Banyak masyarakat merasakan kenaikan harga barang dan jasa kebutuhan pokok dalam beberapa tahun terakhir sehingga meningkatkan tekanan terhadap kondisi keuangan mereka. Peningkatan harga yang terjadi secara terus-menerus tersebut merupakan dampak dari inflasi yang menyebabkan beban hidup masyarakat semakin berat, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari (Maulana & Maulana, 2024). Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya kelas menengah, harus lebih bijak dalam mengatur pengeluaran agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi. Di sisi lain, pendapatan yang cenderung tidak mengalami peningkatan secara signifikan menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Akibatnya, banyak individu mulai mengurangi konsumsi, menunda pembelian barang tertentu, hingga mencari sumber pendapatan tambahan untuk mempertahankan kestabilan ekonomi keluarga.
Inflasi tidak hanya berdampak pada kenaikan harga bahan pokok, tetapi juga memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat lainnya. Harga kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, transportasi, hingga biaya pendidikan mengalami peningkatan yang cukup terasa. Kenaikan tersebut membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar dibandingkan sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan yang sama. Dalam kondisi seperti ini, kelas menengah menjadi kelompok yang cukup rentan karena mereka dituntut untuk tetap memenuhi kebutuhan hidup, sementara pengeluaran terus meningkat. Situasi tersebut membuat banyak masyarakat mulai merasa kesulitan menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga mereka.
Selain berdampak pada kondisi ekonomi, inflasi juga memengaruhi pola hidup masyarakat. Banyak individu mulai mengurangi pengeluaran yang dianggap tidak terlalu penting demi memenuhi kebutuhan utama. Inflasi yang tinggi menyebabkan daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah, semakin menurun sehingga mereka lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan kebutuhan lainnya. Keterbatasan tabungan dan sumber daya ekonomi juga membuat masyarakat semakin rentan menghadapi kenaikan harga yang terus terjadi (Nasir, 2025). Kondisi tersebut membuat masyarakat harus lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan agar kebutuhan sehari-hari tetap dapat terpenuhi.
Fenomena inflasi yang terus terjadi juga dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi di masa depan. Ketidakstabilan harga membuat masyarakat merasa tidak memiliki kepastian dalam mengatur keuangan jangka panjang. Jika harga kebutuhan terus meningkat sementara pendapatan tidak mengalami perubahan yang berarti, maka tekanan ekonomi akan semakin dirasakan oleh masyarakat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan menurunnya kualitas hidup karena masyarakat harus terus menekan pengeluaran demi memenuhi kebutuhan utama mereka.
Dengan demikian, inflasi menjadi salah satu persoalan ekonomi yang memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, khususnya kelas menengah. Kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak sebanding dengan peningkatan pendapatan membuat banyak masyarakat harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan kondisi ekonomi mereka. Oleh karena itu, kesadaran dalam mengelola pengeluaran dan menyesuaikan pola konsumsi menjadi hal yang penting agar masyarakat dapat bertahan di tengah tekanan inflasi yang terus meningkat.
Sumber:
Maulana, A. W., & Maulana, I. S. (2024). Dinamika inflasi di Indonesia terhadap daya beli masyarakat pada tinjauan ekonomi makro. Moneter: Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 2(2).
Nasir, N. (2025). Analisis dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah di Makassar. Journal of Economic Research, 1(1).
Ditulis oleh:
Hari Saputra (251010550663)
Mahasiswa Universitas Pamulang
Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis





















