Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus berupaya meningkatkan kemampuan literasi dasar Warga Binaan melalui kegiatan pembelajaran mengenal abjad, Rabu (14/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan untuk membantu Warga Binaan meningkatkan pengetahuan dasar, khususnya dalam mengenal huruf sebagai langkah awal belajar membaca dan menulis.
Pembelajaran dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing Warga Binaan. Dalam kegiatan ini, peserta magang memberikan pendampingan dengan mengenalkan huruf-huruf abjad, membantu Warga Binaan membedakan bentuk huruf, serta melatih pengucapan dan pengenalan huruf sebagai dasar untuk melanjutkan ke tahap pembelajaran berikutnya.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan bahwa pembelajaran mengenal abjad merupakan langkah awal yang penting dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar Warga Binaan. Menurutnya, setiap Warga Binaan perlu diberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensi diri sebagai bagian dari proses pembinaan.

“Pembelajaran mengenal abjad menjadi fondasi awal bagi Warga Binaan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Kami berharap melalui pendampingan yang diberikan, mereka semakin termotivasi untuk belajar, memiliki kepercayaan diri, serta mampu mengembangkan pengetahuan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Samad.
Salah satu peserta magang yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Faniawati Apendi, menyampaikan bahwa pendampingan pembelajaran bagi Warga Binaan merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menghadirkan kesempatan kedua melalui pendidikan.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar mengenalkan huruf, tetapi juga membantu Warga Binaan membangun keberanian untuk belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Kami berharap pendampingan ini dapat menumbuhkan semangat belajar, memperluas wawasan, serta menjadi langkah awal bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ungkap Faniawati.
Semangat belajar juga dirasakan oleh salah satu Warga Binaan, Topan. Ia mengaku senang mengikuti pembelajaran karena mendapatkan pendampingan yang memudahkannya memahami materi secara perlahan.
“Saya merasa senang dan nyaman mengikuti pembelajaran ini. Dengan adanya pendampingan, saya bisa belajar mengenal huruf secara perlahan dan lebih berani untuk mencoba. Saya berharap bisa terus belajar agar semakin memahami huruf dan nantinya lebih lancar membaca,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Bandanaira menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembinaan yang edukatif, inklusif, dan bermanfaat bagi pengembangan kapasitas Warga Binaan. Pembelajaran literasi dasar diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan mengenal huruf, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri, memperluas kesempatan belajar, serta memperkuat kesiapan Warga Binaan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat. (Humas/Ulan)






















