10 Hari Pertama Di Bulan Dzulhijjah Menurut Buya Yahya
Bulan Dzulhijjah merupakan bulan terakhir dalam kalender hijriah dimana pada bulan tersebut biasanya dinamai dengan bulan haji karena ibadah haji dilakukan pada bulan ini, dan juga peringatan hari raya idul adha yang terjadi pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah.
Sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah merupakan hari hari istimewa dalam setahun.
Seperti yang dijelaskan dalam surah Al fajr ayat 1-2
وَالْفَجْرِۙ, وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ
“Demi fajar, dan malam sepuluh”
Kita dianjurkan untuk beramal saleh dan lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu Allah swt. kita disunnahkan untuk berpuasa pada tanggal 1-9 Dzulhijjah, memperbanyak berdzikir dan mengumandangkan takbir, melakukan ibadah haji dan umroh, serta berqurban.
Dalam channel youtube @albahjah-tv Buya Yahya mengatakan keutamaan 10 hari di awal bulan Dzulhijjah.
1. Memperbanyak beramal saleh seperti bersedekah, bersilaturahmi, meminta maaf kepada sesama manusia dan bertaubat kepada Allah, dan memperbanyak shalat sunnah. Karena 10 hari pertama di bulan ini merupakan hari yang paling baik agar ketika kita keluar dari bulan Dzulhijjah pahala terus mengalir dan Allah memudahkan kebaikan – kebaikan kepada kita.
2. Memperbanyak dzikir bacaan tasbih, tahmid, dan tahlil, serta memperbanyak membaca Al- quran.
3. Melaksanakan Haji dan Umroh
4. Berkurban (kambing, domba, kerbau, sapi, dan unta)
5. Puasa sunnah tanggal 1-9 Dzulhijjah, namun puasa yang sangat dianjurkan yaitu pada tanggal 8-9 Dzulhijjah, biasanya di sebut dengan puasa tarwiyah dan puasa arafah karena memiliki hanyak keutamaan. Pada hari arafah Buya yahya mengatakan “Sebaik – baiknya doa adalah di hari arafah.” Dianjurkan untuk memperbanyak doa di hari itu tanpa ada batasan waktu dan tempat.
“Cari dan perbanyak amal yang dapat kita lakukan, jangan sampai kita kehilangan keistimewaan dan kemuliaan di 10 hari awal Dzulhijjah.”
-Buya Yahya
Niat puasa sunnah, boleh dibaca atau dilafalkan pada pagi sampai siang hari sebelum waktu dzuhur jika lupa niat di malam hari, asalkan belum melakukan hal – hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
Niat puasa pada tanggal 1 – 7 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’ala.”
Niat puasa tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”
Niat puasa arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala.”

Tulungagung, 23 Mei 2026



















