Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pengembangan peternakan itik di area Branggang. Komitmen tersebut diwujudkan dengan pelepasan 300 ekor bibit itik yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, bersama beberapa staf, Rabu (15/7).
Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, mengatakan bahwa pengembangan peternakan itik merupakan bentuk nyata dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya Aksi Ketahanan Pangan. Menurutnya, selain menghasilkan komoditas pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pemberian keterampilan di bidang peternakan. “Kami berkomitmen mendukung 15 Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, salah satunya melalui penguatan program ketahanan pangan. Penambahan 300 bibit itik ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan,” ujar Arifin.
Sementera itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Bambang Budiantoro Hutabarat, menjelaskan sebelum dilepas ke area peternakan, sebanyak 300 bibit itik terlebih dahulu menjalani proses pemeliharaan awal di kandang pembesaran guna memastikan kondisi kesehatan dan pertumbuhannya optimal.”Tahapan proses pemeliharaan awal di kandang pembesaran merupakan bagian dari pengelolaan peternakan yang terencana agar bibit dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan produktivitas maksimal sebagai salah satu upaya mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan,” Jelas Bambang.
Melalui program ini, Lapas Mojokerto terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif sebagai bagian dari pembinaan yang berdampak. Pengembangan peternakan itik diharapkan mampu menjadi sumber pangan yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian warga binaan, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.



















