    GORONTALO - Presiden RI Prabowo Subianto menyebut pemberdayaan nelayan dan pembangunan wilayah pesisir modern terus dilakukan pemerintah, salah satunya melalui...

    Read moreDetails
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    6 May 2026
    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    24 April 2026
    WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1

    Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

    23 January 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    IMG 20260515 WA0072

    Lapas Bandanaira Juara Liga Instansi Usai Taklukkan Cabjari Banda ‎

    15 May 2026
    9ba55e45cd4054a979abd4c37d8f7a21

    Kesalahan Umum dalam Manajemen Keuangan Usaha Kecil dan Cara Mengatasinya

    15 May 2026
    68905634ded558175131f758 Professional business meeting in a modern glass wa e221ec9c f761 4f60 b25f 305c7b393541 1

    Transformasi Digital dalam Manajemen Keuangan Perusahaan Modern

    15 May 2026
    WhatsApp Image 2026 05 15 at 11.42.26

    Gandeng Pos SAR Banda, Lapas Bandanaira Gelar Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Bencana Gempa Bumi

    15 May 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan MC DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita