Nur Asyifa, yang menggunakan nama Ratu Cypaa di media sosial, berhasil membangun brand yang berbeda dari kreator gaming biasa. Sebagai mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Muhammadiyah Kotabumi, ia menghadirkan konten yang memadukan gameplay Free Fire dan momen-momen pengajaran di sekolah dasar. Pendekatan ini membuat kontennya relevan sekaligus menyentuh segmen audiens yang lebih luas.
Sejak memegang joystick pertama kali pada 2019, Nur menunjukkan ketertarikan kuat pada permainan Free Fire. Dia mulai serius membuat konten pada 2021 dengan kanal YouTube, meski awalnya mendapat sedikit penonton. Hal yang membedakan perjalanan Nur adalah bagaimana ia tidak hanya memproduksi video gameplay, tapi juga mendokumentasikan aktivitas akademisnya—observasi mengajar, metode pembelajaran sederhana, serta interaksi dengan murid SD. Perpaduan ini memunculkan narasi: seorang calon guru yang juga memiliki passion di dunia gaming.
Format konten yang beragam menjadi keunggulan akun-akunnya. Di TikTok (@ratucypareal), video pendek gameplay dan potongan momen mengajar mendapatkan engagement tinggi—saat ini pengikutnya mencapai 2,8 juta. Di YouTube (@ratucypaa), video panjang seperti tutorial, cerita pengalaman observasi, dan vlog kampus mengumpulkan 635 ribu subscribers. Sementara Instagram (@ratucypaa) menjadi tempat Nur membagikan highlight, pengumuman, dan interaksi visual yang lebih personal dengan 60,5 ribu pengikut.
Gaya Narasi dan Nilai Edukatif
Nur memiliki gaya narasi yang hangat dan mudah didekati, yang cocok untuk audiens muda dan orang tua yang melihat potensinya sebagai figur edukatif. Ia kerap menyisipkan pesan-pesan sederhana tentang disiplin, kerja keras, dan pentingnya belajar—pesan yang muncul secara natural ketika ia berbagi pengalaman mengajar. Ini membantu memperkuat citra positif dan membedakan dirinya dari konten gaming yang lebih agresif atau kompetitif.
Tantangan yang Pernah Dihadapi
Seperti banyak kreator lainnya, Nur tidak luput dari masalah teknis dan kebijakan platform. Pengalaman akun TikTok diblokir dua kali pada 2021 menjadi pelajaran berharga. Dari pengalaman itu, ia belajar membuat konten yang mematuhi pedoman komunitas serta diversifikasi platform agar risiko kehilangan audiens dapat diminimalkan.
Prospek Ke Depan
Dengan kombinasi keterampilan mengajar dan kemampuan membuat konten, Nur berpeluang memperluas karya ke ranah edukasi formal, pelatihan guru muda, atau konten pembelajaran digital untuk anak usia SD. Kolaborasi dengan sekolah, organisasi pendidikan, atau merek yang peduli pada literasi digital anak bisa menjadi langkah strategis berikutnya. Ratu Cypaa menunjukkan bahwa identitas ganda—pendidik dan gamer—bisa menjadi kekuatan kompetitif di industri kreatif.





















