Bengkulu — Di balik tembok pemasyarakatan, perhatian terhadap kesehatan tidak pernah berhenti. Rabu (26/11), Petugas Klinik Pratama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu melaksanakan kegiatan sambang perawat kesehatan napi atau “BAPER HATI”, sebuah program yang dirancang untuk memastikan setiap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan bermartabat.
Kegiatan ini turut didampingi tenaga kesehatan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu, dr. Bella Oktaviani dan bidan Monica Susan Afriyani, serta petugas jaga yang menjaga keamanan selama proses pemeriksaan berlangsung. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemenuhan hak kesehatan WBP menjadi tanggung jawab bersama, terukur, dan terawasi.
BAPER HATI bukan sekadar kunjungan medis rutin. Program ini membawa pendekatan humanis melalui pemeriksaan langsung ke blok hunian. Tujuannya mencakup deteksi dini penyakit, pemantauan kesehatan harian, evaluasi kebutuhan obat, konseling kesehatan mental dan fisik, hingga edukasi pola hidup bersih. Dengan mendatangi WBP satu per satu, layanan kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas atau enggan melapor atas keluhan yang dirasakan.
Lebih dari itu, BAPER HATI hadir sebagai pengingat bahwa pemasyarakatan bukan hanya menjalankan hukuman, tetapi juga proses pemulihan, pembinaan, dan perlindungan hak dasar manusia. Melalui program ini, Lapas Bengkulu berupaya membangun iklim pemasyarakatan yang sehat, penuh empati, dan memberikan kesempatan bagi WBP untuk menjalani masa pidana dengan kondisi fisik dan mental yang lebih baik.
Dengan konsistensi pelaksanaan, BAPER HATI diharapkan mampu menumbuhkan rasa aman, kepercayaan, dan optimisme—baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas—bahwa negara tetap hadir menjaga kesehatan setiap warganya, tanpa kecuali.























