Mojokerto — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto kembali menunjukkan wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan melalui kegiatan panen itik yang telah diternakkan sejak masih berukuran kecil hingga mencapai ukuran yang cukup untuk dipanen. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus bentuk dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rabu (26/8).
Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Anggi Fauzi, menyampaikan bahwa kegiatan peternakan itik tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan secara produktif.
“Dari proses pemeliharaan sejak itik masih kecil hingga mencapai ukuran yang cukup untuk dipanen, warga binaan terlibat langsung dalam kegiatan ini. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif,” ujarnya.
Petugas Kegiatan Kerja Lapas Mojokerto, Rezha, menjelaskan bahwa proses pemeliharaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan warga binaan, mulai dari perawatan hingga pemanenan.”Dalam kegiatan panen kali ini, sebanyak 33 ekor itik disembelih untuk kemudian diolah oleh warga binaan menjadi produk yang bernilai dan mendukung kegiatan produktif di dalam Lapas;”ujar Rezha.
Salah seorang WBP, AS, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman kerja sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab.
“Kami belajar merawat ternak, menjaga kebersihan, dan memastikan produksi berjalan setiap hari dan menjadi bekal untuk nanti setelah bebas,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Lapas Mojokerto dalam mengembangkan potensi warga binaan melalui pembinaan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.






















