TUBAN – Usia muda sama sekali bukan halangan untuk menorehkan tinta emas di dunia olahraga. Hal ini dibuktikan dengan gemilang oleh Amrizal Kafka Maulana Syafi’i, seorang pemuda berusia 17 tahun asal Desa Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Di tengah kesibukannya sebagai siswa kelas 3 di MAN 2 Tuban, remaja yang akrab disapa Rizal ini sukses mengukir namanya di kancah olahraga bela diri dengan prestasi yang luar biasa.
Perjalanan Rizal di dunia pertarungan striking dimulai saat ia terjun ke cabang olahraga Muaythai pada tahun 2024. Berlaga di kelas 75 kg, dedikasi serta porsi latihan yang keras dengan cepat membuahkan hasil manis. Hanya dalam kurun waktu satu tahun, tepatnya pada 1 Juni 2025, Rizal sukses merebut Juara 2 dalam ajang kompetitif Striking Fight yang diselenggarakan di YMP CAMP. Kemenangan ini menjadi batu loncatan yang semakin mempertebal kepercayaan dirinya di atas ring.
Namun, kejutan sesungguhnya dari pemuda kelahiran 6 November 2008 ini tidak berhenti sebagai seorang petarung. Memasuki pertengahan tahun 2026, Rizal membuktikan kapasitasnya yang melampaui usianya. Pada 28 Agustus 2026, bertempat di GOR Rangga Jaya Anoraga, ia secara resmi menerima Penghargaan Pelatih Tingkat Kabupaten Tuban yang diselenggarakan oleh Pengurus Kabupaten IBCA MMA Tuban. Pencapaian ini terbilang langka dan sangat membanggakan, mengingat statusnya yang masih duduk di bangku SMA namun sudah diakui kemampuannya dalam membina dan melatih atlet bela diri campuran (MMA).
Tidak cepat puas dengan rentetan prestasi di Muaythai dan apresiasi kepelatihannya, Rizal kini berani mengambil tantangan baru. Saat ini, atlet kebanggaan MAN 2 Tuban tersebut memutuskan untuk melebarkan sayapnya dan fokus beralih ke cabang olahraga Sambo Combat.
Dengan mental juara yang sudah terbentuk, Rizal tengah menjalani pemusatan latihan secara mandiri maupun bersama tim. “Insyaallah, saat ini saya sedang dalam tahap persiapan intensif untuk mengikuti event Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sambo di Surabaya,” tekadnya.
Kisah perjalanan Amrizal Kafka Maulana Syafi’i menjadi bukti nyata bahwa ketekunan, disiplin yang tinggi, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman dapat membawa seorang pemuda daerah menuju panggung prestasi yang membanggakan. Kiprahnya tidak hanya mengharumkan nama MAN 2 Tuban dan Desa Rengel, tetapi juga menjadi inspirasi segar bagi generasi muda di Kabupaten Tuban untuk tidak ragu mengejar prestasi hingga ke tingkat provinsi maupun nasional.

























